Torsi 900 Nm, bobot 298 kg, dan identitas visual wayang jadi bekal utama Surasakti AF-06 dari Arjuna EV UGM. Mobil formula listrik generasi ke-14 ini disiapkan untuk menantang Formula SAE Japan 2026 dengan spek yang matang.
Inti artikel
- Torsi 900 Nm, bobot 298 kg, dan identitas visual wayang jadi bekal utama Surasakti AF-06 dari Arjuna EV UGM
- Mobil formula listrik generasi ke-14 ini disiapkan untuk menantang Formula SAE Japan 2026 dengan spek yang matang
- Peluncuran digelar di Joglo GIK UGM pada 17 Juli 2026
Peluncuran digelar di Joglo GIK UGM pada 17 Juli 2026. Optimaise News mencatat spek buas itu langsung jadi perbincangan komunitas otomotif kampus. Kombinasi tenaga besar dan bobot ringan menjadi andalan utama tim mahasiswa.
Surasakti AF-06: Angka Performa Kunci yang Ditargetkan di Lintasan
Surasakti AF-06 dibekali daya puncak 104,6 hp. Torsi 900 Nm membuat akselerasi 0-100 km/jam hanya 4,3 detik. Bobot total dikontrol ketat di angka 298 kg agar tetap lincah.
Downforce aerodinamika mencapai 350 N. Angka itu membantu mobil menempel di aspal saat menikung kencang. Tim merancang spek khusus agar cocok dengan lintasan Formula Student yang menuntut kelincahan sekaligus kestabilan.
Kombinasi tenaga dan bobot ringan membedakan Surasakti AF-06 dari pendahulunya. Efisiensi energi juga digarap agar baterai mendukung putaran panjang. Hasilnya mobil siap bersaing di level kompetisi Asia.
Distribusi berat dan center of gravity rendah diuji berulang di simulator. Setiap angka dioptimasi agar handling tetap stabil di kecepatan tinggi. Target performa konsisten jadi fokus utama sebelum berangkat ke Jepang.
Identitas Visual Surasakti AF-06 dari Karakter Pewayangan Arjuna

Nama dan livery Surasakti AF-06 diambil dari tokoh wayang Arjuna. Desain visual digarap bersama Gabriel Joseph dari Universitas Esa Unggul. Sentuhan budaya Jawa memberi wajah khas di antara mobil formula mahasiswa se-Asia.
Motif livery mencerminkan Arjuna yang tangguh dan bijaksana. Tim ingin mobil tak hanya cepat, tapi juga membawa narasi Indonesia ke kancah global. Kolaborasi lintas kampus menghasilkan estetika yang memikat juri dan penonton.
Pemilihan unsur wayang bukan sekadar hiasan. Ia jadi simbol semangat juang dan kearifan lokal yang dibawa mahasiswa UGM. Surasakti AF-06 tampil beda dan mudah dikenali di pit maupun lintasan.
Pengembangan Komponen Elektronik Surasakti AF-06 Secara Mandiri

Sistem manajemen baterai (BMS), unit kontrol kendaraan (VCU), unit distribusi daya (PDU), serta Pit Monitoring dibuat sepenuhnya in-house. Tim Arjuna EV UGM tidak bergantung pada modul impor mahal. Langkah ini tunjukkan kematangan riset elektronik di tingkat mahasiswa.
Setiap komponen diuji berulang di laboratorium kampus. Desain disesuaikan dengan torsi tinggi dan kebutuhan bobot ringan. Proses mandiri mempercepat perbaikan sekaligus menekan biaya pengembangan.
Dengan elektronik buatan sendiri, penyesuaian di pit jadi lebih cepat. Mahasiswa bisa mengoptimasi performa secara langsung saat kompetisi. Keunggulan ini jadi modal berharga untuk Formula SAE Japan 2026.
Sinergi Seni Teknik dan Kerja Tim Mahasiswa Arjuna EV
Proyek Surasakti AF-06 melibatkan mahasiswa lintas jurusan. Teknik mesin, elektro, desain produk, hingga seni visual bekerja bahu-membahu. Kolaborasi itu menghasilkan mobil seimbang antara performa teknis dan keindahan visual.
Dari sketsa awal hingga perakitan akhir, koordinasi intensif jadi kunci. Rapat mingguan, uji coba malam, dan evaluasi data jadi rutinitas. Semangat gotong royong kampus terlihat di setiap detail mobil.
Kerja sama dengan desainer dari Esa Unggul memperkaya aspek seni. Inti teknologi tetap di tangan mahasiswa UGM. Sinergi itu membuktikan inovasi hebat lahir dari kerja tim solid, bukan kerja solo.
Target Kompetisi Surasakti AF-06 di Formula SAE Japan 2026
Target utama Surasakti AF-06 adalah berlaga di Formula SAE Japan 2026. Ajang bergengsi itu menjadi panggung mobil formula mahasiswa se-Asia. Tim Arjuna EV UGM ingin unjuk kemampuan terbaik di sana.
Persiapan intensif sudah dimulai sejak peluncuran. Uji dinamis, kalibrasi elektronik, dan latihan pit stop digelar rutin. Dengan torsi 900 Nm dan bobot 298 kg, mereka optimistis bisa bersaing ketat.
Kehadiran di Jepang juga jadi ajang unjuk kemampuan riset UGM di kancah global. Optimaise News menilai Surasakti AF-06 sebagai bukti mahasiswa Indonesia mampu ciptakan teknologi canggih berakar budaya lokal.
Tanya Jawab Seputar Surasakti AF-06 Arjuna EV
Apa spesifikasi utama Surasakti AF-06? Daya puncak 104,6 hp, torsi 900 Nm, bobot 298 kg, akselerasi 0-100 km/jam 4,3 detik, dan downforce 350 N.
Kapan dan di mana Surasakti AF-06 diluncurkan? Peluncuran digelar 17 Juli 2026 di Joglo GIK Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Komponen apa saja yang dibuat mandiri oleh tim? BMS, VCU, PDU, dan sistem Pit Monitoring dikembangkan sepenuhnya in-house oleh mahasiswa Arjuna EV.
Siapa yang merancang identitas visual livery wayang? Desain visual digarap bersama Gabriel Joseph dari Universitas Esa Unggul berdasarkan tokoh pewayangan Arjuna.







