Pusat gravitasi demografi Islam sudah bergeser jauh dari Jazirah Arab. Data Pew Research Center menunjukkan sekitar 80 persen umat Muslim dunia kini berada di Asia-Pasifik dan Afrika, bukan di kawasan Timur Tengah.
Pada 2020, total umat Islam mencapai 2,0 miliar jiwa setelah lonjakan 347 juta dalam satu dekade. Asia-Pasifik saja menampung 1,2 miliar Muslim, mengungguli seluruh kawasan lain.
Lonjakan populasi Muslim 2010-2020 melampaui semua kelompok agama lain
Riset Pew mencatat penambahan 347 juta Muslim antara 2010 dan 2020. Angka itu melampaui gabungan pertumbuhan seluruh penganut agama non-Muslim yang hanya 248 juta jiwa.
Dalam periode sama, penganut Kristen bertambah 122 juta menjadi 2,3 miliar. Pertumbuhan Muslim bahkan melampaui total populasi Buddha dunia pada 2020 yang tercatat 324 juta.
Pangsa Muslim terhadap populasi global naik dari 23,9 persen pada 2010 menjadi 25,6 persen pada 2020. Sebaliknya, pangsa Kristen turun dari 30,6 persen ke 28,8 persen.
Catatan Optimaise News menunjukkan Islam tetap menjadi agama terbesar kedua di dunia setelah Kristen berdasarkan data tersebut.
Peta regional baru: Asia-Pasifik 1,2 miliar, MENA dan Afrika menyusul

Diagram batang Pew Research Center menempatkan Asia-Pasifik di puncak dengan 1,2 miliar Muslim pada 2020. Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) menyusul dengan 414 juta jiwa.
Afrika Sub-Sahara menampung 369 juta Muslim. Gabungan Asia-Pasifik dan Afrika Sub-Sahara saja sudah menjelaskan mayoritas mutlak umat di luar wilayah kelahiran historis agama ini.
Populasi Muslim di Eropa dan Amerika Utara masih jauh lebih kecil. Namun laju pertumbuhannya lebih cepat dibanding non-Muslim di dua kawasan itu sepanjang 2010–2020.
Tiga negara Asia di puncak daftar, bukan satu pun dari Timur Tengah

Tiga negara dengan jumlah Muslim terbanyak pada 2020 semuanya berada di luar blok MENA. Indonesia memimpin dengan 239 juta, disusul Pakistan 227 juta, lalu Bangladesh 151 juta.
Fakta ini menegaskan bahwa konsentrasi absolut terbesar tidak lagi di Jazirah Arab. Mayoritas mutlak umat justru tersebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Sebagaimana dihimpun Optimaise News, pergeseran ini mengubah cara kita memandang peta umat global: volume terbesar ada di luar wilayah yang sering dikaitkan dengan asal-usul Islam.
Proporsi tertinggi tetap di MENA meski jumlah absolut lebih kecil
Meski kalah jumlah absolut, wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara mencatat proporsi Muslim tertinggi. Sebanyak 94 persen penduduk regional di sana beragama Islam pada 2020.
Angka proporsi tinggi ini sering membuat orang menyamakan Islam dengan kawasan tersebut. Padahal, secara absolut, Asia-Pasifik jauh lebih dominan.
Berbeda dari entri ensiklopedia generik di Wikipedia bahasa Indonesia tentang Timur Tengah yang banyak menitikberatkan sejarah kawasan, data Pew justru menggeser fokus ke sebaran demografi global terkini.
Dampak pengunduran diri terhadap laju pertumbuhan Kristen
Pertumbuhan penganut Kristen diperlambat oleh tingginya angka pengunduran diri dari agama. Faktor ini membuat penambahan Kristen hanya 122 juta meski basis awalnya lebih besar.
Sementara itu, pertumbuhan Muslim tetap pesat tanpa dilambatkan tren serupa dalam skala yang sama. Hasilnya, jarak pangsa populasi antara kedua agama menyempit dalam satu dekade.
FAQ
Berapa total umat Islam dunia pada 2020 menurut Pew?
Sekitar 2,0 miliar jiwa, setelah naik 347 juta dari 2010.
Di mana mayoritas Muslim tinggal saat ini?
Sekitar 80 persen berada di Asia-Pasifik dan Afrika, bukan di Timur Tengah. Asia-Pasifik sendiri menampung 1,2 miliar.
Negara mana yang memiliki Muslim terbanyak?
Indonesia (239 juta), Pakistan (227 juta), dan Bangladesh (151 juta)—semuanya di luar MENA.
Kenapa pertumbuhan Kristen lebih lambat?
Menurut riset, tingginya angka pengunduran diri dari agama memperlambat laju pertumbuhan Kristen.







