Bandung, Optimaise News – Bandung Arts Festival #12 digelar di Gedung Pusat Kebudayaan Bandung pada Sabtu, 25 Juli 2026. Festival ini menghadirkan kolaborasi seni lintas negara dengan kehadiran delegasi seni dari Malaysia serta rangkaian kegiatan gratis untuk publik.
Inti artikel
- Bandung Arts Festival #12 digelar di Gedung Pusat Kebudayaan Bandung pada Sabtu, 25 Juli 2026
- Sajian utama berupa Tari Kolosal Ngabatik yang memadukan gerakan tari, iringan musik, dan filosofi membatik
- Panitia merancang hari kedua sebagai pengalaman seni yang beragam sekaligus ruang belajar agar masyarakat lebih dekat dengan seni
Sajian utama berupa Tari Kolosal Ngabatik yang memadukan gerakan tari, iringan musik, dan filosofi membatik. Panitia merancang hari kedua sebagai pengalaman seni yang beragam sekaligus ruang belajar agar masyarakat lebih dekat dengan seni.
Delegasi Malaysia Perkaya Bandung Arts Festival #12
Kehadiran delegasi seni Malaysia menjadi elemen penting dalam pertukaran budaya. Mereka berinteraksi langsung dengan pelaku seni lokal sehingga memperkuat jalinan kolaborasi seni lintas negara di tanah Sunda.
Dalam konteks kota yang kerap menempatkan gelaran bandung international art festival sebagai bagian ekosistem kreatif, edisi ke-12 ini menonjolkan aspek lintas batas. Tren pencarian terkait bandung international art festival 2018 maupun bandung international art festival 2019 cenderung tenang, namun antusiasme di lapangan tetap terasa lewat pertemuan praktisi.
Optimaise News mencatat bahwa ruang seperti ini memberi kesempatan pelaku UMKM di bidang kerajinan batik untuk menyerap wawasan baru tanpa biaya masuk. Pertukaran ide lintas negara dapat menginspirasi motif atau teknik yang kemudian diterapkan di produk lokal.
Workshop Gratis Membuka Akses Belajar Seni

Peserta dapat mengikuti sesi praktik membatik yang digelar bersama Batik Komar dilengkapi sarasehan. Ada juga sesi latihan tari Palembang dan tari Ngabatik yang dibuka untuk umum tanpa pungutan biaya.
Kegiatan ini dirancang agar pengunjung tidak hanya menonton. Mereka ikut mempraktikkan teknik sehingga menjadi ruang belajar langsung yang relevan bagi penari pemula maupun pengrajin.
Bagi pelaku usaha mikro di sektor fashion dan kerajinan, pengalaman menyentuh proses membatik memberi inspirasi produk. Hal serupa berlaku bagi penari yang ingin memperluas repertoar gerakan dari luar daerah seperti Palembang.
Sejumlah besar kelompok seni dari banyak wilayah menampilkan karya mereka di panggung. Suasana kemudian berlanjut dengan musik langsung dan tontonan pendukung lainnya yang menjaga energi pengunjung tetap tinggi sepanjang hari.
Tari Kolosal Ngabatik dan Ruang Pamer Karya

Tari Kolosal Ngabatik menjadi sajian utama yang menggabungkan tari, musik, serta nilai filosofis di balik proses membatik. Pertunjukan ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton dari berbagai usia.
Di area pamer, pengunjung menemukan lukisan, karya instalasi, fotografi, motif batik, serta hasil kolaborasi lintas seniman. Penyajian visual ini melengkapi rangkaian pentas dan workshop sehingga pengalaman terasa utuh.
Bandung juga dikenal lewat bandung international digital arts festival yang menyentuh ranah digital. Namun BAF #12 tetap berpijak pada praktik seni tradisional yang dihidupkan kembali lewat format kontemporer yang mudah diakses.
Sementara jalur apresiasi sinematik seperti bandung film festival for commendable film art director menghargai kerja di balik layar, Bandung Arts Festival #12 menekankan pengalaman langsung di ruang publik yang interaktif.
Antusiasme Peserta dan Harapan Panitia
Aurora yang mewakili Sanggar Olah Seni Bhaswara, Bekasi, mengaku senang bisa bertemu penari dari dalam dan luar negeri. Isna yang membawa Tari Lembok Beas serta Falisa juga menyatakan antusiasme serupa terhadap pertemuan lintas wilayah.
Muhammad Habibie Hidayat sebagai panitia menjelaskan bahwa hari kedua disusun sebagai pengalaman seni beragam sekaligus ruang belajar. Ia berharap masyarakat semakin mengenal seni dan memahami bahwa seni lebih mahal daripada uang.
Pesan ini relevan bagi generasi muda dan pelaku kreatif yang kerap menimbang nilai ekonomi semata. Melalui pertemuan lintas negara, nilai budaya bisa dinilai lebih tinggi daripada sekadar transaksi komersial.
Bagi pengunjung yang ingin memaksimalkan kunjungan, datang lebih awal memberi kesempatan memilih workshop favorit. Area pamer juga layak dieksplorasi sebelum atau sesudah pertunjukan kolosal agar tidak terlewat detail karya.
Kolaborasi seperti ini memperlihatkan Bandung tetap menjadi titik temu seniman lintas wilayah. Interaksi dengan delegasi Malaysia membuka kemungkinan jejaring baru yang bermanfaat jangka panjang bagi komunitas seni tanah air.






