Padang, Optimaise News – Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Barat Ilham Wahab memimpin pendataan dan penyelamatan warga setelah hujan lebat membanjiri Kota Padang Senin 3 Agustus 2026. Ribuan rumah di minimal 15 titik terendam, sementara air berarus kencang mencapai ketinggian orang dewasa sekitar 1,5 meter di sejumlah kawasan.
Inti artikel
- Tim SAR Kota Padang turun ke lapangan sejak pagi
- Hingga pukul 16.30 WIB genangan sudah masuk rumah di Lubuk Minturun, Rimbo Tarok, Sungai Sapih, serta Kurao Pagang
- Optimaise News merangkum situasi lapangan yang masih dinamis karena air belum surut total
Tim SAR Kota Padang turun ke lapangan sejak pagi. Hingga pukul 16.30 WIB genangan sudah masuk rumah di Lubuk Minturun, Rimbo Tarok, Sungai Sapih, serta Kurao Pagang. Optimaise News merangkum situasi lapangan yang masih dinamis karena air belum surut total.
Pos Evakuasi dan Titik Genangan yang Masih Aktif
Warga yang sudah dipindahkan sementara menempati pos di Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01 RW 01 Pasa Lalang di Kecamatan Kuranji, dan Gunuang Sariak. Proses pemindahan masih berlanjut karena genangan di beberapa lorong cukup dalam dan arus tetap deras.
Selain zona tersebut, air juga menggenangi kompleks perumahan Abi Lumin, kawasan Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, area belakang RSI Siti Rahmah di Aia Pacah, serta lingkungan RSUD dr. Rasidin. Sekolah dan fasilitas umum lain ikut terdampak, termasuk SDIT Alam Ar Royyan di Bypass Pegambiran dan SMP Negeri 27 Sungai Sapih.
Titik tambahan yang dilaporkan basah meliputi RT 01 RW 07 Pasa Lalang Kuranji, Lapau Banjuang di Pasar Pagi Balai Baru Kuranji, dan Jalan Usang Sungai Sapiah dekat simpang Perumahan Taman Asri III. Petugas mencatat genangan bervariasi, dari lutut hingga setinggi dada orang dewasa di jalur-jalur sempit.
Kolaborasi Lapangan dan Pendataan Bertahap
Unsur BPBD, TNI, Polri, Basarnas, aparat pemerintah kota, serta relawan tetap berada di lokasi. Mereka fokus mengevakuasi warga yang terisolasi sambil mencatat jumlah rumah dan jiwa terdampak secara bertahap. Data lengkap belum final karena akses ke beberapa gang masih terhambat air.
Ilham Wahab menekankan bahwa ketinggian genangan membuat evakuasi harus dilakukan hati-hati. Perahu karet dan kendaraan high clearance dipakai di zona yang paling dalam. Warga diarahkan ke pos aman sambil membawa dokumen penting dan obat-obatan pribadi.
Bagi pelaku UMKM di bantaran sungai atau kawasan rawan, banjir setinggi ini berisiko merusak stok barang dan peralatan kerja. Pengusaha kecil disarankan memindahkan aset ke lantai lebih tinggi atau lokasi aman segera setelah peringatan pertama muncul. Koordinasi dengan RT/RW setempat mempercepat bantuan logistik sederhana seperti makanan siap saji dan air bersih.
Hingga sore hari, hujan sempat mereda namun genangan belum sepenuhnya hilang. Petugas terus memantau ketinggian air di jembatan dan saluran drainase utama. Masyarakat diimbau menghindari area sungai yang meluap dan segera menghubungi posko jika rumah kembali terancam.
Optimaise News akan memperbarui angka warga dan rumah terdampak begitu BPBD merilis rekap resmi. Sementara itu, fokus tetap pada keselamatan jiwa dan kelancaran evakuasi di 15 titik yang masih basah. Warga yang sudah aman diminta tetap di pos pengungsian sampai air benar-benar surut dan struktur rumah diperiksa.
Kondisi cuaca di Sumatera Barat masih berpotensi hujan lokal. Penghuni kawasan rendah diminta menyiapkan tas siaga berisi dokumen, senter, dan obat. Kerja sama antarwarga serta kepatuhan pada arahan petugas menjadi kunci agar dampak banjir tidak meluas ke korban jiwa.






