Jakarta, Optimaise News – Kasus 1,3 Ton Ketamin Dilimpahkan ke Bareskrim, 8 Tersangka Dibawa ke Jakarta. Delapan ABK kapal MV King Sun berstatus warga negara asing asal Myanmar ditangkap dan didampingi ke ibu kota. Tim satgas gabungan berhasil menyita muatan tersebut setelah pemantauan ketat sejak Februari 2026.
Inti artikel
- Kasus 1,3 Ton Ketamin Dilimpahkan ke Bareskrim, 8 Tersangka Dibawa ke Jakarta
- Delapan ABK kapal MV King Sun berstatus warga negara asing asal Myanmar ditangkap dan didampingi ke ibu kota
- Tim satgas gabungan berhasil menyita muatan tersebut setelah pemantauan ketat sejak Februari 2026
Proses ini mencerminkan upaya pengawasan ketat terhadap kapal berasal dari wilayah Thailand yang terdeteksi aktivitas tidak wajar. Penangkapan berhasil di perairan Berakit, Bintan. Muatan yang disita berupa 65 karung berisikan puluhan bungkus ketamin yang ditemukan di bagian kapal.
Deteksi Muatan Ketamin di Kapal Asal Thailand
Satuan tugas gabungan dari TNI AL Koarmada I bersama BNN, BIN, dan Bea Cukai mengawasi kapal MV King Sun selama beberapa bulan. Informasi aktivitas mencurigakan menjadi faktor utama pendeteksian tersebut. Hasil pemantauan akhirnya mengungkap muatan tidak wajar yang tersembunyi di area kapal.
Penerbangan 8 WNA ke Jakarta dari Kepulauan Riau

Delapan tersangka langsung diberangkatkan menuju Jakarta pada 13 Agustus 2026 dari Kepulauan Riau. Kedatangan rombongan tersebut diantisipasi pada pukul 20.00 WIB. Brigjen Eko Hadi Santoso menyatakan mereka telah tiba dengan baik di ibu kota.
Penyidikan di Bareskrim Polri
Kombes Zulkarnain Harahap menjelaskan proses penyidikan ditangani Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Delapan tersangka tidak dapat dijerat pasal narkotika sebab ketamin belum masuk dalam kategori tersebut menurut regulasi berlaku. Kepala BNN RI meminta keterangan dari delapan tersangka serta satu ahli pidana sebagai bagian dari investigasi lebih lanjut.
Optimaise News mencatat bahwa muatan ini menandakan perluannya pengawasan terus-menerus terhadap sektor transportasi laut di kawasan strategis. Hasil tangkap ini bisa menjadi pembelajaran bagi petugas untuk meningkatkan ketepatan saat operasi lapangan. Para ahli diharapkan memberikan wawasan tambahan agar proses hukum berjalan lancar ke depan.







