Balikpapan, Optimaise News – Rangkaian penemuan jenazah Troy Pantouw bermula dari gagalnya respons telepon sopir pribadi menjelang keberangkatan. Ia menjabat Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN. Jadwal pagi itu mengarah ke Balikpapan untuk memimpin ibadah.
Pintu kamar 102 di Rusun ASN 3 Tower 6 kemudian dibuka paksa. Polisi mengolah tempat kejadian perkara. Jenazah dibawa ke RS Hermina IKN untuk visum sementara keluarga menunggu kepastian penyebab kematian.
Jendela Pagi: Bangun Normal 06.00 hingga Tak Angkat Telepon Menjelang 08.00
Troy aktif normal sejak pukul 06.00 Wita pada Sabtu 25 Juli 2026. Aktivitas pagi berjalan seperti biasa di huniannya. Tidak ada tanda yang mencurigakan di jam-jam awal itu.
Ia dijadwalkan bertolak pukul 08.00 Wita ke Balikpapan. Tugasnya memimpin ibadah di gereja setempat. Sopir pribadi berulang kali menelepon mendekati jam keberangkatan.
Tidak ada jawaban sama sekali. Telepon terus diabaikan. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran dan keputusan untuk datang ke lokasi.
Paksa Buka Pintu Kamar 102 Rusun ASN 3 Tower 6

Sopir tiba di Rusun ASN 3 Tower 6. Ia mengetuk pintu kamar 102 sambil memanggil nama Troy. Suara panggilan tak mendapat balasan dari dalam.
Pintu dalam keadaan terkunci rapat. Setelah beberapa upaya, pintu akhirnya dibuka secara paksa. Troy ditemukan berbaring di atas tempat tidur.
Ia sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Penemuan di kamar hunian itu menjadi titik balik yang mengubah rencana pagi menjadi laporan darurat.
Laporan Staf ke Polisi Pukul 14.15 Wita dan Olah TKP

Staf pribadi Troy menyampaikan laporan sekitar pukul 14.00 Wita. Polisi menerima informasi penemuan jenazah pada pukul 14.15 Wita. Tim setempat langsung bergerak ke lokasi.
Olah TKP digelar di kamar 102. Proses ini mengumpulkan petunjuk awal terkait posisi jenazah dan kondisi ruangan. Keterangan polisi Supriyanto dan Deputi Otorita Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi disatukan menjadi satu timeline utuh.
Gambaran jam per jam dari kedua jalur narasumber jelas. Pukul 06.00 aktif normal. Menjelang 08.00 gagal dihubungi. Pintu dibuka paksa. Laporan staf masuk sekitar 14.00. Polisi catat 14.15 lalu olah TKP sebelum evakuasi. Rangkaian ini memberi gambaran lengkap tanpa potongan terpisah.
Keluhan Kesehatan Sehari Sebelum serta Rencana Pimpin Ibadah di Balikpapan
Menurut saksi termasuk staf pribadi, Troy sempat mengeluhkan kondisi kesehatan sehari sebelum ditemukan. Keluhan itu disampaikan dalam percakapan rutin. Namun ia tetap bersiap menjalankan agenda keesokan harinya.
Rencana memimpin ibadah di Balikpapan tidak dibatalkan. Jadwal keberangkatan pukul 08.00 Wita tetap digarisbawahi. Aktivitas pagi sejak 06.00 mendukung kesan bahwa ia masih menjalani hari seperti biasa.
Tidak ada indikasi resmi bahwa keluhan kesehatan membuatnya mengubah seluruh rencana. Fokus tetap pada tugas komunikasi publik Otorita IKN yang biasa diembannya.
Visum di RS Hermina IKN, Bantuan Inafis, dan Syarat Serah Jenazah ke Keluarga
Jenazah Troy dievakuasi ke RS Hermina IKN. Di sana proses visum digelar untuk menentukan penyebab kematian. Tim Inafis Polres Penajam Paser Utara dilibatkan membantu identifikasi.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Langkah ini menjadi penentu utama alur selanjutnya. Jika visum tidak menemukan unsur kekerasan, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga.
Status proses saat ini sudah mencakup olah TKP yang selesai digelar. Bantuan Inafis berjalan. Visum masih dalam penantian. Penyerahan jenazah ke keluarga bergantung sepenuhnya pada hasil tanpa indikasi kekerasan, sesuai pernyataan resmi yang disampaikan.
Keluarga kini menanti kepastian itu. Seluruh rangkaian dari pagi hingga sore Sabtu 25 Juli 2026 sudah terdokumentasi melalui sinergi keterangan polisi dan internal Otorita IKN. Langkah berikutnya menunggu hasil laboratorium semata.







