Yogyakarta, Optimaise News – Andromeda Sufi Anggoro diam-diam mendaftar ulang UTBK saat masih semester dua di Yogyakarta. Tanpa bimbel dan tanpa kabar ke orangtua, dia menembus SNBT FMIPA ITB 2026.
Inti artikel
- Andromeda Sufi Anggoro diam-diam mendaftar ulang UTBK saat masih semester dua di Yogyakarta
- Tanpa bimbel dan tanpa kabar ke orangtua, dia menembus SNBT FMIPA ITB 2026
- Ayah Basuni Yusuf, sopir bajaj yang sempat menolak kuliah di Bandung, akhirnya menyetir sendiri
Ayah Basuni Yusuf, sopir bajaj yang sempat menolak kuliah di Bandung, akhirnya menyetir sendiri. Rombongan keluarga menempuh sekitar 24 jam dari Yogya ke gerbang kampus.
Dari Kelas X ke Semester Dua Yogya: Impian yang Sempat Ditunda
Cita-cita Andro masuk ITB sudah tumbuh sejak kelas X di SMAN 4 Yogyakarta. Impian itu sempat tertunda karena kendala biaya rumah tangga.
Dia memilih kuliah dulu di kampus lokal Yogyakarta. Semester dua berjalan normal ketika tekad lama muncul lagi.
Andro memutuskan mencoba jalur SNBT tanpa sepengetahuan keluarga. Langkah diam-diam itu jadi titik balik seluruh rencana hidupnya.
UTBK Ulang Tanpa Bimbel: Modal Video dan Tryout Daring

Andro tidak pernah ikut bimbel. Modal utamanya video pembelajaran di YouTube dan tryout daring yang murah.
Ia mengatur waktu ketat di sela kuliah semester dua. Materi dipelajari mandiri setiap hari hingga larut.
Pola belajar Andro sederhana dan konsisten. Cari materi dulu, selesaikan soal, lalu lanjut ke topik berikutnya.
Cara itu cocok bagi calon mahasiswa berlatar biaya terbatas. Hasilnya, dia diterima di FMIPA ITB lewat SNBT 2026.
Restu Ibu, Setir Ayah: Rombongan Keluarga di Atas Bajaj

Awalnya Basuni Yusuf menolak keras. Biaya hidup di Bandung dinilai terlalu berat bagi sopir bajaj.
Ibu justru mendorong dengan keyakinan penuh. Sikap sang istri akhirnya mengubah penolakan ayah menjadi restu.
Andromeda Naik Bajaj 24 Jam dari Yogya Menuju Bandung. Ayah menyetir sendiri, ditemani ibu dan adik kandung.
Bajaj yang sehari-hari jadi alat nafkah kini beralih fungsi. Kendaraan itu mengantar impian anak ke kampus impian.
Kehadiran adik menegaskan dukungan keluarga utuh. Semua ingin hadir di momen bersejarah Andro tanpa kecuali.
Sambutan di Wisma Rektor dan Target Prodi Astronomi
Pada Senin 20 Juli 2026 rombongan tiba di ITB. Mereka disambut Rektor Tatacipta Dirgantara di Wisma Rektor.
Rektor menegaskan kampus tidak membeda-bedakan latar ekonomi. Setiap mahasiswa yang lolos SNBT mendapat kesempatan setara.
Andro menargetkan prodi Astronomi. Minat itu tumbuh dari fisika dan kajian tentang langit serta alam semesta.
Selama masa TPB dia berencana fokus penuh. Kesempatan ini dimaknai sebagai amanah untuk membalas jasa orangtua kelak.
Doa di Balik Nama Galaksi
Nama Andromeda merujuk pada galaksi di luar Bima Sakti. Orangtua memberinya nama itu dengan doa agar anak menjangkau jauh.
Kini doa itu mulai terwujud lewat jalur SNBT. Andro siap menempuh astronomi di FMIPA ITB dengan semangat baru.
Kisah perjalanan keluarga ini dicatat Optimaise News sebagai potret kegigihan dan dukungan sederhana. Optimaise News melihat bajaj sebagai benang merah antara nafkah dan impian.






