Jawa Tengah, Optimaise News – Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional ke-3 pada 22 Juli 2026 di bawah Presiden Prabowo Subianto. Ia berpindah dari kursi Wakil Menteri Pertanian yang digenggam sejak 18 Juli 2024 di era Jokowi.
Inti artikel
- Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional ke-3 pada 22 Juli 2026 di bawah Presiden Prabowo Subianto
- Ia berpindah dari kursi Wakil Menteri Pertanian yang digenggam sejak 18 Juli 2024 di era Jokowi
- Lonjakan jabatan itu diikuti lonjakan harta
Lonjakan jabatan itu diikuti lonjakan harta. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencatat aset bersihnya naik dari Rp8,86 miliar (20 Januari 2025) menjadi Rp31 miliar (29 Maret 2026). Optimaise News merangkai jejak lengkap dari putra petani Grobogan, asisten pribadi, hingga kontroversi rangkap jabatan BUMN.
Dari Keluarga Petani Grobogan ke Beasiswa Internasional
Sudaryono lahir 23 Januari 1985 di Dukuh Mangunrejo, Grobogan, Jawa Tengah. Ia putra tunggal petani Yahyo dan Suwarni. Masa kecil dihabiskan membantu memikul air dan jerami di sawah orang tua.
Ia lulus terbaik SMA Taruna Nusantara 2003. Lalu meraih B.Eng. dari Akademi Pertahanan Nasional Jepang 2009. Gelar MM-MBA Swiss German University diselesaikan 2018. Puncaknya, Doktor IPB 2025 dengan IPK sempurna 4,00.
Jalan pendidikan berjenjang ini jadi modal utama. Ia mengubah nasib lewat beasiswa dan disiplin akademik, bukan warisan modal besar.
Lima Tahun Serumah dengan Prabowo hingga Puncak Gerindra Jateng

Setelah Jepang, Sudaryono menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto 2009, 2014. Lima tahun serumah membentuk kedekatan personal yang langgeng. Hubungan itu membawa entrinya ke struktur partai.
Ia dilantik Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah 18 Oktober 2023. Sosok Sudaryono Gerindra sempat disiapkan maju Pilgub Jateng 2024. Rencana itu urung setelah pelantikan sebagai Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Jokowi.
Jejak organisasi lain meliputi Ketua Umum HKTI, Tani Merdeka, dan APPSI. Semua menguat di era peralihan kabinet Jokowi ke Prabowo.
Portofolio Bisnis Media-Teknologi-Pangan di Tengah Jabatan Publik

Sambil berkarir publik, Sudaryono memegang posisi CEO Garuda TV dan CEO PT Nusantara Telematics System. Ia juga chairman PT Boga Halal Nusantara yang bergerak di sektor daging, telur, dan ikan.
Badan Gizi Nasional bertugas merancang dan mengawasi program gizi nasional, termasuk swasembada pangan dan penurunan stunting di Kabinet Merah Putih. Posisi Kepala BGN menempatkannya di pusat kebijakan yang bersinggungan langsung dengan bisnis pangan pribadinya.
Potensi benturan kepentingan muncul karena kewenangan gizi nasional bisa memengaruhi rantai pasok protein hewani. Optimaise News mencatat peta ini jarang disatukan kompetitor dalam satu alur.
Putusan MK Larang Rangkap, Status Komisaris Pupuk Indonesia
Putusan Mahkamah Konstitusi 128/PUU-XXIII/2025 tegas melarang pejabat publik merangkap komisaris BUMN. Meski begitu, Sudaryono tetap tercatat sebagai Komisaris Utama Pupuk Indonesia.
Status rangkap ini belum dijelaskan detail tanggapannya di ruang publik. Jabatan di BUMN pupuk justru relevan dengan agenda swasembada yang digawangi BGN dan kementerian terkait.
Timeline lintas era memperlihatkan akumulasi posisi: dari asisten Prabowo, Wamentan, Ketua DPD Gerindra Jateng, hingga Kepala BGN plus komisaris BUMN.
Lonjakan LHKPN Rp22,5 Miliar dan Bintang Mahaputera Pratama
Data LHKPN menunjukkan kenaikan Rp22,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Rinciannya sebagai berikut:
| Tanggal Laporan | Nilai Kekayaan Bersih |
|---|---|
| 20 Januari 2025 | Rp8,86 miliar |
| 29 Maret 2026 | Rp31 miliar |
Pada 25 Agustus 2025 ia menerima Bintang Mahaputera Pratama. Penghargaan negara itu menambah daftar pencapaian formal di sela lonjakan karier dan harta.
Sintesis data ini menggabungkan LHKPN, putusan MK, pelantikan BGN, dan portofolio bisnis pangan. Pembaca awam mendapat gambaran utuh soal posisi strategis Sudaryono Gerindra di pusat agenda gizi nasional tanpa harus merangkai sendiri dari banyak sumber terpisah.
Beberapa catatan publik juga merujuk Martinus Sudaryono untuk sosok yang sama. Namun data resmi konsisten menampilkan nama Sudaryono beserta riwayat Grobogan hingga BGN.





