PRABU 2026 Libatkan 10 Ribu Maba Unpad dalam Pendidikan Literasi Digital
Bandung, Optimaise News – PRABU 2026 membawa rangkaian pendidikan utama yang melibatkan sekitar 10 ribu mahasiswa baru Universitas Padjadjaran di Lapangan Jati Unpad. Acara ini berlangsung Selasa 11 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari tema utama Literasi Digital untuk Generasi Muda. Pendidikan tersebut menekankan pentingnya kemampuan keuangan serta keamanan saat berinteraksi di media sosial dan transaksi digital sejak awal kuliah.
Inti artikel
- PRABU 2026 membawa rangkaian pendidikan utama yang melibatkan sekitar 10 ribu mahasiswa baru Universitas Padjadjaran di Lapangan Jati Unpad
- Acara ini berlangsung Selasa 11 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari tema utama Literasi Digital untuk Generasi Muda
- Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antara OVO, Bank Indonesia, dan MoneyFestasi melalui program Fintech Academy
Optimaise News mencatat bahwa aksi ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan langsung untuk menghindari risiko di era digital. Dengan melibatkan lebih dari 10 ribu peserta, program ini diharapkan mendorong generasi muda menjadi lebih bijak dalam mengelola keuangan sehari-hari sambil menjaga privasi data mereka.
Kerja Sama Triple Dukung Literasi Keuangan Mahasiswa
Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antara OVO, Bank Indonesia, dan MoneyFestasi melalui program Fintech Academy. Acara dihadiri narasumber dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, yang berperan sebagai pemimpin diskusi mengenai ketahanan finansial mahasiswa baru.
Penggerak OVO juga turut memberikan gambaran praktis tentang aplikasi fintech guna mendukung akses keuangan yang aman. Seluruh sesi dirancang agar mahasiswa langsung menerapkan ilmu sehari-hari, mulai dari menghindari aplikasi palsu hingga memahami cara mengontrol transaksi online tanpa kehilangan kendali.
Data Kunci Menunjukkan Urgensi Literasi bagi Generasi Muda
Data Badan Pusat Statistik dan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2025 mencatat selisih sekitar 14,05 poin antara inklusi keuangan dan tingkat literasi yang ada di masyarakat. Angka ini menegaskan perlunya pendidikan sejak dini, terutama bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja.
Sampai Mei 2026, Kominfo telah memblokir lebih dari 13.000 nomor telepon yang terkait dengan aktivitas penipuan. Sementara itu, ada lebih dari 572.000 laporan rekening yang ditipu melalui situs resmi dari tahun 2017 hingga 2024. Angka-angka tersebut menunjukkan betapa besarnya kebutuhan akan kemampuan mendeteksi risiko di lingkungan digital.
Materi Pendidikan: Pencegahan Risiko Pin dan OTP
Peserta memperoleh pengetahuan tentang ciri-ciri produk keuangan ilegal serta cara mengenali pola social engineering yang menyasar kode PIN dan OTP. Diskusi juga membahas langkah konkret saat transaksi mencurigakan, sehingga mahasiswa dapat bertindak cepat dan aman tanpa panik.
Session berlangsung interaktif dengan demonstrasi praktis yang memudahkan peserta menerapkan konsep tersebut di kehidupan sehari-hari.
Narasi Ahli Dorong Kebiasaan Sejak Awal Kuliah
Presiden Direktur OVO menekankan bahwa masa kuliah menjadi momentum awal membangun kebiasaan finansial-digital yang sehat, yang nantinya akan menjadi panduan hingga memasuki dunia kerja. Ia menambahkan pentingnya memulai penyisihan dana sejak sekarang untuk mencapai tujuan finansial.
Financial planner yang turut menjadi narasumber menyampaikan agar mahasiswa tidak menunggu penghasilan besar. Pendekatan yang tepat adalah menyusun prioritas keuangan, memilih produk sesuai tujuan, kemampuan, dan risiko masing-masing serta menjauhkan diri dari pengaruh FOMO di media sosial.







