Gresik, Optimaise News – Menteri AHY meresmikan penataan kampung kumuh seluas 7,11 hektare di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, pada Sabtu 1 Agustus 2026. Peristiwa ini menandai dimulainya upaya pengentasan permukiman kumuh terpadu yang melibatkan hampir 1152 jiwa atau 2288 keluarga.
Inti artikel
- Peristiwa ini menandai dimulainya upaya pengentasan permukiman kumuh terpadu yang melibatkan hampir 1152 jiwa atau 2288 keluarga
- Proyek mencakup 166 unit rumah yang akan dibangun atau ditingkatkan statusnya
- Sisanya 21 unit akan didukung oleh program CSR dengan melibatkan Habitat for Humanity
Optimaise News melihat program ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat di wilayah Jawa Timur. Dana khusus tematik pengentasan permukiman kumuh tahun 2025 menjadi instrumen utama yang akan dijalankan dengan pendekatan kolaborasi luas. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta disebut sebagai syarat utama keberhasilan perubahan di lapangan.
Detail Jumlah Hunian yang Diperbaiki
Proyek mencakup 166 unit rumah yang akan dibangun atau ditingkatkan statusnya. Pembangunan 102 unit rumah baru akan dibiayai melalui dana khusus, sementara 43 unit rumah tidak layak huni akan mengalami perbaikan kualitas. Sisanya 21 unit akan didukung oleh program CSR dengan melibatkan Habitat for Humanity. Angka ini menunjukkan fokus pada penyediaan tempat tinggal yang aman dan layak.
Rumah baru memberikan kemudahan bagi keluarga yang sebelumnya mengandalkan fasilitas minim. Perbaikan rumah tidak layak huni juga krusial untuk mengurangi risiko kesehatan yang sering muncul di area kumuh. Pendekatan ini selaras dengan upaya nasional dalam menciptakan perumahan berkelanjutan.
Pembangunan Fasilitas Pendukung

Penataan kawasan melibatkan jalan lingkungan yang dipaving agar memudahkan mobilitas masyarakat. Sistem drainase yang diperbaiki mengurangi risiko genangan setelah hujan. Jaringan air bersih yang diperluas menjangkau setiap rumah. Pembangunan IPAL domestik menangani limbah dengan baik. Tempat sampah 3R juga disediakan untuk mendukung praktik pengelolaan daur ulang.
Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman. Masyarakat dapat menikmati akses yang lebih baik terhadap layanan dasar. Perubahan infrastruktur ini menjadi dasar kestabilan ekonomi jangka panjang di wilayah tersebut.
Kolaborasi sebagai Kunci Sukses
Menteri AHY menyatakan bahwa penataan permukiman harus dilakukan secara terpadu. Hal itu bisa tercapai melalui kerja sama luas antara semua pihak. Kolaborasi ini mencakup elemen pusat, daerah, dan swasta secara seragam. Dengan pendekatan ini, hasil proyek bisa lebih optimal dan bertahan lama.
Dampaknya terlihat dalam peningkatan kesejahteraan warga. Pelaku usaha mikro lokal akan lebih mudah berkembang di tengah lingkungan yang stabil. Program ini juga mendukung visi nasional untuk mengurangi kesenjangan perumahan di Indonesia. Manfaat jangka panjang mencakup pengurangan masalah kesehatan dan peningkatan kebanggaan komunitas.
Optimaise News mencatat bahwa pendekatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Masyarakat merasa lebih termotivasi untuk menjaga hasil ini dengan baik. Ekonomi mikro bisa tumbuh karena akses lebih luas ke pasar dan layanan.







