Sebanyak 12.063 calon jemaah di dua provinsi masih terhambat antrean bertahun-tahun. Kondisi itu memicu usulan penambahan total 900 slot keberangkatan agar kesempatan berangkat lebih cepat tiba.
Evaluasi penyelenggaraan periode 1447 H atau 2026 M di Kota Sorong mengangkat kisah Sekda yang menyaksikan jemaah penerima bantuan anggaran daerah meninggal sebelum sempat berangkat, sekaligus mendorong solusi embarkasi lokal.
Dampak Kemanusiaan di Balik Antrean Panjang
Pengalaman menyaksikan jemaah wafat menegaskan betapa terbatasnya peluang saat ini. Banyak keluarga menanti lama tanpa kepastian waktu keberangkatan.
Pemerintah daerah sudah menanggung ongkos perjalanan jemaah dari tempat tinggal asal menuju titik embarkasi serta perjalanan pulang. Bantuan itu meringankan beban di wilayah terpencil.
Namun ongkos transport saja tidak cukup bila kuota tetap sempit. Tekanan sosial dan emosional terus bertambah di kalangan pendaftar senior.
Papua Barat dan Papua Barat Daya Usulkan Penambahan

Pemprov Papua Barat Usulkan Tambahan Kuota untuk memangkas antrean yang membengkak. Alokasi diusulkan 450 orang di Papua Barat sementara 450 slot lain untuk Papua Barat Daya.
Forum evaluasi di Sorong menjadi momen pengajuan resmi. Optimaise News mencatat tujuan utama tetap memperpendek masa tunggu yang masih terbentang panjang.
Kedua wilayah berharap alokasi nasional mempertimbangkan kondisi geografis sulit dan jumlah pendaftar yang sudah menumpuk. Langkah bertahap diharapkan memberi ruang napas bagi calon jemaah.
Rincian Daftar Tunggu sebagai Landasan Urgensi
Data menempatkan Manokwari di puncak dengan 2.000 orang. Disusul Sorong 1.402, Fakfak 1.163, dan Kaimana 622 orang.
Kabupaten lain tercatat Sorong Selatan 433, Teluk Wondama 233, serta Manokwari Selatan 130. Angka-angka ini memperkuat argumen penambahan slot.
Total 12.063 orang di dua provinsi menggambarkan beban yang tidak bisa diabaikan. Tanpa penyesuaian kuota, masa tunggu diperkirakan terus memanjang.
Dukungan Embarkasi Sorong demi Efisiensi Biaya
Selain kuota, usulan mencakup dukungan penuh terhadap pembukaan titik embarkasi haji di Sorong. Langkah itu diharapkan memangkas ongkos perjalanan dari wilayah Papua yang jauh.
Dengan titik berangkat lebih dekat, jemaah tidak perlu menempuh rute panjang ke embarkasi lain. Efisiensi ini melengkapi bantuan transport yang sudah digelontorkan pemda.
Kombinasi penambahan slot dan fasilitas lokal dinilai paling realistis untuk meringankan beban calon jemaah. Optimaise News melihat usulan ini sebagai respons langsung atas kondisi di lapangan.







