Jakarta, Optimaise News – Mikel Arteta mengaku kecewa setelah Arsenal kalah 2-3 dari Borussia Dortmund dalam laga pramusim Emirates Cup di Emirates Stadium, London, Minggu (9/8/2026) malam WIB. Gol terlambat Gabriel Martinelli dianulir wasit karena offside, skor normal time tetap merugikan The Gunners, meski mereka menang adu penalti 5-4.
Inti artikel
- Babak pertama laga arsenal vs dortmund di Emirates langsung diliputi tekanan
- Konstantinos Karetsas menggandakan skor di menit ke-29
- Dia menggiring dari tengah lapangan, mendekati kotak penalti dengan leluasa, dan melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok atas
Menurut rangkuman Optimaise News dari keterangan pelatih, hasil itu terasa menyakitkan meski berstatus uji coba. Arsenal juga menelan kekalahan pramusim kedua beruntun usai sebelumnya kalah dari Real Betis, menjelang Community Shield kontra Manchester City pada 16 Agustus 2026.
Arsenal Tertinggal 2-0 di Babak Pertama vs Dortmund
Babak pertama laga arsenal vs dortmund di Emirates langsung diliputi tekanan. Samuele Inacio membuka keunggulan Dortmund di menit ke-7 setelah menerima bola terobosan Felix Nmecha, lalu mengalahkan Kepa Arrizabalaga dengan tembakan ke sudut bawah.
Konstantinos Karetsas menggandakan skor di menit ke-29. Dia menggiring dari tengah lapangan, mendekati kotak penalti dengan leluasa, dan melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok atas. Barisan belakang Arsenal yang biasa solid saat juara Liga Inggris 2025-2026 tampak longgar.
Susunan awal The Gunners menempatkan Kepa Arrizabalaga di gawang, Ben White, Cristhian Mosquera, Gabriel, dan Riccardo Calafiori di belakang, dengan Martin Odegaard, Myles Lewis-Skelly, Kai Havertz, Max Dowman, Christos Tzolis, serta Viktor Gyokeres di depan. Dortmund mengandalkan Alexander Meyer, Joane Gadou, Jobe Bellingham, dan line-up ofensif yang sigap memanfaatkan ruang.
Comeback Arsenal Terhenti di Menit Terakhir Normal Time

Babak kedua memberi napas bagi tuan rumah. Christos Tzolis membawa bola ke kotak penalti lalu mengirim umpan ke depan gawang yang diselesaikan Ethan Nwaneri di menit ke-54, sehingga skor jadi 1-2. Empat menit kemudian Joane Gadou mencetak gol dari situasi sepak pojok, membuat Dortmund unggul 3-1.
Arsenal mendapat penalti di menit ke-69 setelah pelanggaran terhadap Tzolis. Viktor Gyokeres mengeksekusi dingin dan mengubah angka menjadi 2-3. Di injury time Martinelli sempat membobol gawang Dortmund, tetapi wasit menganulir karena offside. Itulah poin yang membedakan rapor pramusim ini dari sekadar rekap skor.
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, Arteta menekankan bahwa lini belakang kebobolan beberapa gol buruk. Dia bilang pemain butuh lebih banyak menit bermain dan ritme, serta tanggung jawab memperbaiki pertahanan adalah urusan bersama. Referensi pertemuan tua seperti arsenal vs dortmund 2019 atau arsenal vs dortmund 2018 malam ini tak lagi relevan: yang penting kesiapan fisik dan densitas skuad jelang musim 2026/2027.
Drama Adu Penalti Arsenal Menang 5-4 dari Dortmund
Format Emirates Cup meneruskan laga ke adu penalti meski Dortmund menang di waktu normal. Arsenal menang 5-4. Kiper yang masuk di babak kedua, Illan Meslier, dinilai berharga saat menggagalkan tembakan penentu Mathis Albert dari sisi Dortmund.
Sesi penalti itu memberi hiburan bagi penggemar setia, tapi tidak menghapus alarm Arteta soal cara bersaing. Dia menyebut hasil pramusim, apa pun sebutannya, tetap menyakitkan. Skuad belum lengkap karena sejumlah pemain masih pulih pasca kompetisi internasional, sementara rekrutan baru seperti Bruno Guimaraes masih dalam fase penyesuaian pramusim.
Setelah duel ini Arsenal dijadwalkan menghadapi Como 1907 pada Kamis (13/8/2026), lalu Community Shield kontra Manchester City di Stadion Millennium, Cardiff, Minggu (16/8/2026). Konteks dampaknya jelas: kerapuhan bela diri yang terungkap di Emirates harus cepat diperbaiki bila The Gunners ingin bertahan di Liga Inggris dan tampil meyakinkan di jalur uefa champions league arsenal vs dortmund masa depan.







