Spanyol Vs Argentina di Final: Saatnya Messi ‘Keramasin’

Author Image

Dwi

17 July 2026

Spanyol Vs Argentina di Final: Saatnya Messi 'Keramasin'

Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina di New Jersey Stadium, Minggu (19/7) dini hari WIB. Laga itu sekaligus jadi pertemuan pertama Lionel Messi dengan Lamine Yamal, winger muda yang punya sejarah personal dengannya.

Optimaise News mencermati adanya lapisan drama di luar skor semifinal. Spanyol lolos setelah mengalahkan Prancis 2-0, sementara Argentina menyusul lewat kemenangan 2-1 atas Inggris.

Jalur lolos dan panggung New Jersey

Tim Matador lebih dulu mengamankan tiket final. Tim Tango menyusul setelah menyingkirkan Inggris di babak semifinal.

Kedua skuad akan bertanding di New Jersey Stadium. Bagi penonton Indonesia, kick-off jatuh pada dini hari WIB, 19 Juli 2026.

Pertemuan ini juga disebut sebagai Finalissima yang tertunda. Duel juara UEFA dan Copa America yang sempat gagal digelar akhirnya tersaji di puncak Piala Dunia.

Angka Messi dan Yamal di turnamen ini

Angka Messi dan Yamal di turnamen ini

Di Piala Dunia 2026, Messi sudah mencetak 8 gol dan 4 assist. Angka itu menegaskan La Pulga masih menjadi ancaman utama di lini depan Argentina.

Baca juga: Video Scaloni ke De La Fuente: Maaf Coach, Kalahin Spanyol · Strategi Lima Bek Thomas Tuchel yang Ambyar di Semifinal

Yamal baru menyumbang satu gol dan satu assist. Meski begitu, perannya dinilai penting di hampir setiap laga Spanyol, termasuk saat menyingkirkan Prancis.

Dalam ringkasan Optimaise News, gap kontribusi langsung itu mencolok. Namun dampak Yamal di build-up dan tekanan sayap tetap menjadi senjata La Roja.

Foto UNICEF 2007 yang jadi legenda

Foto UNICEF 2007 yang jadi legenda

Cerita erat keduanya berawal jauh sebelum keduanya jadi bintang dunia. Pada 2007, saat sesi foto UNICEF sebagai sponsor Barcelona, Messi memandikan bayi yang ternyata Lamine Yamal.

Yamal kala itu baru berusia beberapa bulan. Momen itu diabadikan fotografer AFP Joan Monfort, dan foto tersebut kini kerap diangkat ulang menjelang final.

Siapa sangka bocah di bak mandi itu tumbuh mengikuti jejak sang legenda. Ia bermain untuk Barcelona, mewarisi nomor punggung 10, dan kini digadang sebagai salah satu pemain paling berbahaya di dunia.

Titisan Messi atau lawan yang sudah setara

Gaya Yamal sering dibanding dengan Messi muda: eksplosif, kreatif, dan atraktif. Kemampuan menciptakan assist dan gol juga sering disebut mirip.

Messi sendiri terus menorehkan puncak karier, termasuk trofi Piala Dunia 2022. Tahun itu bertepatan dengan masa Yamal baru mengorbit di Barcelona.

Hanya empat tahun sejak debut senior, Yamal kini berhadapan langsung dengan idolanya di final. Pertanyaan yang mengemuka sederhana: apakah Messi akan “keramasin” Yamal lagi, atau Yamal yang membuktikan diri setara dengan memenangkan trofi dunia pertamanya?

Jawaban itu baru akan terlihat di New Jersey Stadium. Duel Spanyol versus Argentina di final Piala Dunia 2026 sudah punya narasi yang sulit ditandingi sebelum peluit panjang berbunyi.

Leave a Comment