Tiga pengguna iPhone mengajukan gugatan perwakilan kelompok ke Pengadilan Distrik Utara California. Mereka menuduh Apple lalai membiarkan aplikasi Sparrow Wallet palsu merugikan total USD 1,8 juta atau setara Rp32,5 miliar.
Inti artikel
- Tiga pengguna iPhone mengajukan gugatan perwakilan kelompok ke Pengadilan Distrik Utara California
- Mereka menuduh Apple lalai membiarkan aplikasi Sparrow Wallet palsu merugikan total USD 1,8 juta atau setara Rp32,5 miliar
- Aplikasi itu menyamar sebagai dompet kripto resmi lalu meminta seed phrase untuk menguras Bitcoin korban
Aplikasi itu menyamar sebagai dompet kripto resmi lalu meminta seed phrase untuk menguras Bitcoin korban. Apple selalu mengklaim proses peninjauan App Store ketat, tapi kasus serupa terus berulang. Optimaise News merangkum pola kelalaian yang memicu tuntutan ganti rugi dan perbaikan sistem.
Aplikasi Kripto Palsu yang Sering Lolos App Store
Sejak 2017, beberapa aplikasi palsu lolos peninjauan App Store sebelum dihapus. MyEtherWallet palsu sempat menduduki peringkat ketiga pencarian sebelum dibersihkan.
Pada 2023 aplikasi Trezor palsu sempat menduduki puncak pencarian. Tahun 2024 giliran Rabby Wallet palsu ikut lolos. Sparrow Wallet palsu menjadi kasus terbaru yang memicu gugatan besar.
Kasus terpisah menimpa Danyell Shin. Dia kehilangan lebih dari USD 80.000 atau sekitar Rp1,4 miliar akibat aplikasi Swiftcrypt palsu yang mirip dompet resmi.
| Kasus Aplikasi Palsu | Tahun | Kerugian Dilaporkan |
|---|---|---|
| MyEtherWallet palsu | 2017 | Peringkat 3 App Store |
| Trezor palsu | 2023 | Menduduki pencarian teratas |
| Rabby Wallet palsu | 2024 | Lolos peninjauan |
| Swiftcrypt (Danyell Shin) | Belum spesifik | USD 80.000 (Rp1,4 miliar) |
| Sparrow Wallet palsu | Terbaru | USD 1,8 juta (Rp32,5 miliar) |
Pola berulang ini menunjukkan celah peninjauan yang dimanfaatkan penipu. Aplikasi palsu sering meniru nama, ikon, dan deskripsi resmi sehingga pengguna sulit membedakan.
Rincian Gugatan terhadap Kelalaian Apple
Penggugat menuduh Apple melanggar perlindungan pelanggan di California, Louisiana, dan Massachusetts. Mereka menilai Apple gagal memperingatkan pengguna soal aplikasi palsu yang beredar di App Store.
Aplikasi Sparrow Wallet palsu meminta seed phrase. Setelah dimasukkan, aset Bitcoin langsung dikuras ke dompet pelaku. Gugatan menyebut Apple tidak membangun reputasi pasar yang aman meski mengklaim verifikasi ketat.
Para korban merasa proses peninjauan App Store tidak memadai. Mereka menuntut Apple memperketat verifikasi dan memberi peringatan jelas di halaman unduh.
Kerugian dan Tuntutan Hukum Penggugat
Total kerugian tiga penggugat mencapai USD 1,8 juta. Nilai itu setara Rp32,5 miliar berdasarkan kurs saat pelaporan. Kerugian berasal dari Bitcoin yang hilang setelah seed phrase dicuri.
Mereka menuntut ganti rugi penuh atas Bitcoin yang hilang plus ganti rugi tambahan. Tuntutan lain mencakup perbaikan proses peninjauan App Store dan peringatan yang lebih tegas kepada pengguna.
Gugatan perwakilan kelompok ini dibuka di Pengadilan Distrik Utara California. Tujuannya melindungi konsumen lain yang berpotensi jadi korban serupa di masa depan.
Tanggapan Apple soal Aplikasi Sparrow Wallet
Apple menghapus aplikasi Sparrow Wallet palsu segera setelah laporan masuk. Akun pengembang terkait juga ditutup. Langkah cepat itu dilakukan usai korban melapor.
Apple menyarankan pengguna melaporkan masalah lewat reportaproblem.apple.com. Perusahaan tetap menekankan bahwa peninjauan aplikasi selalu dilakukan sebelum masuk App Store.
Meski demikian, penggugat menilai tindakan reaktif tidak cukup. Mereka ingin sistem pencegahan lebih ketat agar aplikasi palsu tidak sempat diunduh.
Tips Melindungi Diri dari Dompet Kripto Palsu
Verifikasi aplikasi dompet kripto resmi sebelum mengunduh di iPhone. Cek nama pengembang, jumlah unduhan, dan ulasan pengguna. Bandingkan dengan situs resmi proyek tersebut.
Jangan pernah memasukkan seed phrase ke aplikasi yang meminta data itu. Seed phrase hanya untuk pemulihan offline, bukan input di layar unduh atau login.
Gunakan sumber resmi atau toko tepercaya. Jika ragu, unduh lewat tautan di situs resmi, bukan hasil pencarian App Store semata.







