Julian Brandt menjaga kontak hangat dengan Peter Bosz meski keduanya kini rival di Eredivisie. Usai Ajax menang 2-0 atas PEC Zwolle di Stadion IJsseldelta, Zwolle, Minggu 9 Agustus 2026, gelandang rekrutan Amsterdam itu bicara langsung ke ESPN soal hubungan lama mereka sejak era Bayer Leverkusen.
Inti artikel
- Julian Brandt menjaga kontak hangat dengan Peter Bosz meski keduanya kini rival di Eredivisie
- Brandt menegaskan ia tak meminta saran soal liga Belanda atau skuad barunya
- Dalam wawancara bersama Cristian Willaert segera setelah laga berakhir, Brandt dibahas sebagai salah satu pemain favorit Bosz di masa lalu
Brandt menegaskan ia tak meminta saran soal liga Belanda atau skuad barunya. Ia tetap menghargai Bosz sebagai pelatih, menantikan pertemuan lagi, sementara AFC Ajax dijadwalkan bentrok PSV pada 5 September di Johan Cruijff ArenA.
Kontak rutin Brandt-Bosz meski kini berseberangan klub
Dalam wawancara bersama Cristian Willaert segera setelah laga berakhir, Brandt dibahas sebagai salah satu pemain favorit Bosz di masa lalu. Keduanya pernah satu tim di Leverkusen, dan ikatan itu, menurut pemain Jerman itu, belum putus.
“Tidak, saya tidak berbicara dengannya sebelum saya bergabung ke Ajax,” jawab Brandt. Ia menambahkan bahwa hubungan tetap luar biasa sampai sekarang. Kontak mereka kadang tiap pekan, kadang tiap bulan. Mereka pernah saling berhadapan di lapangan, tapi saluran komunikasi tak pernah terputus.
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, nada Brandt terdengar akrab, bukan basa-basi singkat. Di level Eredivisie, frekuensi itu jarang dibuka ke publik saat status sudah rival.
Alasan Brandt tak minta saran soal Ajax atau liga Belanda

Brandt menarik batas jelas. Ia tidak menanyakan Bosz tentang kompetisi Belanda atau tentang Ajax. “Ketika Anda menjadi rival, sangat aneh jika saling meminta saran,” katanya.
Sikap itu memisahkan urusan personal dari jabatan. “Tetapi saya masih menyukainya, sebagai pelatih. Saya sangat menghargainya dan saya menantikan untuk bertemu dengannya lagi dalam waktu dekat.” Kutipan itu menegaskan rasa hormat tetap ada tanpa bocoran taktik.
Sudut etis rivalitas ini jarang dieksplor di berita skor semata. Brandt mempertahankan frekuensi kontak sambil menolak minta tips tentang formasi atau peforma De Godenzonen. Itu jembatan manusia di tengah perang klasemen.
Jadwal duel puncak Ajax vs PSV di Johan Cruijff ArenA

Ajax sudah dijadwalkan hadapi PSV pada pekan ke-5 Eredivisie. Tanggalnya 5 September, venue Johan Cruijff ArenA. Laga itu jadi ujian pertama seberapa tegang kontak Brandt-Bosz ketika kedua klub bertemu di field.
Sebelum itu, kalender Eropa masih ramai. Kualifikasi Conference League menempatkan Shelbourne berhadapan Ajax, sementara laga domestik lain seperti hadapi Twente menyusul. Bandingkan dengan antusiasme pencarian Chelsea vs Ajax atau Ajax vs Inter di masa lalu: fans Indonesia kerap mengaitkan nama besar Amsterdam ke panggung Eropa, meski fokus musim ini kembali ke liga dalam negeri.
Dalam rangkuman Optimaise News, kemenangan 2-0 di Zwolle memberi tiga poin awal. Tapi liputan publik lebih ramai ke countdown 5 September ketimbang drama personal semata. Ajax vs Utrecht juga sering naik di pencarian musiman, sejalan dengan intensitas deklasemen Belanda.
Konteks rekrutmen Brandt dan warisan kerja sama Leverkusen
Brandt masuk skuad Ajax sebagai rekrutan anyar. Di laga pembuka Eredivisie lawan PEC Zwolle, pelatih Míchel justru mencadangkannya bersama beberapa nama lain, termasuk Daley Blind dan Owen Wijndal. Starter di bawah mistar jatuh ke Marc-André ter Stegen, sementara Maarten Paes duduk di bangku cadangan.
Susunan Ajax (4-3-3) yang dipakai: Ter Stegen; Lucas Rosa, Aaron Bouwman, Youri Baas, Caio Henrique; Davy Klaassen, Youri Regeer, Oscar Gloukh; Steven Berghuis, Kasper Dolberg, Mika Godts. Paes sebelumnya sempat main penuh saat Ajax menang 3-1 atas Shelbourne di kualifikasi Conference League, tapi Míchel memilih Ter Stegen di minggu pertama liga.
Warisan Leverkusen menjelaskan kenapa pujian muncul pasca kemenangan, bukan sebelum transfer. Brandt tidak hubungi Bosz sebelum gabung Ajax. Hubungan tetap di jalur pribadi, bukan lobi transfer atau spionase kompetisi.
Hasil 0-2 di Zwolle menempatkan AFC Ajax di jalur tiga poin awal musim 2026-2027. Bagi pembaca yang mengikuti Liga Belanda, sinkronisasi pujian Brandt, status cadangan sejumlah bintang, dan duel PSV 5 September memberi peta lebih utuh: loyalitas lama bisa hidup berdampingan dengan rivalitas baru tanpa harus saling mengajari lawan.







