Coach Fildan punya langkah berani untuk Syafiq di Dangdut Academy 8. Ia mengalihkan peserta asal Kalimantan Utara itu dari gitar ke suling saat membawakan lagu Jandaku. Konsep baru ini membuat penampilan di tayangan 21 Juli 2026 jauh lebih berwarna dan langsung memukau juri.
Inti artikel
- Coach Fildan punya langkah berani untuk Syafiq di Dangdut Academy 8
- Ia mengalihkan peserta asal Kalimantan Utara itu dari gitar ke suling saat membawakan lagu Jandaku
- Konsep baru ini membuat penampilan di tayangan 21 Juli 2026 jauh lebih berwarna dan langsung memukau juri
Hasilnya dua standing ovation datang dari Lesti dan Dewi Perssik. Soimah menambahkan evaluasi yang membangun. Dari jejak main gitar sebelumnya hingga suling kali ini, alur lengkap itu memperlihatkan strategi Fildan yang utuh dan terencana.
Strategi Fildan: Syafiq Beralih ke Suling di Lagu Jandaku
Di penampilan sebelumnya Syafiq selalu tampil sambil memetik gitar. Fildan merasa paduan itu sudah cukup bagus tapi kurang memberi kejutan visual dan musikal. Ia memutuskan Syafiq beralih ke suling agar vokal dan instrumen saling mengisi di lagu Jandaku.
Saat Syafiq meniup suling di sela bait, suasana panggung berubah. Nada tiupan itu tidak menenggelamkan suaranya. Justru menciptakan lapisan melodi yang segar dan membuat lagu klasik itu terdengar lebih hidup di telinga penonton.
Keputusan Fildan bukan sekadar ganti alat. Ia membangun narasi musikal berurutan: dari gitar yang familiar ke suling yang memberi warna baru. Langkah ini langsung terasa di setiap jeda lagu dan menjadi fondasi penampilan malam itu.
Reaksi Lesti dan Dewi Perssik: Standing Ovation Ganda

Begitu Syafiq menyelesaikan bait terakhir, Lesti langsung berdiri dari kursinya. Dewi Perssik menyusul dalam hitungan detik. Keduanya memberi standing ovation yang jarang terjadi bersamaan di babak tersebut.
Lesti tampak tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol. Dewi Perssik mengangguk-angguk penuh apresiasi. Mereka terpikat pada cara Syafiq menjaga napas antara vokal dan tiupan suling tanpa kehilangan emosi lagu.
Reaksi ganda itu memicu sorak penonton di studio. Momen standing ovation Lesti-Dewi menjadi puncak visual yang memperkuat keberhasilan strategi Fildan. Syafiq hanya tersenyum malu-malu di atas panggung.
Soimah Beri Evaluasi Membangun usai Aksi Panggung

Soimah memberikan catatan yang menenangkan setelah tepuk tangan mereda. Ia mengapresiasi keberanian Syafiq mencoba instrumen baru di panggung besar. Namun ia mengingatkan agar penghayatan lirik tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Soimah, teknik suling sudah bagus. Yang perlu diasah adalah cara Syafiq merasakan setiap kata seolah ia sendiri mengalami cerita Jandaku. Evaluasi itu disampaikan dengan nada hangat dan membangun, bukan menyudutkan.
Syafiq mengangguk dan menerima masukan itu dengan tenang. Soimah menutup komentarnya dengan pujian singkat atas usaha keras peserta muda itu. Suasana juri kembali rileks setelah standing ovation meriah.
Musikalitas Tinggi Syafiq Dinilai Coach Fildan
Coach Fildan menilai Syafiq memiliki musikalitas tinggi yang jarang dimiliki peserta seusianya. Kemampuan beralih dari gitar ke suling dalam waktu singkat menunjukkan telinga musik yang tajam. Fildan percaya bakat alami itu bisa terus digali.
Ia menjelaskan bahwa Syafiq memahami tempo dan harmoni dengan baik. Suling yang dimainkan tidak pernah bentrok dengan vokal. Justru memperkuat dinamika lagu di bagian-bagian penting.
Penilaian Fildan ini menutup lingkaran strategi yang ia rancang. Musikalitas Syafiq menjadi alasan utama kenapa peralihan instrumen berhasil dan menghasilkan standing ovation ganda.
Asal Kalimantan Utara dan Jejak Penampilan Sebelumnya
Syafiq berasal dari Kalimantan Utara. Ia membawa identitas daerah itu ke dalam setiap penampilan di Dangdut Academy 8. Konsep berbeda yang ditawarkan Fildan justru selaras dengan semangatnya memperkenalkan bakat dari luar pulau Jawa.
Jejak sebelumnya dengan gitar sudah memberi fondasi solid. Kini suling menandai babak baru perkembangan musikalnya. Peralihan itu bukan sekadar ganti alat, melainkan langkah sadar untuk memperkaya warna panggung.
Dengan asal Kalimantan Utara yang kental dan strategi Fildan yang matang, Syafiq membuktikan bahwa penampilan dangdut bisa terus berevolusi. Standing ovation Lesti-Dewi dan evaluasi Soimah menjadi bukti bahwa langkah berani itu tepat sasaran.







