Hive Moderation mendeteksi video Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos yang seolah mendukung program bantuan dana pensiun Menteri Keuangan sebagai deepfake murni. Analisis mendapati 94,5 persen konten visual dan 99,3 persen audio dihasilkan kecerdasan buatan, menyalahgunakan foto keluarga asli dari Instagram. Video itu diunggah akun Facebook pada 15 Juli 2026 dan segera menyebar di media sosial.
Inti artikel
- Video itu diunggah akun Facebook pada 15 Juli 2026 dan segera menyebar di media sosial
- Temuan ini memicu kewaspadaan karena memanfaatkan momen keluarga pribadi
- Optimaise News menelusuri bahwa tidak ada pernyataan resmi sang gubernur terkait program tersebut
Temuan ini memicu kewaspadaan karena memanfaatkan momen keluarga pribadi. Optimaise News menelusuri bahwa tidak ada pernyataan resmi sang gubernur terkait program tersebut. Caption video justru mengarah ke tautan WhatsApp mencurigakan untuk pendaftaran palsu.
Hive Moderation Temukan Video dan Suara Hampir 100% Buatan AI
Tim Hive Moderation memindai unggahan Facebook tersebut dengan alat deteksi mutakhir. Hasilnya jelas: skor 94,5 persen untuk video dan 99,3 persen untuk audio menandakan hampir seluruh elemen adalah buatan mesin. Suara yang mirip Sherly dihasilkan model sintesis suara tanpa rekaman asli.
Pola ini umum dipakai pelaku hoaks untuk meniru pejabat. Deteksi Hive membedakan gerakan bibir dan tekstur kulit yang tidak natural. Temuan tersebut mematahkan klaim keaslian video sejak awal beredar.
Visual Dicuri dari Unggahan Instagram Keluarga Februari 2025

Gambar di video cocok persis dengan foto di akun Instagram @s_tjo pada 21 Februari 2025. Foto asli menampilkan Sherly bersama tiga anaknya di ruang kerja rumah. Caption asli membahas momen keluarga dan mengenang mendiang suami, tanpa unsur politik atau program pemerintah.
Pelaku deepfake memotong dan menganimasikan wajah serta gerakan tubuh dari unggahan pribadi itu. Latar ruang kerja diubah sedikit agar tampak seperti siaran resmi. Penyalahgunaan foto keluarga ini memperlihatkan risiko privasi pejabat di media sosial.
Tautan WhatsApp Caption Arahkan ke Pendaftaran Mencurigakan

Caption video menyertakan tautan wa.me/6282379007327 yang mengajak warga mendaftar program pensiun. Nomor tersebut tidak terkait instansi resmi Kementerian Keuangan atau Pemprov Maluku Utara. Pengguna yang mengklik diarahkan ke percakapan otomatis meminta data pribadi.
Pola serupa kerap dipakai penipuan daring berbalut isu sosial. Hive dan pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi tautan itu sebagai pintu masuk penipuan. Warga disarankan menghindari klik dan melaporkan unggahan sejenis.
Tidak Ada Bukti Dukungan Resmi terhadap Program Pensiunan
Hingga kini tidak ditemukan siaran pers, unggahan resmi, atau pernyataan Sherly Tjoanda Laos yang mendukung program bantuan dana pensiun Menkeu. Akun media sosial Pemprov Maluku Utara dan kementerian juga kosong dari topik itu. Klaim di video semata-mata fabrikasi untuk menarik perhatian dan data warga.
Sherly menjabat Gubernur Maluku Utara dan aktif di media sosial untuk isu daerah. Optimaise News menekankan bahwa pejabat daerah biasanya mengeluarkan dukungan lewat kanal resmi, bukan video viral tanpa verifikasi. Absennya bukti memperkuat status hoaks.
Ciri Deepfake yang Perlu Diwaspadai di Media Sosial
Deepfake pejabat sering menampilkan gerakan bibir tidak sinkron dan pencahayaan aneh di wajah. Skor deteksi di atas 90 persen seperti kasus ini menjadi sinyal kuat. Caption berisi tautan WhatsApp atau formulir mendesak juga patut dicurigai.
Periksa sumber asli foto di Instagram atau akun resmi. Bandingkan dengan unggahan lama pejabat. Laporkan konten ke platform dan verifikasi lewat situs cek fakta tepercaya sebelum membagikan.
Tanya Jawab Seputar Deepfake Video Sherly
Apakah video dukungan Gubernur Sherly terhadap program pensiun Menkeu asli? Tidak. Hive Moderation memastikan 94,5 persen video dan 99,3 persen audio buatan AI. Tidak ada bukti dukungan resmi dari sang gubernur.
Dari mana visual di video deepfake itu diambil? Visual dicuri dari foto Instagram @s_tjo tanggal 21 Februari 2025 yang menampilkan Sherly bersama tiga anak di ruang kerja. Caption asli hanya membahas keluarga.
Apa yang harus dilakukan jika menerima tautan serupa? Jangan klik tautan WhatsApp di caption. Laporkan unggahan dan cek akun pejabat resmi. Data pribadi bisa disalahgunakan untuk penipuan.







