Jakarta, Optimaise News – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kerap menjadi target hoaks di media sosial. Deretan klaim palsu ini muncul dalam tiga tema utama yang beredar sejak April hingga Agustus 2026, meliputi manipulasi soal korupsi, kurban, dan zakat. Optimaise News merangkum fakta lengkapnya dari berbagai penelusuran.
Inti artikel
- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kerap menjadi target hoaks di media sosial
- Optimaise News merangkum fakta lengkapnya dari berbagai penelusuran
- Unggahan memuat foto Menteri Agama beserta teks narasi yang menyatakan klaim itu dapat dipercaya
Klaim Korupsi Dilakukan Secara Syariah Itu Aman
Postingan Facebook menyebar luas pada 5 Agustus 2026 yang mengklaim Menag Nasaruddin Umar menjelaskan korupsi yang dilakukan secara syariah dan prosedur tepat itu aman. Unggahan memuat foto Menteri Agama beserta teks narasi yang menyatakan klaim itu dapat dipercaya. Klaim ini langsung dibantah karena tidak mencerminkan pernyataan resmi atau regulasi syariat yang berlaku.
Klaim Menag Minta Warga Setorkan Kurban ke Pemerintah
Postingan Facebook lain pada 28 April 2026 menyebarkan klaim bahwa Menag meminta umat berpartisipasi kurban menyerahkan uang AKIKAH atau hewan langsung ke pemerintah atau BAZNAS agar tidak ribet. Tekst poster terlihat menyuruh masyarakat tidak memotong hewan sendiri. Fakta ini salah karena Kementerian Agama menegaskan praktik penyembelihan kurban pribadi tetap diperbolehkan tanpa pelarangan resmi.
Klaim Zakat-Infak Dikelola Demi Selamat dari Api Neraka
Postingan Instagram yang beredar sejak 26 April 2026 menyatakan uang zakat dan infak kini dikelola pemerintah untuk mencegah sifat serakah umat dan api neraka. Narasi tambahan menekankan pengelolaan terpusat Kemenag demi kemaslahatan bersama. Klaim ini tidak didukung pernyataan resmi dan dapat dikatakan sebagai penyesatan nilai ibadah yang berlebihan.
Cara Mengecek Kebenaran Klaim Soal Menag
Optimaise News mencatat langkah praktis untuk menghadapi hoaks tersebut. Lapor melalui email cekfakta.liputan6@kly.id atau Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670. Verifikasi selalu crosscheck dengan situs resmi Kemenag dan penelusuran mandiri sebelum dibagikan.





