Sebanyak 79 warga binaan kategori high risk dari multi UPT Sulawesi Selatan dipindahkan dengan pengamanan berlapis darat-laut selama tiga hari. Proses ditutup penempatan terukur di tujuh lapas berbeda di Nusakambangan sesuai asesmen risiko, bukan sekadar pindah dari satu lapas.
Inti artikel
- Proses ditutup penempatan terukur di tujuh lapas berbeda di Nusakambangan sesuai asesmen risiko, bukan sekadar pindah dari satu lapas
- Rombongan berangkat Jumat 17 Juli 2026 malam dari Lapas IIB Maros
- Hasil asesmen menentukan sebaran final yang berbeda
Rombongan berangkat Jumat 17 Juli 2026 malam dari Lapas IIB Maros. Optimaise News memantau bahwa langkah ini menjadi sinyal tegas penguatan sistem pemasyarakatan agar kejahatan yang dikendalikan dari dalam tak lagi punya ruang gerak.
Asesmen risiko menempatkan 79 warga binaan ke tujuh lapas berbeda
Hasil asesmen menentukan sebaran final yang berbeda. Karanganyar menampung 15 orang, Pasir Putih 26, Batu 4, Gladakan 10, Ngaseman 6, Lapas Narkotika Nusakambangan 8, dan Besi 10.
Cara asesmen membedakan tingkat ancaman. Napi dengan skor risiko tertinggi masuk lapas super maksimum, sementara yang sedikit lebih rendah ke maksimum keamanan ketat. Pola ini mencegah konsentrasi kekuatan di satu titik.
Asal mereka multi UPT: Lapas Kelas I Makassar, Lapas IIB Maros, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas IIA Palopo, Rutan I Makassar, dan Rutan IIB Masamba. Frasa napi berbahaya lapas yang kerap muncul di publik setempat kini punya jawaban konkret lewat sebaran itu.
Rute malam Maros-Makassar-Surabaya dikawal Brimob dan Pamintel

Konvoi meninggalkan Lapas IIB Maros pukul 21.00 WITA. Mereka menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, lalu menyeberang laut ke Tanjung Perak Surabaya.
Transit di Lapas Kelas I Surabaya terjadi Minggu 19 Juli sebelum leg akhir ke Nusakambangan. Pengawalan digelar berlapis: Dirpamintel Ditjenpas, Brimob Gegana Polda Sulsel, personel Kanwil, plus petugas lapas setempat termasuk dari Lapas Makassar.
Peran petugas UPT asal tak hanya serah terima dokumen. Mereka ikut rantai pengawalan bersama Pamintel agar rute darat-laut tetap steril sampai pulau.
Zero tolerance: kejahatan dari dalam lapas tak lagi ditoleransi

Kakanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi menegaskan langkah ini penguatan pengamanan dan pembinaan sesuai tingkat risiko. Zero tolerance berlaku penuh terhadap pelanggaran dan kejahatan yang dikendalikan dari dalam lapas atau rutan.
Pemindahan ke Nusakambangan kini menjadi ancaman nyata bagi warga binaan yang melanggar disiplin atau mengganggu keamanan di UPT asal. Sanksi material ini lebih dari sekadar hukuman, ia memutus jaringan yang sempat tumbuh di balik tembok.
Isu berbahaya lapas Makassar dan UPT lain di Sulsel mendapat jawaban tegas lewat kebijakan ini. Tak ada lagi toleransi bagi pelaku yang memanfaatkan fasilitas pemasyarakatan untuk melanjutkan aksi.
Sinergi Kanwil Sulsel dan Ditjenpas jaga pembinaan tetap terukur
Kolaborasi Kanwil Sulsel dengan Ditjenpas memastikan proses pembinaan tak terhenti meski 79 high risk keluar. Asesmen yang sama menjadi dasar penempatan agar program residual tetap relevan.
Pemeriksaan administrasi, kesehatan, dan penggeledahan SOP dijalankan ketat di setiap titik serah terima. Sinergi ini menjaga agar pemindahan multi UPT tidak hanya soal keamanan, tetapi juga kesinambungan pembinaan individual.
Apa yang berubah di UPT asal setelah rombongan berangkat
Setelah 79 napi berisiko tinggi dikeluarkan, suasana di Lapas dan Rutan Sulsel berubah. Petugas bisa fokus pada pembinaan warga binaan yang masih berada di dalam tanpa bayang-bayang jaringan high risk.
Dampak residual keamanan terasa langsung. Risiko gangguan internal menurun, stok program pembinaan jadi lebih efektif, dan iklim disiplin di UPT asal membaik. Lapas Makassar dipindahkan sebagian beban high risk-nya lewat operasi ini, membuka ruang pemulihan tatanan.
Optimaise News melihat pola ini sebagai model yang bisa ditiru di wilayah lain. Keluarnya napi berbahaya lapas setempat memberi napas baru bagi petugas dan sisa warga binaan.
Tanya Jawab Pemindahan 79 Napi Berisiko Tinggi
Dari UPT mana saja 79 napi berbahaya itu berasal?
Mereka berasal dari Lapas Kelas I Makassar, Lapas IIB Maros, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas IIA Palopo, Rutan I Makassar, dan Rutan IIB Masamba.
Mengapa penempatan di Nusakambangan dibagi ke tujuh lapas berbeda?
Asesmen risiko memetakan skor ancaman masing-masing. Hasilnya menentukan apakah seseorang masuk super maksimum atau maksimum agar konsentrasi risiko terurai.
Apa yang berubah di lapas asal setelah rombongan berangkat?
Keamanan residual meningkat, fokus pembinaan kembali ke warga binaan yang tersisa, dan ancaman jaringan dari dalam berkurang signifikan.







