Jawa Tengah, Optimaise News – Martinus Sudaryono dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang ketiga pada 22 Juli 2026 di bawah Presiden Prabowo Subianto. Jabatan itu diterimanya usai menyelesaikan tugas sebagai Wakil Menteri Pertanian ke-7 mendampingi Amran Sulaiman. Pelantikan menandai pergeseran fokus dari produksi pertanian ke aspek gizi masyarakat.
Inti artikel
- Martinus Sudaryono dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang ketiga pada 22 Juli 2026 di bawah Presiden Prabowo Subianto
- Jabatan itu diterimanya usai menyelesaikan tugas sebagai Wakil Menteri Pertanian ke-7 mendampingi Amran Sulaiman
- Pelantikan menandai pergeseran fokus dari produksi pertanian ke aspek gizi masyarakat
Ia menggantikan Nanik S. Deyang dalam struktur pemerintahan baru. Optimaise News memotret bagaimana anak petani dari Grobogan ini melangkah ke pucuk urusan gizi nasional dengan bekal pertanian dan jaringan politik. Latar belakang tersebut memberi warna berbeda dibanding pejabat sebelumnya.
Lahir 23 Januari 1985 di Grobogan, Jawa Tengah, ia adalah putra tunggal dari pasangan Yahyo dan Suwarni. Kehidupan di keluarga petani menanamkan pemahaman mendalam soal tantangan pangan di tingkat akar rumput. Pengalaman itu kemudian meresap ke setiap keputusan kariernya.
Masa jabatannya di Kementerian Pertanian berlangsung dari 18 Juli 2024 hingga 22 Juli 2026. Periode tersebut membentang dari pemerintahan Joko Widodo ke era Prabowo Subianto. Di sana ia mendampingi Amran Sulaiman dalam berbagai program ketahanan pangan.
Sudaryono Gerindra Pimpin DPD Jawa Tengah
Sejak 18 Oktober 2023 Sudaryono menjadi Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah petahana. Posisi itu sebelumnya dipegang Abdul Wachid. Kepemimpinan di level DPD menuntut kemampuan mengorganisasi kader dan pemilih di daerah padat.
Peran sudaryono gerindra di tingkat provinsi memperkuat pengaruhnya di basis massa. Ia juga dikenal sebagai mantan asisten pribadi Prabowo Subianto yang mendekatkannya ke lingkaran kekuasaan. Hubungan itu mempercepat akses ke jabatan eksekutif.
Statusnya sempat disebut Komisaris Utama Pupuk Indonesia. Putusan Mahkamah Konstitusi 128/PUU-XXIII/2025 justru melarang rangkap jabatan seperti itu sehingga menimbulkan diskusi publik. Isu ini menjadi catatan penting di tengah penunjukan barunya.
Keterlibatan aktif di HKTI, Tani Merdeka Indonesia, APPSI, serta PAPERA menunjukkan konsistensinya pada isu petani. Jaringan organisasi itu relevan dengan mandat baru di bidang gizi. Partisipasi di forum tani memperdalam wawasan implementatifnya.
Pendidikan Hingga Bisnis Martinus Sudaryono

Ia lulus terbaik dari SMA Taruna Nusantara pada 2003. Pendidikan dilanjutkan di Akademi Pertahanan Nasional Jepang dengan gelar B.Eng. Disiplin militer di sana membentuk etos kerjanya.
Swiss German University memberinya M.M. dan MBA. Kemudian IPB menganugerahkan gelar doktor yang melengkapi kapasitas akademiknya. Rangkaian studi lintas negara ini langka di kalangan pejabat muda.
Di bisnis, ia pernah memimpin Garuda TV. Ia juga pernah mengarahkan PT Nusantara Telematics System dan PT Indonesian Defense and Security Technologies. Pengalaman media dan teknologi membantunya memahami komunikasi publik.
Ia mengetuai PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma di sektor farmasi. Separuh waktunya diarahkan ke PT Boga Halal Nusantara yang mengurus daging, telur, dan ikan. Portofolio pangan ini beririsan langsung dengan agenda gizi.
Situs resmi sudaryono.id menyediakan informasi resmi seputar aktivitasnya. Perpaduan pengalaman bisnis pangan dengan latar petani membuat penunjukan di Badan Gizi Nasional terasa koheren. Publik dapat memantau program lewat kanal tersebut.
Dengan transisi dari Wakil Menteri Pertanian ke Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono membawa perspektif praktis. Optimaise News mencatat bahwa jejak ini bisa memengaruhi arah program gizi nasional ke depan. Fokus pada anak petani hingga pejabat menunjukkan mobilitas sosial yang nyata.







