Akumulasi investor asing terpusat pada tiga bank blue-chip BBCA, BMRI, dan BBRI saat IHSG ditutup naik 67,3 poin atau 1,1% ke level 6.175,5 pada Jumat, 17 Juli 2026. Preferensi itu menandakan fokus ke saham likuid berkapitalisasi jumbo, bukan sebaran luas ke banyak sektor.
Menurut pantauan Optimaise News dari data Stockbit, BBCA mencatat net buy asing Rp 698,2 miliar. BMRI menyusul Rp 374,8 miliar, sementara BBRI diguyur Rp 267,6 miliar.
Aliran Dana Asing Menumpuk di Big Three Perbankan
Tiga emiten perbankan itu mendominasi porsi beli bersih asing di penutupan sepekan. Gabungan serapan di BBCA, BMRI, dan BBRI mencapai sekitar Rp 1,34 triliun.
Nilai di BBCA menonjol jauh di atas rekan bank lain, hampir dua kali lipat BMRI. Pola tersebut sejalan dengan peran bank jumbo sebagai penopang indeks blue-chip sepanjang 13–17 Juli 2026.
Data perdagangan sepekan menempatkan BMRI, BBRI, dan BBCA sebagai kontributor utama penguatan LQ45. Indeks LQ45 menguat 5,54% ke 621,910, melampaui kenaikan IHSG 4,24% pada periode yang sama.
Sepuluh Emiten dengan Serapan Asing Tertinggi

Di luar trio perbankan, beberapa emiten non-bank dan bank syariah ikut masuk radar. Berikut peringkat net buy asing terbesar pada perdagangan 17 Juli 2026.
| Peringkat | Emiten | Kode | Net Buy Asing |
|---|---|---|---|
| 1 | Bank Central Asia | BBCA | Rp 698,2 miliar |
| 2 | Bank Mandiri | BMRI | Rp 374,8 miliar |
| 3 | Bank Rakyat Indonesia | BBRI | Rp 267,6 miliar |
| 4 | Telkom Indonesia | TLKM | Rp 76,3 miliar |
| 5 | Bank Syariah Indonesia | BRIS | Rp 29,1 miliar |
| 6 | Bukit Uluwatu Villa | BUVA | Rp 21,4 miliar |
| 7 | Bumi Resources | BUMI | Rp 16,1 miliar |
| 8 | Indofood CBP | ICBP | Rp 11,8 miliar |
| 9 | Aneka Tambang | ANTM | Rp 10,9 miliar |
| 10 | Barito Pacific | BRPT | Rp 8,7 miliar |
Jarak nilai antara peringkat ketiga dan keempat cukup lebar. TLKM hanya tercatat Rp 76,3 miliar, jauh di bawah BBRI.
Pemisahan Transaksi Reguler versus Negosiasi

Di pasar reguler, asing mencatat beli bersih Rp 725,1 miliar. Sebaliknya, pasar negosiasi dan tunai justru mencatat net sell Rp 86,5 miliar.
Setelah saling hapus, net buy asing di seluruh pasar berada di kisaran Rp 638,5 miliar. Optimaise News mencatat pemisahan jalur itu penting agar pembaca tidak menyamakan seluruh aliran asing sebagai satu paket seragam.
Breadth Pasar dan Volume Perdagangan Harian
Breadth pasar relatif positif: 363 saham menguat, 274 melemah, dan 328 stagnan. Total nilai transaksi bursa mencapai Rp 16,3 triliun.
Penguatan IHSG 1,1% ditopang akumulasi di saham big-cap perbankan. Jumlah saham stagnan yang masih tinggi menandakan partisipasi belum merata di seluruh papan.
Posisi Saham Non-Bank dalam Radar Asing
TLKM menjadi satu-satunya non-bank di empat besar net buy. Di bawahnya, BRIS, properti wisata BUVA, batubara BUMI, konsumer ICBP, ANTM, dan BRPT masuk daftar sepuluh besar.
Keberadaan emiten tambang dan konsumer di radar asing menunjukkan minat selektif di luar bank. Nilai serapannya tetap jauh lebih kecil dibanding big three perbankan.
FAQ
Berapa net buy asing di BBCA, BMRI, dan BBRI pada 17 Juli 2026?
BBCA mencatat Rp 698,2 miliar, BMRI Rp 374,8 miliar, dan BBRI Rp 267,6 miliar berdasarkan data Stockbit.
Di level berapa IHSG ditutup saat akumulasi itu terjadi?
IHSG ditutup di 6.175,5 setelah naik 67,3 poin atau 1,1% pada Jumat, 17 Juli 2026.
Apakah semua aliran asing berada di pasar reguler?
Tidak. Net buy reguler Rp 725,1 miliar diimbangi net sell di pasar negosiasi dan tunai senilai Rp 86,5 miliar.
Saham non-bank mana yang ikut diserap asing?
TLKM memimpin non-bank dengan Rp 76,3 miliar, diikuti BRIS, BUVA, BUMI, ICBP, ANTM, dan BRPT dalam sepuluh besar.







