Bandung, Optimaise News – Bandung Arts Festival ke-12 digelar 24-26 Juli 2026 di sekitar Jalan Braga, Bandung. Festival ini menampilkan skala massal dengan akses publik gratis total. Termasuk 2.200 orang menari Ngabatik bersama di Braga pendek tanpa daftar sama sekali.
Inti artikel
- Bandung Arts Festival ke-12 digelar 24-26 Juli 2026 di sekitar Jalan Braga, Bandung
- Festival ini menampilkan skala massal dengan akses publik gratis total
- Termasuk 2.200 orang menari Ngabatik bersama di Braga pendek tanpa daftar sama sekali
Direktur Deden Tresnawan mengusung tema keberagaman. Ribuan seniman dari enam negara dan berbagai kota Indonesia turut meramaikan. Optimaise News melihat gelaran ini sebagai jembatan seni, publik, dan ekonomi kreatif sehari-hari.
Delapan Film Dokumenter Kampus Perluas Disiplin Festival
Kebaruan utama hadir lewat delapan film dokumenter. Karya ini dibuat mahasiswa, dosen, dan komunitas sinema. Mereka mengangkat seni-budaya hingga suku di Papua.
Film-film tersebut diputar di ruang pamer. Peran mereka bukan pelengkap biasa. Justru jadi jembatan disiplin baru. Sinema kampus masuk ke festival seni pertunjukan yang biasanya didominasi tari dan musik.
Penonton bisa menonton sambil memahami proses kreatif di balik layar. Pendekatan ini membuat bandung arts festival lebih inklusif bagi generasi muda.
Pameran 59 Seniman: Lukisan, Foto, Alat Musik Daur Ulang di GPK

Pameran seni rupa dan film berlangsung 20-26 Juli 2026. Lokasinya di Gedung Pusat Kebudayaan Jalan Naripan. Sebanyak 59 seniman dan kelompok menampilkan lukisan, fotografi, plus alat musik daur ulang.
Ruang pamer juga menayangkan film pendek dokumenter. Karya-karya itu memperlihatkan keberagaman budaya Nusantara. Pengunjung bebas masuk tanpa tiket.
Timeline terpadu jelas: pameran buka lebih dulu. Lalu berlanjut ke panggung utama 24-26 Juli. Puncaknya jatuh pada 26 Juli siang.
300 Repertoar dari Enam Negara dan Berbagai Kota Indonesia

Acara inti menghadirkan sekitar 300 repertoar tari, musik, dan teater. Tiga ribu seniman tampil di panggung indoor dan outdoor. Peserta luar negeri datang dari Prancis, Jepang, Australia, India, Cina, dan Malaysia.
Domestik melibatkan Bandung raya, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Palembang, Aceh, hingga NTB. Semua pertunjukan gratis. Publik cukup datang ke lokasi Braga atau GPK.
Ragam repertoar ini memperkuat Bandung Arts Festival 2026 sebagai ruang pertemuan lintas budaya. Suasana ramai tapi tetap mudah diakses keluarga.
Ngabatik Karya Ine Arini: 2.200 Orang Menari Bersama di Braga Pendek
Puncak festival adalah tari kolosal Ngabatik. Karya Ine Arini menggambarkan proses membatik. Sekitar 2.200 orang akan menari bersama di Jalan Braga pendek.
Jadwalnya Ahad 26 Juli 2026 pukul 11.00. Masyarakat boleh ikut langsung tanpa daftar. Cukup datang ke lokasi, ikuti instruksi panitia, lalu bergabung di barisan.
Cara praktisnya sederhana. Kenakan pakaian nyaman, tiba 15 menit lebih awal, dan dengarkan arahan di tempat. Pengalaman partisipatif ini jadi wajah utama festival edisi ke-12.
Bukan hanya tontonan. Setiap orang jadi bagian dari karya. Itulah yang membedakan bandung arts festival dari gelaran biasa.
60 UMKM plus Pelatihan Gratis Perkuat Bandung Kota Kreatif
Sebanyak 60 UMKM kuliner, fesyen, dan kerajinan meramaikan 25-26 Juli. Mereka berjualan di titik yang sama dengan panggung. Pengunjung bisa menonton sambil menikmati makanan atau belanja.
Panitia juga menyediakan pelatihan gratis. Tujuannya memperkuat identitas Bandung sebagai kota kreatif. Sinergi ini memberi dampak ekonomi langsung sehari-hari bagi pelaku usaha lokal.
Model seperti ini menghubungkan seni dan usaha kecil. Orang datang untuk tontonan, lalu mendukung UMKM di sekitar. Hasilnya festival jadi lebih hidup dan bermanfaat luas.






