Wali Kota Parun beserta sejumlah pegawai pemerintah masih belum ditemukan usai banjir bandang menghantam ibu kota Provinsi Nuristan, Afghanistan. Lebih dari 100 orang dilaporkan hilang menurut ANDMA dan juru bicara gubernur, sementara pencarian di lapangan terhambat bebatuan besar yang menutupi sebagian kota.
Inti artikel
- Dampak langsung paling terasa di pusat administrasi yang porak-poranda
- Perbedaan ini mencerminkan kesulitan verifikasi di medan pegunungan terpencil
- Juru bicara Gubernur Nuristan Feraidon Samim mengonfirmasi hilangnya Wali Kota Parun bersama beberapa pegawai pemerintah
Dampak langsung paling terasa di pusat administrasi yang porak-poranda. Optimaise News mencatat data awal ANDMA menyebut minimal 20 jenazah ditemukan dan lebih dari 80 warga luka-luka, meski kantor gubernur sempat sebut angka 9 jenazah. Perbedaan ini mencerminkan kesulitan verifikasi di medan pegunungan terpencil.
Wali Kota Parun dan Pegawai Pemerintah Masih Belum Ditemukan
Juru bicara Gubernur Nuristan Feraidon Samim mengonfirmasi hilangnya Wali Kota Parun bersama beberapa pegawai pemerintah. Mereka berada di kawasan yang dilanda air bah ketika banjir datang tiba-tiba ke Parun.
Kehilangan pejabat kunci ini mengganggu koordinasi tanggap darurat di tingkat kota. Keluarga korban dan warga setempat menunggu kabar pastinya di tengah cuaca yang masih tidak menentu.
Fokus pencarian kini diarahkan ke pejabat yang hilang agar fungsi pemerintahan bisa segera pulih. Situasi ini menonjolkan kerentanan aparatur daerah di wilayah rawan bencana seperti Parun.
ANDMA Catat 20 Jenazah, Lebih dari 80 Warga Luka

ANDMA melaporkan minimal 20 jenazah telah ditemukan di lokasi banjir Nuristan. Lebih dari 80 orang mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan serta evakuasi segera.
Sementara itu Feraidon Samim dari kantor gubernur menyebut sembilan jenazah pada tahap awal. Diskrepansi data semacam ini lazim terjadi saat pencarian baru dimulai di daerah terpencil.
Total lebih dari 100 orang masih dinyatakan hilang. Kejadian di Parun berpotensi menambah daftar Banjir Tewaskan Hampir 100 Orang di Afghanistan bila angka korban terus naik tanpa penemuan selamat.
Pusat Pemerintahan, Hotel, dan Puluhan Toko Hancur

LSM Shpoul melaporkan pusat pemerintahan kota Parun hancur total. Satu hotel dan puluhan toko di sekitar pasar juga tak tersisa akibat derasnya arus banjir.
Kehancuran itu menghentikan layanan administrasi publik dan aktivitas perdagangan harian. Banyak warga kehilangan sumber penghidupan sekaligus tempat berlindung sementara.
Material bangunan yang roboh bercampur lumpur serta batu besar. Pembersihan membutuhkan alat berat yang sulit didatangkan ke wilayah pegunungan itu.
Pencarian Mandiri Warga Terhambat Bebatuan Besar
Warga Parun terpaksa mencari korban secara mandiri dengan peralatan seadanya. Bebatuan besar yang terbawa arus menutupi sebagian besar kota dan memblokir jalur akses.
Tim penyelamat resmi kesulitan menembus tumpukan material longsoran tersebut. Beberapa lokasi diduga masih menyimpan korban di bawah reruntuhan batu dan lumpur tebal.
Kendala operasional ini memperlambat penemuan jenazah maupun penyintas. Peralatan terbatas memperburuk situasi di tengah intensitas hujan yang masih tinggi di sekitar Parun.
Otoritas Lingkungan: Frekuensi Banjir Terus Meningkat
Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Afghanistan memperingatkan frekuensi banjir terus meningkat di seluruh negeri. Pola cuaca ekstrem ini memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah rentan di daerah miskin.
Banjir di Nuristan termasuk ibu kota Parun menjadi bukti nyata ancaman berulang. Tanpa langkah adaptasi yang serius, jumlah korban berpotensi melonjak pada musim hujan mendatang.
Peringatan itu sejalan dengan tren di negara-negara rawan bencana. Intensitas hujan ekstrem semakin sering memicu banjir bandang di wilayah pegunungan Afghanistan.
Tanya Jawab Seputar Banjir Nuristan dan Korban di Parun
Berapa jumlah orang yang masih hilang menurut pejabat setempat?
Lebih dari 100 orang masih hilang berdasarkan laporan ANDMA dan juru bicara Gubernur Nuristan Feraidon Samim.
Apa yang menghambat pencarian korban di ibu kota Parun?
Bebatuan besar menutupi sebagian kota sehingga warga yang mencari secara mandiri maupun petugas resmi terhambat peralatan terbatas.
Bagaimana kondisi infrastruktur di Parun setelah banjir?
Pusat pemerintahan, satu hotel, dan puluhan toko hancur sebagaimana dilaporkan LSM Shpoul.
Apakah ada peringatan soal banjir di masa depan?
Otoritas lingkungan menyatakan frekuensi banjir terus meningkat dan memperburuk krisis kemanusiaan di Afghanistan.







