Momentum gelar pertama musim 2026 Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung diuji usai menumbangkan ganda nomor satu dunia. Mereka berangkat ke Changzhou sebagai juara bertahan Super 1000 dengan jeda istirahat sangat sempit dan peringatan pelatih agar euforia Tokyo tidak mengikis fokus.
Inti artikel
- Momentum gelar pertama musim 2026 Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung diuji usai menumbangkan ganda nomor satu dunia
- Final Minggu 19 Juli 2026 di Jepang Terbuka Super 750 berakhir 21-19, 21-17 untuk Fajar/Fikri
- Lawan mereka Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan yang saat itu menempati peringkat satu dunia
Optimaise News mencatat pasangan itu siap mempertahankan tahta di Tiongkok Terbuka 21-26 Juli 2026. Total hadiah turnamen mencapai US$2 juta atau sekitar Rp36 miliar. Status juara bertahan 2025 memberi modal psikologis penting di level Super 1000.
Final Tokyo: Fajar/Fikri Hentikan Kim/Seo dalam Dua Gim
Final Minggu 19 Juli 2026 di Jepang Terbuka Super 750 berakhir 21-19, 21-17 untuk Fajar/Fikri. Lawan mereka Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan yang saat itu menempati peringkat satu dunia.
Kunci kemenangan menurut pelatih adalah disiplin ketat di area depan. Minim kesalahan sendiri dan saling bergantian mengendalikan net menjadi senjata utama. Mereka berhasil mematahkan ritme unggulan teratas itu dalam dua gim lurus.
Nilai psikologis mengalahkan nomor satu dunia sangat besar. Bekal percaya diri ini langsung dibawa sebagai amunisi bela gelar di Changzhou.
Peringatan Antonius: Super 1000 Bukan Sekadar Lanjutan Jepang

Pelatih Antonius Budi Ariantho meminta Fajar/Fikri tetap fokus total. Dia menekankan Super 1000 bukan sekadar kelanjutan Super 750 meski lawan yang dihadapi relatif mirip.
Selisih level kompetisi jauh terasa. Euforia kemenangan di Tokyo bisa mengikis konsentrasi kalau tidak dikelola. Antonius menuntut pasangan ini menjaga konsentrasi penuh sejak hari pertama di Changzhou.
Penekanan pelatih juga menyentuh perbedaan intensitas. Level Super 1000 menuntut recovery dan ketajaman mental lebih tinggi dibanding fuzhou tiongkok terbuka di edisi-edisi Super 750 sebelumnya.
Modal Juara Bertahan Changzhou dan Target Pertahankan Tahta

Fajar/Fikri merupakan juara bertahan Tiongkok Terbuka 2025. Mereka tercatat sebagai pasangan nonunggulan pertama dalam satu dekade yang berhasil juara di sana.
Targetnya jelas: pertahankan tahta di hadapan total hadiah US$2 juta. Status juara bertahan memberi poin ranking dan rasa percaya diri tambahan di depan tuan rumah.
Pasangan ini sadar lawan-lawan top dunia akan datang dengan ambisi tinggi. Modal gelar 2025 harus diterjemahkan menjadi permainan solid dari babak awal.
Jeda Singkat Tokyo, Changzhou: Ujian Fisik dan Mental
Waktu istirahat sangat singkat sebelum bertolak ke Changzhou. Final Jepang 19 Juli langsung disusul turnamen yang dimulai 21 Juli.
Tekanan konkret jeda pendek ini menguji pemulihan fisik dan mental secara ekstrem. Otot dan fokus harus kembali optimal dalam hitungan jam, bukan hari.
Tim pelatih mengawasi ketat pola makan, tidur, dan recovery ringan. Satu kesalahan pemulihan bisa berakibat fatal di level Super 1000 yang padat.
Dari Runner-up Singapura ke Gelar Pertama 2026
Sebelum juara di Jepang, Fajar/Fikri hanya finis runner-up di Singapura Terbuka. Hasil itu menjadi batu loncatan berharga menuju gelar podium tertinggi pertama musim 2026.
Perjalanan dari runner-up ke juara menunjukkan progres yang konsisten. Mereka belajar mengelola tekanan final dan memperbaiki detail kecil yang sempat menghambat di Singapura.
Momentum positif itu kini dibawa utuh ke Changzhou. Latar belakang runner-up lalu juara memberi gambaran mental yang matang untuk misi bela gelar.
FAQ Tiongkok Terbuka 2026 Fajar/Fikri
Kapan dan di mana Tiongkok Terbuka 2026 digelar?
Turnamen berlangsung 21-26 Juli 2026 di Changzhou dengan total hadiah US$2 juta atau sekitar Rp36 miliar.
Berapa skor final Fajar/Fikri lawan Kim/Seo di Jepang Terbuka?
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menang 21-19, 21-17 atas Kim Won-ho/Seo Seung-jae pada final 19 Juli 2026.
Apa peringatan utama pelatih Antonius Budi Ariantho?
Dia minta Fajar/Fikri tetap fokus karena Super 1000 punya level berbeda dan jeda istirahat dari Tokyo sangat sempit sehingga euforia bisa merusak konsentrasi.
Mengapa status juara bertahan penting bagi Fajar/Fikri?
Mereka juara edisi 2025 sebagai nonunggulan pertama dalam satu dekade, sehingga membawa modal mental dan poin ranking untuk bela tahta di Super 1000.







