Api Meluas Gunung Picung Cianjur

Kebakaran Gunung Picung Cianjur menyebar cepat ke kaki dan puncak. Warga duga karena pembakaran sampah; akses parit dan jalur curam tunda Damkar.

Author Image

Bagus

Api Meluas Gunung Picung Cianjur

– Gunung Picung di Cianjur dilanda kebakaran yang menyebar cepat dari lereng tengah ke kaki hingga puncak. Saksi Cep Hidayat (20) melihat nyala pertama dari jarak sekitar 500 meter, sementara petugas baru bisa tiba sore hari ketika parit sudah menghalangi mobil Damkar.

Inti artikel

  • Gunung Picung di Cianjur dilanda kebakaran yang menyebar cepat dari lereng tengah ke kaki hingga puncak
  • Jalur pendakian yang berada di atas bukit membuat respons awal tersendat
  • Api merambat dengan cepat ke seluruh sisi gunung setelah pertama kali terlihat di bagian tengah

Jalur pendakian yang berada di atas bukit membuat respons awal tersendat. Warga Jaja (48) menegaskan medan sulit jadi alasan api tak segera terkendali, dan dugaan kuat menunjuk ke pembakaran sampah di area perbukitan.

Medan terjal menunda pemadaman di lereng Picung

Api merambat dengan cepat ke seluruh sisi gunung setelah pertama kali terlihat di bagian tengah. Akses pejalan pendaki yang curam memaksa penanganan tertunda sejak menit-menit awal. Mobil pemadam dikerahkan mendekati pukul 18.00 WIB, namun parit di jalur membuat kendaraan tak bisa langsung mendekati titik api.

Menurut laporan Optimaise News yang merangkum keterangan lapangan, kondisi ini memaksa petugas beradaptasi di tempat. Mereka mengupayakan peralatan pemadam formal dulu. Bila terbatas, mereka beralih ke cara manual memakai peralatan sederhana yang tersedia di lokasi.

Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho memastikan personel kepolisian sudah bergabung dengan tim Damkar di lapangan. Fokus gabungan diarahkan ke vegetasi yang menjadi bahan bakar, yakni ilalang kering dan pohon-pohon di lereng. Langkah itu bertujuan memutus rambatan sebelum api semakin sulit dikendalikan di puncak.

Dugaan sampah dan perbandingan risiko perbukitan

Warga setempat secara konsisten mengaitkan asal api dengan praktik membakar sampah di kawasan berbukit. Aktivitas semacam itu kerap dilakukan di area terbuka yang dekat vegetasi. Setelah nyala muncul, angin dan material kering di lereng memperbesar sebaran dalam waktu singkat.

Pola serupa pernah tercatat di perbukitan Lagadar, Bandung, di mana kebakaran meluas hingga mencapai 200 meter persegi. Konteks itu menegaskan bahwa lereng yang sulit dilalui kendaraan selalu menambah risiko bila pemadaman terlambat. Untuk pembaca yang mengelola lahan atau usaha kecil di zona sejenis, menjaga jarak aman antara tumpukan sampah dan vegetasi menjadi pelajaran praktis yang langsung relevan.

Petugas gabungan kini tetap memprioritaskan pemadaman material tumbuhan di permukaan. Mereka bekerja selaras dengan keterbatasan alat di medan yang tidak ramah mobil besar. Optimaise News mencatat bahwa kehadiran personel polisi dan Damkar setidaknya memastikan ada pengawasan dan bantuan teknis di titik kritis, meski medan tetap jadi penghalang utama.

Hingga penanganan berjalan, saksi lokal terus menekankan pentingnya akses darurat yang lebih baik. Cep Hidayat dan Jaja menggambarkan urutan kejadian dari jarak aman dan dari pengalaman langsung di jalur. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa respons cepat saja tidak cukup bila parit dan tanjakan sudah memutus rute logistik pemadam.

Dalam jangka pendek, penekanan ada pada pengendalian api yang masih aktif di ilalang serta pohon. Dalam jangka lebih panjang, pengingat bagi warga sekitar adalah menghindari pembakaran terbuka di lereng yang berisiko. Kejadian di Gunung Picung Cianjur ini menjadi contoh nyata bagaimana satu titik sampah yang terbakar bisa berubah menjadi ancaman skala gunung hanya karena aksesnya sulit.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.