Abdel Achrian akhirnya datang ke pusara Temon setelah sempat absen di prosesi pemakaman karena masih berada di Amerika Serikat. Foto ziarah yang beredar memperlihatkan momen haru saat ia berjongkok di samping nisan salib sahabatnya, dikelilingi kelopak bunga merah dan putih.
Menurut pantauan Optimaise News, kehadiran itu menjadi penutup duka yang tertunda sejak kabar kepergian Temon menyebar pada 12 Juli 2026. Ia datang bersama sejumlah sahabat dekat almarhum, bukan sendirian.
Saat tangan Abdel memegang nisan salib Temon
Momen yang paling menonjol adalah ketika Abdel berjongkok tepat di sisi makam sambil memegang nisan berbentuk salib. Tatapannya tenang, seolah menyusuri ulang cerita panjang yang pernah mereka bagikan.
Di nisan itu tertulis nama lengkap Temon, Simson Rarameha Ngadang, tanggal lahir 27 Desember 1966, dan tanggal wafat 12 Juli 2026. Rangkaian bunga putih masih berdiri di belakang nisan, menandai pusara yang baru saja ditinggalkan keluarga dan rekan.
Ekspresi sendu itu membuat banyak warganet ikut meninggalkan doa di kolom komentar. Beberapa liputan lain juga menyoroti air mata Abdel Achrian tumpah di makam Temon sebagai bagian dari suasana yang sama.
Absen di pemakaman karena masih di Amerika Serikat

Saat kabar duka datang, Abdel diketahui masih di luar negeri. Ia mengaku syok, lalu langsung menghubungi sahabat lewat grup percakapan untuk memastikan kebenaran informasi.
Baca juga: Movieverse Review Film CERITA LILA: Horor Tanpa Jumpscare · Anisa Bahar Tanggapi Klarifikasi Icha Chellow dan Mala
Karena jarak, ia tak bisa mengantar Temon ke peristirahatan terakhir. Belasungkawa disampaikan lewat media sosial dengan kalimat singkat yang tetap terasa dekat.
“Selamat jalan Mon,” tulis Abdel kala itu, mengiringi unggahan kenangan bersama sahabatnya. Temon meninggal dunia pada usia 59 tahun, dikenang rekan artis sebagai sosok ramah, rendah hati, dan hangat.
Persahabatan yang bermula dari sitkom 2008

Nama Abdel dan Temon sudah akrab di panggung hiburan Indonesia jauh sebelum duka ini. Keduanya sempat mencuri perhatian lewat sitkom ABDEL & TEMON BUKAN SUPERSTAR yang tayang pada 2008.
Chemistry mereka di depan kamera berlanjut menjadi persahabatan di kehidupan nyata. Itulah sebabnya kepergian Temon terasa begitu dalam, bukan sekadar rekan kerja yang hilang dari layar.
Dalam ringkasan Optimaise News, ziarah setelah pulang ke Tanah Air menjadi cara Abdel menutup rindu yang tertunda. Tak ada pidato panjang di sisi pusara; genggaman di nisan sudah cukup berbicara.
Kehadiran diam yang menutup rindu tertunda
Setelah kembali dari Amerika Serikat, Abdel akhirnya bisa berdiri di tempat peristirahatan terakhir sahabatnya. Ia datang bersama beberapa sahabat dekat Temon, mengelilingi makam yang dipenuhi taburan bunga.
Suasana hangat sekaligus sendu terasa sepanjang ziarah tersebut. Bagi banyak penggemar duo komedi itu, momen ini mengingatkan bahwa persahabatan di luar kamera sering lebih panjang dari masa tayang sitkom.
Abdel akhirnya nyekar ke makam Temon, momen haru yang menandai perpisahan yang sempat tertunda. Doa untuk almarhum Simson Rarameha Ngadang terus mengalir dari keluarga, sahabat, dan penonton yang dulu menikmati tawa keduanya.






