Film epik berjudul The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan berhasil menarik 291.359 penonton di Korea Selatan pada hari pertamanya, dengan 44,8 persen dari total penjualan presale. Menurut data Dewan Film Korea, angka ini menempatkan film itu di peringkat ketiga box office tahun 2026 setelah Spider-Man Brand New Day dan Hope.
Inti artikel
- Anggaran produksi mencapai 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun membuat adaptasi ini memilih rekam keseluruhan dalam format IMAX
- Tema nostos atau perjalanan pulang sang pahlawan Odysseus menjadi kekuatan utama yang membuat penonton terhanyut
- Christopher Nolan mengambil pertaruhan besar dengan mengadaptasi karya Homer ini setelah sebelumnya gagal merealisasikan Troy
Anggaran produksi mencapai 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun membuat adaptasi ini memilih rekam keseluruhan dalam format IMAX. Tema nostos atau perjalanan pulang sang pahlawan Odysseus menjadi kekuatan utama yang membuat penonton terhanyut.
Nolan Bangun Semesta The Odyssey dengan Tekhnologi IMAX dan Akting Matt Damon
Christopher Nolan mengambil pertaruhan besar dengan mengadaptasi karya Homer ini setelah sebelumnya gagal merealisasikan Troy. Film berdurasi tiga jam menghadirkan Matt Damon sebagai Odysseus yang cerdik dan murka di hadapan Poseidon. Aktingnya yang terkendali membuat karakter raja Ithaca terasa hidup meski di balik kerangka mitologi yang klasik.
Sebagian besar penonton merasa terbawa ke Zaman Perunggu melalui detail lautan Aegea yang diperankan secara praktikal. Nolan mengandalkan pencahayaan alami dan properti sungguhan sehingga efek CGI tidak mendominasi. Hasilnya, dunia mitos terasa autentik dan penuh getar emosi bagi penonton yang menikmati format IMAX.
Box Office Asia Mulai 290 Ribu Penonton, The Odyssey Jadi Ketiga Terbesar di Korea 2026
Hari pertama tayang di Korea menunjukkan kekuatan global film ini. Total penonton mencapai 291.359 orang dengan presale 47,6 persen. Data ini menegaskan bahwa The Odyssey versi Nolan mampu mengalahkan film-film epik sebelumnya karya sutradara itu sendiri.
Di pasar Asia Tenggara, angka penonton masih terus bertambah. Film yang menggabungkan aksi, drama, dan mistisisme ini berhasil menarik penonton dewasa yang menyukai perjalanan heroik. Pendekatan narasi non-linear yang dimulai dari Telemachus mencari ayahnya menambah kedalaman cerita tanpa membingungkan.
Elon Musk Tantang Nolan Siapkan Versi Full AI The Odyssey
Elon Musk menanggapi sukses film ini dengan mengumumkan rencana Grok Imagine untuk membuat versi full AI. Penulis itu menyebut kritik soal casting, termasuk peran Helen di film sebelumnya, sebagai dasar tantangan tersebut. Nolan tetap berpegang pada naskah asli yang mengoreksi bias gender melalui terjemahan Emily Wilson 2017.
Temuan di dunia film menunjukkan bahwa pendekatan AI bisa menjadi alternatif, tapi tetap ada keraguan soal keaslian mitos Yunani kuno. Fanbase The Odyssey menyambut ide tersebut sebagai peluang ekspansi, meski tidak mengurangi antusiasme menonton versi Nolan saat ini.
Tema Nostos Odysseus dan Kritik Casting yang Terpecahkan
Sang tokoh utama Odysseus menyusun perjalanan pulang selama sepuluh tahun penuh cobaan. Cerita yang dimulai dari putra Telemachus yang berlayar ke Ithaca menjadi kekuatan emosional utama. Penonton merasakan kerinduan keluarga yang sama seperti di film Interstellar karya Nolan.
Casting yang didukung bintang seperti Anne Hathaway dan Tom Holland terbukti tepat sasaran. Kritik soal penggunaan kata Mom dan Dad oleh Telemachus terasa minor dibanding keseluruhan kualitas akting. Film ini berhasil menunjukkan bahwa kemenangan Perang Troya justru menjadi awal dari penderitaan yang lebih panjang.
Dampak Wisata Pulau Favignana dari Tayangan Film Nolan
Pulau kecil Favignana di Italia yang menjadi lokasi syuting utama bersiap menyambut gelombang wisatawan. Wali Kota Giuseppe Pagoto mengatakan pemerintah akan buka pameran permanen soal proses produksi di Oktober mendatang. Asosiasi pengusaha perhotelan lokal juga optimis dengan tren film tourism yang terbukti ampuh.
Film ini menghabiskan beberapa bulan syuting dengan melibatkan 500 warga lokal sebagai figuran. Pengunjung diprediksi datang dari Amerika Serikat dan Asia. Pelukan keluarga Odysseus yang terhanyut di layar bioskop menjadi dasar harapan wisatawan untuk merasakan semesta mitologi.






