Jakarta, Optimaise News – Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku KSAD memimpin serah terima jabatan di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution Mabesad Jakarta Senin 3 Agustus 2026. Acara gabungan itu menandai pelantikan pejabat baru Danpuspomad serta Dansecapaad sambil mengalihkan pengendalian tiga batalyon infanteri ke Kostrad.
Inti artikel
- Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku KSAD memimpin serah terima jabatan di Aula Jenderal Besar A.H
- Nasution Mabesad Jakarta Senin 3 Agustus 2026
- Langkah ganda ini digelar untuk menajamkan kesiapan operasional, daya gerak, dan kesiapsiagaan satuan menghadapi dinamika tugas
Langkah ganda ini digelar untuk menajamkan kesiapan operasional, daya gerak, dan kesiapsiagaan satuan menghadapi dinamika tugas. Optimaise News mencatat fokusnya pada peningkatan kemampuan yang sudah ada, bukan sekadar penambahan struktur.
Pelantikan pejabat baru di dua markas penting
Brigjen TNI Irsyad Hamdie Bey Anwar, MAFSC., M.H., CFrA. resmi menerima tongkat komando Danpuspomad dari Mayjen TNI Eka Wijaya Permana. Gelar lengkap pejabat baru tersebut menegaskan rekam jejak pendidikan dan profesionalisme yang dibawa ke lembaga polisi militer Angkatan Darat.
Sementara itu Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, S.Sos., M.M. dilantik sebagai Dansecapaad menggantikan Mayjen TNI Abdul Rahman Said. Kedua pergantian berlangsung serempak agar transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa jeda operasional.
Maruli Simanjuntak menekankan bahwa pembentukan struktur baru saja tidak cukup. Pengembangan organisasi harus diikuti peningkatan mutu personel, pembinaan, dan kualitas pendidikan di lingkungan TNI AD.
Pengalihan pengendalian tiga batalyon ke Kostrad

Yonif 753 Arga Vira Tama berpindah dari Kodam XVII Cenderawasih menuju kendali Kostrad. Langkah serupa berlaku bagi Yonif 756 Wimane Sili yang juga berasal dari wilayah yang sama.
Yonif 310 Kidang Kencana dialihkan dari Kodam III Siliwangi. Ketiga satuan infanteri ini kini berada di bawah komando strategis agar lebih tanggap terhadap berbagai skenario tugas.
Alih kodal tersebut dirancang merapatkan jarak antara kemampuan manuver dan kebutuhan operasional lapangan. Satuan-satuan yang dipindahkan diharapkan segera menyesuaikan pola pembinaan dan pelatihan di bawah payung Kostrad.
Pesan KSAD soal kemampuan yang sudah ada
Dalam amanatnya Maruli Simanjuntak mengingatkan bahwa penambahan wadah organisasi baru belum menjamin keunggulan. Yang lebih krusial adalah menaikkan standar personel dan sistem yang sudah beroperasi.
Ia meminta pejabat baru serta komandan satuan yang dialihkan untuk beradaptasi cepat, memperkuat kepemimpinan, serta meningkatkan pembinaan dan mutu pendidikan. Fokusnya jelas: kesiapsiagaan menghadapi dinamika tugas yang terus berubah.
Bagi pembaca Optimaise News dari kalangan usaha kecil menengah, pola pikir serupa relevan. Restrukturisasi bisnis hanya berhasil jika diikuti peningkatan skill, proses, dan kesiapan tim yang sudah ada, bukan hanya ganti label atau bagan.






