Otoritas Armenia menyatakan korban dan terduga pelaku pembunuhan sama-sama WNI. Temuan itu membuat KBRI Kyiv mengirim nota diplomatik yang menuntut akses ganda: penanganan jenazah plus pendampingan WNI yang sedang diproses hukum setempat.
Inti artikel
- Otoritas Armenia menyatakan korban dan terduga pelaku pembunuhan sama-sama WNI
- Valent A Tambuto, 24 tahun asal Maros, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas di kamar mes karyawan perusahaan di Yerevan
- Kaki, tangan, dan mulutnya terikat lakban
Valent A Tambuto, 24 tahun asal Maros, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas di kamar mes karyawan perusahaan di Yerevan. Kaki, tangan, dan mulutnya terikat lakban. Dugaan tindak pidana terjadi 15 Juli 2026. Kemlu menerima kabar 16 Juli, lalu KBRI Kyiv mengirim nota ke Menlu Armenia pada 18 Juli 2026.
Temuan di Mes Karyawan Yerevan dan Status Awal Kasus
Jenazah Valent ditemukan di kamar mes pekerja perusahaan tempat dia bekerja. Kondisi tubuh terikat lakban di kaki, tangan, dan mulut memunculkan dugaan kekerasan. Otoritas setempat langsung mengamankan sejumlah WNI untuk penyidikan.
Informasi awal dari aparat Armenia menegaskan korban dan terduga pelaku adalah warga negara Indonesia. Status kasus masih penyelidikan pidana. Polisi setempat belum membuka detail motif resmi kepada publik.
Valent bekerja di bidang IT konsultan di perusahaan Armenia. Data identitasnya sudah diserahkan pihak perusahaan kepada polisi setempat untuk dikonfirmasi.
Nota Diplomatik 18 Juli: Akses Jenazah dan Tahanan WNI

KBRI Kyiv mengirim nota diplomatik resmi ke Kementerian Luar Negeri Armenia pada 18 Juli 2026. Isi utama nota bukan hanya urusan jenazah. Nota itu menuntut dua akses kekonsuleran sekaligus.
Pertama, akses penuh untuk penanganan jenazah Valent agar proses pemulangan atau pemakaman sesuai keinginan keluarga. Kedua, hak pertemuan dengan WNI yang sedang menjalani proses hukum di Armenia.
Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu, Heni Hamidah, menegaskan tujuan ganda itu. Nota tersebut menjadi dasar formal agar otoritas Armenia memberi ruang bagi perwakilan RI mendampingi warga.
Optimaise News mencatat bahwa nota ini dilengkapi data identitas korban yang sudah diverifikasi lewat kementerian dan lembaga di Indonesia. Langkah itu mencegah klaim palsu dari pihak yang mengaku keluarga WNI yang ditahan.
Verifikasi KBRI Kyiv bersama Konsul Kehormatan dan Komunitas

Sebelum nota dikirim, KBRI Kyiv sudah bergerak sejak 16 Juli. Mereka berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan. Komunitas WNI setempat juga dilibatkan untuk memverifikasi data awal.
Tim kekonsuleran menemui aparat setempat dan mengumpulkan keterangan dari rekan kerja korban. Verifikasi menyasar identitas korban sekaligus status WNI yang diamankan.
Proses itu memastikan tidak ada tumpang tindih klaim keluarga. Pihak yang mengaku kerabat tahanan WNI harus melewati pengecekan lewat data kementerian di tanah air. Hanya setelah data cocok, pendampingan dilanjutkan.
Armenia yang juga dikenal lewat tim nasional sepak bola armenia kini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Fokus utamanya tetap pada perlindungan warga, bukan isu lain.
Komunikasi Terakhir Keluarga Maros sebelum Kabar Duka
Arnold, adik korban, mengaku komunikasi terakhir dengan Valent sekitar pukul 01.00 Wita pada 15 Juli 2026. Saat itu almarhum masih terdengar biasa saja. Tidak ada indikasi bahaya yang disampaikan.
Pacar Valent yang tinggal di Filipina lebih dulu curiga. Dia tak bisa menghubungi Valent seharian penuh. Kecurigaan itu mendorong keluarga di Maros mengecek lewat saluran lain.
Kabar duka datang lewat perwakilan diplomatik. Keluarga sempat syok saat mendengar kondisi jenazah yang terikat. Arnold menyatakan almarhum bekerja tenang di bidang IT konsultan dan jarang menceritakan masalah di tempat kerja.
Keluarga kini menunggu kepastian proses hukum dan pemulangan jenazah. Mereka meminta pendampingan penuh agar hak-hak korban dan WNI lain terlindungi.
Pendampingan Kekonsuleran Sesuai Hukum Armenia
KBRI Kyiv menegaskan pendampingan tidak berhenti setelah nota dikirim. Tim akan terus mendampingi sesuai ketentuan hukum Armenia. Hak kunjungan ke tahanan WNI akan diperjuangkan lewat jalur resmi.
Koordinasi juga melibatkan kementerian dan lembaga di RI untuk mempercepat dokumen. Proses ini mencakup legalisasi, penerjemahan, dan pengurusan klaim keluarga yang sah.
Komunitas WNI di Yerevan diminta tetap tenang dan melapor jika ada informasi baru. Pemerintah RI menjamin setiap langkah mengikuti prosedur setempat agar tidak memperkeruh kasus.
Optimaise News akan terus memantau perkembangan. Status penyidikan, akses ke tahanan, dan penanganan jenazah menjadi tiga titik yang diawasi ketat.
FAQ Kasus WNI di Armenia
Apa tujuan utama nota diplomatik KBRI Kyiv ke Armenia?
Nota 18 Juli 2026 menuntut akses ganda. Pertama penanganan jenazah Valent. Kedua pertemuan dengan WNI yang sedang diproses hukum agar hak kekonsuleran terpenuhi.
Siapa korban dan di mana dia ditemukan?
Korban adalah Valent A Tambuto, 24 tahun asal Maros, Sulawesi Selatan. Dia ditemukan tewas di kamar mes karyawan perusahaan di Yerevan dengan kaki, tangan, dan mulut terikat lakban.
Bagaimana peran Konsul Kehormatan dan komunitas WNI?
Mereka membantu verifikasi data sejak 16 Juli 2026. Koordinasi awal itu memastikan identitas korban dan status WNI yang diamankan sebelum nota resmi dikirim.
Apakah pendampingan hanya respons awal?
Tidak. KBRI berkomitmen mendampingi secara berlanjut sesuai hukum Armenia. Akses ke jenazah dan tahanan akan diperjuangkan sampai proses hukum selesai.







