Medan, Optimaise News – Profil lengkap presenter TVRI Yanto Idorway yang ditemukan tewas usai hanyut di sungai Papua Barat setelah 9 hari hilang. Yanto Idorway, seorang penyiar lokal yang dikenal luas di wilayah Manokwari, berjuang keras selama hampir sepuluh hari penuh. Hilangnya ia saat menyeberangi Sungai Memti pada 18 Juli 2026 bersama dua rekannya telah meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Keluarga dan masyarakat setempat menunggu dengan penuh harap selama masa pencarian yang panjang ini.
Inti artikel
- Profil lengkap presenter TVRI Yanto Idorway yang ditemukan tewas usai hanyut di sungai Papua Barat setelah 9 hari hilang
- Yanto Idorway, seorang penyiar lokal yang dikenal luas di wilayah Manokwari, berjuang keras selama hampir sepuluh hari penuh
- Hilangnya ia saat menyeberangi Sungai Memti pada 18 Juli 2026 bersama dua rekannya telah meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang
Kejadian Hanyut Saat Menyeberangi Sungai Memti Pada 18 Juli 2026, Yanto Idorway dan dua rekannya sedang menyeberangi Sungai Memti ketika mereka mengalami kecelakaan. Sungai tersebut dikenal memiliki arus deras yang berbahaya, terutama di daerah pegunungan Arfak. Kondisi cuaca buruk dan medan curam turut memperburuk situasi, sehingga tim pencari selamat harus berhadapan dengan tantangan berat sejak awal.
Profil Yanto Idorway sebagai Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway adalah presenter TVRI Stasiun Papua Barat yang bertugas di Manokwari dan sekitarnya. Ia aktif menyampaikan siaran berita rutin serta menjadi MC untuk berbagai acara resmi yang melibatkan komunitas lokal. Instagram @yanto.idorway27 miliknya memiliki lebih dari 28 ribu pengikut yang mengikuti setiap aktivitas penyiarannya. Dengan kehadirannya yang konsisten, Yanto telah membangun hubungan dekat dengan penduduk setempat di wilayah Papua Barat.
Proses Pencarian dan Penemuan Jenazah Proses pencarian yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat setempat berlangsung intensif dari 18 hingga 27 Juli 2026. Meski menghadapi medan curam dan cuaca buruk, upaya pencarian tidak pernah berhenti. Akhirnya, pada pukul 11.05 WIB tanggal 27 Juli 2026, jenazah Yanto Idorway ditemukan terjepit di sela batu sekitar 10 meter dari lokasi awal hilangnya. Jenazah tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Manokwari oleh tim gabungan bersama keluarga dan masyarakat yang turut berpartisipasi.
Reaksi Polda Papua Barat atas Wafatnya Polda Papua Barat menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Yanto Idorway. Dalam pernyataannya, mereka menekankan betapa beratnya kehilangan ini bagi semua pihak. Sebelum pencarian dimulai, masyarakat adat Arfak melakukan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terakhir. Reaksi resmi dari Polda menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keamanan masyarakat di Papua Barat.
Warisan Yanto sebagai Presenter Lokal yang Aktif Yanto Idorway meninggalkan warisan sebagai presenter lokal yang selalu aktif dan berdedikasi. Dedikasinya menyampaikan berita dan mengorganisasi acara resmi di wilayah Papua Barat akan terus menjadi teladan. Meski peristiwa ini tragis, semangatnya dalam melayani masyarakat akan selalu dikenang. Keselamatan saat beraktivitas di sungai dan pegunungan menjadi pelajaran berharga, mengingat banyak cerita serupa di wilayah ini yang menekankan pentingnya persiapan ekstra dan kesadaran risiko alam.
Keselamatan di sungai menjadi perhatian utama bagi masyarakat Papua Barat yang hidup di daerah rawan banjir dan longsor. Pengalaman Yanto dalam menghadapi tantangan alam menunjukkan betapa krusialnya pelatihan keselamatan yang lebih baik. Dengan demikian, warisannya tidak hanya sebagai penyiar tapi juga sebagai contoh komitmen terhadap lingkungan dan keamanan masyarakat setempat.


