Batam, Optimaise News – Timnas putri 3×3 Indonesia tersingkir dini dari FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026. Skuad asuhan Deny Sartika kalah 12-21 dari Ulaanbaatar Amazons Mongolia pada laga pembuka 23 Juli, lalu kalah 10-19 dari Thailand di pertandingan kedua.
Inti artikel
- Timnas putri 3×3 Indonesia tersingkir dini dari FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026
- Duel digelar di Alun-Alun Engku Putri, Batam
- Dua kekalahan beruntun memicu evaluasi total skuad putri
Duel digelar di Alun-Alun Engku Putri, Batam. Dua kekalahan beruntun memicu evaluasi total skuad putri. Sorotan utama jatuh pada progres teknis pasca tampil di Cina serta filter usia U23 menjelang multi-event Asian Games Nagoya.
Skor dan eliminasi dini di fase grup Batam Stop
Hasil fase grup langsung menutup jalan. Lawan Mongolia unggul 21-12 di laga pembuka. Thailand kemudian menang 19-10 di laga kedua.
Rekor 0-2 membuat Timnas putri gagal lolos babak lanjutan. Turnamen FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026 jadi ujian langsung di tanah air. Venue terbuka menuntut adaptasi cepat terhadap cuaca dan tekanan penonton.
Timnas putri hadapi Batam Stop berbekal pengalaman di Cina. Skor akhir tetap memperlihatkan jarak dengan lawan regional. Eliminasi dini jadi sinyal keras buat staf pelatih dan pemain.
Catatan Deny Sartika soal lonjakan offense-defense

Pelatih Deny Sartika tak terpaku pada skor semata. Dia menyoroti lonjakan di offense, defense, transisi, dan pemahaman taktik. Aspek-aspek itu dinilai lebih baik dibanding penampilan di Cina.
Meski kalah, progres teknis ini jadi modal berharga. Permainan 3×3 menuntut kecepatan dan keputusan sepersekian detik. Skuad putri mulai menangkap pola itu, meski eksekusi di lapangan masih goyah.
Catatan Deny memberi arah perbaikan yang terukur. Staf pelatih kini punya data konkret soal kekuatan dan kelemahan. Optimaise News memandang penilaian ini sebagai fondasi evaluasi yang jujur.
Agenda evaluasi video plus laga Jepang

Coaching staff segera gelar evaluasi internal. Mereka gabungkan diskusi terbuka dengan analisis video dua laga. Tujuannya petakan momen-momen krusial yang bisa diperbaiki.
Agenda lanjutan adalah kejuaraan 3×3 di Jepang. Turnamen itu jadi jembatan praktis buat uji ulang progres. Jarak waktu dimanfaatkan agar kesalahan di Batam tak terulang.
Analisis video bantu pemain lihat positioning dan pilihan tembakan sendiri. Proses ini lebih objektif dibanding sekadar ceramah. Langkah berjenjang ini menjaga momentum menuju event besar.
Tiga pemain lolos syarat usia Asian Games
Asian Games 2026 digelar 19 September hingga 4 Oktober di Nagoya. Aturan 3×3 ketat: hanya pemain U23 yang boleh turun. Filter usia ini langsung memengaruhi komposisi skuad putri.
Tiga nama lolos syarat: Diva Intan, Thasya Heri, dan Lidwina Ruth. Mereka eligible untuk multi-event di Jepang. Ayu Sriartha tidak lolos karena sudah melewati batas usia.
Daftar eligible ini memaksa regenerasi lebih cepat. Pemain muda jadi tulang punggung utama. Kesiapan fisik dan mental mereka jadi prioritas latihan sisa kalender.
Sintesis skor Batam, catatan Deny, plus status U23 membentuk peta kesiapan utuh. Timnas 3×3 Putri Bidik Progres di Batam Stop meski hasil belum sesuai harapan. Fokus kini bergeser ke filter usia dan laga uji berikutnya.
Target puncak di Nagoya September-Oktober 2026
Target utama adalah tampil puncak di Nagoya. Asian Games jadi puncak kalender 3×3 putri. Skuad ingin kompetitif dan merebut hasil maksimal di level multi-event.
Timeline sudah jelas: evaluasi video dulu, kejuaraan Jepang sebagai jembatan, baru puncak di Nagoya. Setiap tahap harus menunjukkan lonjakan nyata di lapangan.
Dengan tiga pemain U23 sebagai inti, chemistry dibangun sejak sekarang. Latihan intensif dan laga uji jadi penentu kualitas. Optimaise News melihat peta ini memberi arah pasti bagi penggemar dan pengamat basket 3×3.







