Jakarta, Optimaise News – Sri Mulyani terpilih menjadi Independent Co-Chair Asosiasi Pengembangan Internasional (IDA) ke-22 Bank Dunia pada Agustus 2026. Penunjukan ini dilakukan oleh komite yang terdiri atas perwakilan negara donor dan peminjam.
Inti artikel
- Sri Mulyani terpilih menjadi Independent Co-Chair Asosiasi Pengembangan Internasional (IDA) ke-22 Bank Dunia pada Agustus 2026
- Penunjukan ini dilakukan oleh komite yang terdiri atas perwakilan negara donor dan peminjam
- Sri Mulyani membawa pengalaman luas di bidang keuangan internasional dan pembangunan
Salah satu tugas utamanya adalah menggalang dana untuk pertemuan IDA22 yang akan digelar Desember 2026 di Tashkent, Uzbekistan, dengan komitmen pendanaan hingga 2031.
Latar Belakang Pengalaman Global Sri Mulyani
Sri Mulyani membawa pengalaman luas di bidang keuangan internasional dan pembangunan. Ia pernah menjabat Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia dari 2010 hingga 2016 sebelum menjadi Menteri Keuangan Indonesia.
Saat ini ia tergabung sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di Universitas Oxford. Keberhasilan dalam kebijakan pembangunan internasional membuatnya masuk daftar Forbes 100 Most Influential Women in the World.
Tugas Utama dan Proses Seleksi Co-Chair IDA22
Sri Mulyani akan bertugas bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Bank Dunia. Tugas tersebut mencakup menggalang dukungan pendanaan dan kebijakan dari donor serta negara peminjam.
Proses pemilihan dilakukan oleh komite yang melibatkan perwakilan kelompok donor dan peminjam. Pertemuan IDA biasanya digelar setiap tiga tahun sekali untuk mengumpulkan dana baru dan meninjau kebijakan.
Reaksi Akademisi dan Dampak bagi Indonesia
Lecturer Paramadina University Wijayanto Samirin menyatakan Indonesia seharusnya meningkatkan donasi ke IDA agar peringkatnya lebih baik. Ia menilai penunjukan ini peluang emas yang bisa dimanfaatkan sebagai duta besar.
Esther Sri Astuti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melihat penunjukan ini positif untuk meningkatkan reputasi Indonesia di mata institusi global.
Dampak Positif dan Tantangan Domestik Penunjukan Ini
Penunjukan ini meningkatkan kepercayaan internasional terhadap tata kelola keuangan Indonesia. Namun ada persepsi domestik yang menganggap kebijakan IDA pro-asing dan terkait skema utang.
Indonesia sebagai donor IDA dengan kontribusi 30 juta dolar AS atau 0,13 persen total donasi, menempati peringkat ke-28. Secara resmi Indonesia sudah lulus target sebagai negara berpenghasilan menengah.
Rekomendasi Pemerintah Optimalkan Peran Tokoh Ini
Pemerintah perlu memanfaatkan potensi Sri Mulyani dan tokoh sejenis seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Retno Marsudi, Gita Wirjawan, serta Sandiaga Uno sebagai duta besar. Hal ini bisa meningkatkan citra Indonesia secara global.
Optimaise News mencatat bahwa peningkatan donasi ke IDA akan memperkuat posisi Indonesia sebagai lulusan program tersebut. Tim redaksi Optimaise News menyarankan Presiden untuk langsung menugasi tokoh internasional tersebut.






