Jakarta, Optimaise News – Gedung Bapenda di kawasan Jakarta Pusat dilalap api Jumat malam, 7 Agustus 2026. Petugas menerima laporan sekitar pukul 21.30 WIB dan fokus awal mengarah ke ruang server di lantai 11.
Inti artikel
- Gedung Bapenda di kawasan Jakarta Pusat dilalap api Jumat malam, 7 Agustus 2026
- Petugas menerima laporan sekitar pukul 21.30 WIB dan fokus awal mengarah ke ruang server di lantai 11
- Total 30 unit mobil pemadam serta 185 personel dikerahkan, termasuk tiga unit bronto skylift untuk menjangkau titik tinggi
Total 30 unit mobil pemadam serta 185 personel dikerahkan, termasuk tiga unit bronto skylift untuk menjangkau titik tinggi. Proses memakan hampir lima jam sebelum tahap pendinginan dimulai, sementara satu warga berinisial G (30) sempat sesak napas dan dievakuasi selamat ke RS Tarakan.
Langkah Gulkarmat jaga lantai 10 agar api tak merambat
Triyanto, Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Pusat, menegaskan skala penanganan besar karena bangunan bertingkat. Tiga bronto skylift diarahkan khusus ke zona atas agar aliran air tepat sasaran. Bayu Meghantara, Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta, menjelaskan pemadaman sengaja diperlambat di area lantai 10. Tujuannya mencegah jalaran ke bawah yang bisa memperluas kerusakan struktural.
Angin kencang beberapa kali membesarkan kembali kobaran. Tim harus menyesuaikan posisi nozzle dan menambah pasukan cadangan. Strategi ini membuat durasi kerja lebih panjang dibanding kebakaran sejenis di bangunan lebih rendah. Optimaise News mencatat pola penanganan berlapis ini penting bagi warga yang tinggal atau berkantor di tower sejenis.
Penyisiran lantai 12 berlanjut dini hari

Setelah api utama redup, personel terus menyisir hingga lantai 12. Kegiatan ini berlanjut ke Sabtu, 8 Agustus 2026, dini hari untuk memastikan sisa bara tidak muncul lagi. Pendinginan baru dimulai usai hampir lima jam upaya pemadaman aktif. Tim memeriksa instalasi listrik dan ventilasi server agar risiko smoldering minimal.
Lokasi di Jalan Abdul Muis nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, memudahkan akses armada dari beberapa pos terdekat. Namun lalu lintas malam dan struktur vertikal tetap menjadi tantangan logistik. Warga di sekitar diminta menjauh saat asap tebal menyelimuti area. Evakuasi G dilakukan cepat setelah ia mengalami gangguan napas dari asap.
Dampak praktis bagi layanan dan warga sekitar

Kebakaran yang berpusat di ruang server berpotensi mengganggu sistem data lokal sementara. Namun fakta lapangan menekankan prioritas keselamatan jiwa lebih dulu. Satu korban sudah tertangani di RS Tarakan tanpa laporan luka serius tambahan. Untuk UMKM atau warga yang biasa mengurus dokumen pajak di kantor tersebut, pantau pengumuman resmi terkait sementara layanan dialihkan.
Bayu menekankan bahwa embusan angin memperpanjang waktu. Setiap kali api membesar, personel mengatur ulang formasi. Pendekatan hati-hati di lantai 10 melindungi sisa gedung. Optimaise News menyoroti bahwa respons bertahap seperti ini menjadi acuan bagi kesiapsiagaan hunian dan perkantoran tinggi di Jakarta Pusat.
Penyisiran dini hari memastikan tidak ada titik panas tersisa. Petugas juga mengecek koridor dan tangga darurat. Warga yang sempat mendengar ledakan kecil atau melihat asap diminta melapor jika menemukan barang mencurigakan. Seluruh angka personel dan armada bersumber langsung dari keterangan Gulkarmat tanpa penambahan spekulasi.
Ringkasan waktu kejadian dan status korban
Laporan masuk pukul 21.30 WIB. Pemeriksaan sementara menempatkan sumber di ruang server lantai 11. Hampir lima jam kemudian pendinginan digelar. Penyisiran berlanjut ke lantai 12 hingga dini hari. Korban G (30) mengalami sesak napas, dievakuasi, dan dinyatakan selamat di RS Tarakan.
Tidak ada data tambahan tentang kerusakan server atau estimasi kerugian material dalam keterangan resmi. Fokus tetap pada pengamanan jiwa dan pencegahan jalaran. Warga dianjurkan menyiapkan jalur evakuasi pribadi jika tinggal di bangunan serupa. Informasi lanjutan menunggu hasil penyelidikan formal pasca pendinginan total.







