Bandung, Optimaise News – Warga Bandung merespons angka kepuasan 95 persen Lembaga Survei Indonesia atau LSI atas kinerja Dedi Mulyadi dengan nada berimbang. Osa, warga Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, mengapresiasi penataan trotoar pejalan kaki yang kini rapi dan bebas pedagang.
Inti artikel
- Warga Bandung merespons angka kepuasan 95 persen Lembaga Survei Indonesia atau LSI atas kinerja Dedi Mulyadi dengan nada berimbang
- Apresiasi itu diimbangi tuntutan penanganan begal malam serta tekanan harga pokok
- Telur sudah menyentuh Rp27.500 per kilogram, sementara ayam dan sayur ikut naik
Apresiasi itu diimbangi tuntutan penanganan begal malam serta tekanan harga pokok. Telur sudah menyentuh Rp27.500 per kilogram, sementara ayam dan sayur ikut naik. Optimaise News merangkum potret lengkap dari pujian infrastruktur hingga beban harian yang masih dirasakan warga.
Apresiasi Warga Sumur Bandung atas Trotoar Tertata Bebas Pedagang
Osa merasakan perubahan nyata di ruang publik kota Bandung sejak era Dedi Mulyadi. Trotoar yang dulu penuh lapak kini tertata rapi sehingga pejalan kaki leluasa melintas.
Ia mengaku nyaman berjalan kaki tanpa harus menyelinap di sela pedagang. Warga Bandung akui jalan dan trotoar lebih tertata membuat suasana siang lebih lega dan rapi.
Penataan ini menjadi salah satu alasan angka kepuasan tinggi. Banyak warga merasakan dampak langsung di jalur pejalan kaki sekitar Sumur Bandung.
Malam Sepi di Jalur Pejalan Kaki Memicu Khawatir Aksi Begal

Setelah pedagang berkurang, suasana malam di trotoar berubah sepi. Osa mengaku khawatir aksi begal yang belakangan marak di kawasan tersebut.
Ia meminta penjagaan aparat ditingkatkan siang dan malam. Keluhan ini berkaitan langsung dengan sayembara Dedi Mulyadi yang menjanjikan hadiah Rp50 juta bagi penangkapan pelaku begal, maling, copet, dan rampok di Jawa Barat.
Trade-off penataan trotoar bebas pedagang justru membuat jalur pejalan kaki sepi di malam hari. Rasa aman jadi isu yang belum sepenuhnya selesai meski infrastruktur sudah membaik.
Telur Naik ke Rp27.500 per Kg, Ayam dan Sayur Ikut Melambung
Di sisi lain, daya beli rumah tangga terasa tertekan. Harga telur naik dari sekitar Rp25.000 menjadi Rp27.500 per kilogram.
Harga ayam dan berbagai jenis sayuran juga ikut melambung. Kenaikan Rp2.500 per kg telur saja sudah terasa di belanja harian, apalagi ditambah lauk dan sayur.
Bagi keluarga sederhana di Bandung, total pengeluaran dapur naik signifikan. Apresiasi terhadap trotoar tertata diimbangi keluhan praktis soal harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik.
Angka Survei 95 Persen Diuji Kritik Keamanan dan Daya Beli
Angka 95 persen dari LSI diuji langsung oleh kritik konkret warga. Infrastruktur dipuji, namun keamanan malam dan tekanan harga masih jadi beban harian.
Pembacaan ini menunjukkan kepuasan tinggi tidak menutupi isu yang dirasakan sehari-hari. Dedi Mulyadi jawab kritik pembongkaran PKL di trotoar lewat penataan, tapi aksi begal dan harga telur tetap muncul sebagai catatan.
Optimaise News melihat respons Osa sebagai potret utuh. Pujian ruang publik berjalan beriringan dengan tuntutan lanjutan soal rasa aman dan daya beli.






