Kapitalisasi pasar Apple melampaui USD 5 triliun atau setara dengan Rp 90,3 kuadriliun pada perdagangan saham Selasa, 28 Juli 2026. Perusahaan teknologi ini naik ke posisi kedua sebagai yang paling bernilai setelah Nvidia yang mencapai milestone serupa lebih awal pada 29 Oktober 2025. Perubahan ini terjadi di tengah lonjakan permintaan akan teknologi kecerdasan buatan yang mendorong harga saham Nvidia.
Inti artikel
- Kapitalisasi pasar Apple melampaui USD 5 triliun atau setara dengan Rp 90,3 kuadriliun pada perdagangan saham Selasa, 28 Juli 2026
- Perubahan ini terjadi di tengah lonjakan permintaan akan teknologi kecerdasan buatan yang mendorong harga saham Nvidia
- Apple sempat menyentuh USD 4,9 triliun atau Rp 88,4 kuadriliun sebelum bergantian dengan Nvidia di puncak valuasi pasar
Apple sempat menyentuh USD 4,9 triliun atau Rp 88,4 kuadriliun sebelum bergantian dengan Nvidia di puncak valuasi pasar. Angka kapitalisasi pasar ini dihitung berdasarkan harga saham yang beredar dikalangan publik dan dapat berubah sewaktu-waktu akibat program pembelian kembali saham oleh perusahaan. Apple mencetak rekor dunia sebagai perusahaan dengan nilai pasar USD 1 triliun atau Rp 18 kuadriliun pada 2 Agustus 2018 saat harga sahamnya melampaui USD 207. Saat itu, perusahaan ini baru saja mulai mengalami pertumbuhan pesat setelah meluncurkan iPhone dan memperluas lini produknya.
Apple berhasil merebut gelar perusahaan dengan nilai pasar paling tinggi dari tangan Nvidia. Bergantian ini menandakan bahwa industri teknologi sangat dinamis dan cepat berubah. Nvidia didorong oleh lonjakan permintaan GPU untuk sistem kecerdasan buatan, sementara Apple memanfaatkan ekosistem yang lebih luas termasuk iPhone, MacBook, dan layanan streaming seperti Apple Music dan Apple TV+. Perusahaan ini terus berinovasi dengan mengintegrasikan fitur AI ke dalam perangkatnya untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Kapitalisasi pasar Apple yang mencapai USD 5 triliun ini mencerminkan nilai perusahaan yang luar biasa tinggi. Angka ini bisa berubah sewaktu-waktu karena program pembelian kembali saham yang dilakukan Apple secara rutin untuk mengurangi jumlah saham beredar di pasar dan meningkatkan harga per saham. Pada 2018, Apple pernah mencapai nilai pasar USD 1 triliun saat harga saham melampaui level USD 207. Kapitalisasi pasar saat ini yang mencapai USD 5 triliun menandakan nilai perusahaan yang luar biasa tinggi.
Rekor historis Apple pada tahun 2018 menjadi fondasi bagi pencapaian saat ini. Sementara itu, Nvidia juga mencatat pencapaian serupa berkat fokus pada AI. Kedua perusahaan terus bergantian menempati posisi di klub eksklusif perusahaan triliunan dolar. Dampaknya adalah mendorong inovasi di seluruh ekosistem teknologi, termasuk di Indonesia di mana semakin banyak pengguna yang mengadopsi perangkat Apple dan teknologi AI. Ini juga berdampak pada perusahaan lokal yang mulai mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk mendukung ekosistem Apple.
Perusahaan triliunan dolar seperti Apple dan Nvidia didorong oleh kemajuan dalam teknologi kecerdasan buatan. Nvidia mendapat dorongan langsung dari permintaan akan GPU untuk aplikasi AI. Apple, di sisi lain, mengintegrasikan AI ke dalam perangkatnya untuk meningkatkan fitur seperti Siri dan Apple Intelligence yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan keamanan pengguna. Valuasi ini terjadi di tengah top tiga perusahaan teknologi yang juga membahas modus baru radikalisme digital dan krisis pengiriman chipset. Tren ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi besar harus terus berinovasi untuk tetap kompetitif di pasar global.
Valuasi Apple yang tinggi memberikan implikasi besar bagi investor yang melihat potensi pertumbuhan jangka panjang di sektor teknologi. Bagi Apple sendiri, angka ini mendorong perusahaan untuk terus berinovasi, seperti mengembangkan fitur AI baru dan meningkatkan keamanan perangkat. Di Indonesia, tren ini juga berdampak pada investor lokal yang mengikuti perkembangan global di Bursa Efek Indonesia. Bagi investor ritel, angka ini bisa menjadi sinyal untuk memantau saham teknologi di pasar domestik.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut perbandingan pencapaian antara Apple dan Nvidia: Apple mencapai USD 5 triliun pada 28 Juli 2026. Nvidia mencapai USD 5 triliun pada 29 Oktober 2025. Apple pernah mencapai USD 4,9 triliun sebelum bergantian. Apple rekor USD 1 triliun pada 2 Agustus 2018. Dari data ini terlihat bahwa bergantian ini terjadi dengan cepat dan berkala di antara dua perusahaan teknologi terdepan. Dengan sintesis ini, tren antara Apple, Nvidia, dan perusahaan teknologi lain seperti Microsoft menunjukkan bagaimana AI menjadi katalis utama di industri teknologi. Ini juga memberikan gambaran lengkap tentang dampaknya terhadap inovasi perangkat dan investasi di Indonesia.







