Surabaya, Optimaise News – Zhifanna membuat Soimah berdiri di tengah lagu saat membawakan ‘Bumi Pun Turut Menangis’ di Dangdut Academy 8 pada 20 Juli 2026. Aksi spontan juri senior itu jarang terjadi dan langsung jadi validasi puncak penghayatan di panggung kompetisi ini.
Inti artikel
- Zhifanna membuat Soimah berdiri di tengah lagu saat membawakan ‘Bumi Pun Turut Menangis’ di Dangdut Academy 8 pada 20 Juli 2026
- Aksi spontan juri senior itu jarang terjadi dan langsung jadi validasi puncak penghayatan di panggung kompetisi ini
- Pujian berlapis datang dari multi juri
Pujian berlapis datang dari multi juri. Jirayut hanyut emosi, Wika soroti ketulusan, Soimah puji cengkok, dan Lesti menjuluki Zhifanna the real cabai rawit sebagai penanda karakter vokal plus gerak yang membedakan.
Kenapa Berdirinya Soimah di Tengah Lagu Jadi Titik Balik Malam Itu
Standing mid-song dari Soimah bukan tepuk tangan biasa. Ia mengaku merinding dan menegaskan bahwa tidak semua peserta mampu memicu reaksi serupa di tengah lagu. Bagi penonton awam DA 8, momen ini jadi barometer kualitas yang mudah dipahami.
Soimah jarang bangkit sebelum lagu selesai kecuali penampilan benar-benar menusuk. Zhifanna berhasil mengantarkan emosi yang memaksa juri berdiri. Optimaise News melihat raritas itu sebagai penanda bahwa penghayatan sudah di level puncak, bukan sekadar nyanyi bagus.
Titik balik malam itu terasa jelas. Reaksi Soimah mengubah arus penampilan dari sekadar kompetisi biasa menjadi momen yang dibicarakan. Penonton langsung merasakan bedanya lewat bahasa tubuh juri yang paling senior.
Yang Ditangkap Jirayut, Wika, dan Lesti dari Satu Penampilan

Jirayut mengaku terhanyut hingga membayangkan dirinya menjadi ‘Bumi’. Ia ingin menangis karena penghayatan Zhifanna terasa dalam dan jujur. Emosi itu merembet ke seluruh panggung.
Wika menyoroti ketulusan hati yang terasa natural. Teknik tetap rapi, cengkok dan improve mulus, serta penguasaan panggung yang tidak terkesan seperti sedang menghafal. Semua elemen itu berjalan seimbang.
Lesti memberikan julukan the real cabai rawit. Suara renyah dan fleksibilitas lagu menonjol. Gerakan tangan serta langkah terasa berisi nyawa, bukan sekadar aksesori vokal.
Empat sudut pujian ini membentuk kerangka kenapa penampilan terasa mahal. Emosi murni Jirayut, ketulusan Wika, cengkok dan eksekusi Soimah, plus karakter vokal-gerak Lesti jarang berkumpul dalam satu penampilan peserta muda. Sintesis itulah yang membuat momen Zhifanna beda.
Cengkok, Improve, dan Eksekusi yang Disebut Tetap Maksimal

Soimah secara khusus memuji kejelasan cengkok Zhifanna. Menurutnya penampilan tetap maksimal bahkan jika diulang karena cengkoknya tegas dan bersih. Poin ini jarang diucapkan sejelas itu.
Ia sempat menanyakan soal improve kepada mentor Selfi. Selfi menjelaskan bahwa improve sudah difilter Cikgu Adibal agar pas dengan karakter lagu. Mentor paham senjata peserta, tapi eksekusi di panggung tetap krusial.
Cengkok manis saja tidak cukup tanpa delivery utuh. Soimah memberi isyarat bahwa senjata yang sudah disiapkan mentor harus dieksekusi maksimal. Zhifanna berhasil menunjukkannya malam itu.
Saran Juri agar Zhifanna Tak Meredup di Tengah Kompetisi
Para juri memberi catatan praktis agar Zhifanna menjaga konsistensi. Eksekusi harus tetap maksimal di setiap penampilan berikutnya. Jangan sampai momen standing ini jadi puncak yang tidak terulang.
Jaga stamina jadi kunci utama. Kompetisi DA 8 panjang dan butuh tenaga cadangan. Tanpa manajemen energi, penampilan bagus bisa meredup di babak selanjutnya.
Siapkan peluru atau variasi penampilan. Checklist singkat dari juri: eksekusi maksimal, rawat stamina, siapkan amunisi baru. Tiga poin itu bisa dibaca sebagai panduan singkat biar tetap segar di mata penonton dan juri.
Siapa Saja yang Tampil Bersamanya pada 20 Juli 2026
Malam itu Zhifanna berbagi panggung dengan peserta dari berbagai daerah. Mereka adalah Anggini dari Majene, Angkasa dari Surabaya, dan Bintang dari Bangka Belitung. Kompetisi terasa ketat sejak awal.
Delira dari Garut, Inayah dari Gowa, serta Revalina dari Palangka Raya juga tampil di malam yang sama. Kehadiran mereka membuat standing Soimah semakin menonjol sebagai pembeda. Satu momen langka langsung mengangkat nama Zhifanna di antara enam lawan.
Tanya Jawab Penampilan Zhifanna di Dangdut Academy 8
Apa yang bikin Soimah berdiri di tengah lagu?
Penghayatan Zhifanna saat bawakan ‘Bumi Pun Turut Menangis’ membuat Soimah merinding. Ia berdiri spontan karena menilai tidak semua peserta mampu memicu reaksi serupa di tengah lagu.
Kenapa Lesti menjuluki Zhifanna the real cabai rawit?
Karena suara renyah, fleksibilitas lagu, serta gerakan tangan dan langkah yang terasa berisi nyawa. Julukan itu menandai karakter vokal yang membedakan Zhifanna dari peserta lain.
Apa saran utama juri agar Zhifanna tak meredup?
Jaga eksekusi maksimal, rawat stamina, dan siapkan variasi penampilan. Tiga poin itu jadi checklist agar momen standing Soimah bukan puncak yang sekali lewat.







