Jakarta, Optimaise News – Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh warga negara Indonesia di Kolombia aman setelah gempa magnitudo 7,4 mengguncang negara itu Senin pagi. KBRI Bogota sudah berkomunikasi dengan WNI di zona terdampak, sementara pemerintah setempat menetapkan status bencana nasional seiring korban jiwa yang terus dihitung.
Inti artikel
- Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyatakan pemantauan KBRI Bogota menunjukkan tak ada WNI yang melapor cidera
- Optimaise News merangkum konfirmasi itu bersamaan dengan data korban lokal dan nomor hotline yang bisa dihubungi keluarga di Indonesia
- Heni Hamidah menyampaikan KBRI Bogota menjalin komunikasi dengan WNI di sejumlah wilayah yang merasakan guncangan
Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyatakan pemantauan KBRI Bogota menunjukkan tak ada WNI yang melapor cidera. Optimaise News merangkum konfirmasi itu bersamaan dengan data korban lokal dan nomor hotline yang bisa dihubungi keluarga di Indonesia.
Konfirmasi KBRI: Seluruh WNI di Zona Terdampak Aman
Heni Hamidah menyampaikan KBRI Bogota menjalin komunikasi dengan WNI di sejumlah wilayah yang merasakan guncangan. Berdasarkan pemantauan perwakilan RI itu, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman.
KBRI akan terus memantau perkembangan, berkoordinasi dengan warga, dan menyiapkan langkah darurat bila muncul gempa susulan. Imbauan kepada WNI jelas: tetap waspada, ikuti arahan otoritas setempat, pantau sumber resmi, dan jaga saluran komunikasi dengan kedutaan.
Korban Jiwa, Cedera, dan Kerusakan Bangunan di Kolombia

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengumumkan setidaknya 111 orang tewas akibat gempa magnitudo 7,4. Ia juga menyebut 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, dan 1.575 rumah rusak.
Di Valle del Cauca tercatat 27 kematian, sementara Pereira melaporkan 40 orang tewas. Wali Kota Mauricio Salazar memberlakukan jam malam di Pereira setelah minimal 65 bangunan runtuh; sejumlah korban diduga masih terjebak dan lima rumah sakit kewalahan.
Di Cali, Wali Kota Alejandro Eder melaporkan sedikitnya 20 bangunan runtuh dan meminta warga meninggalkan struktur yang retak. Wali Kota Manizales Jorge Eduardo Rojas mengimbau warga tetap di luar karena risiko susulan. Data lain mencatat 21 gempa susulan yang lebih lemah; Badan Geologi Kolombia menyebut guncangan itu terkuat yang tercatat di negeri itu pada abad ke-21.
Titik Pusat Gempa Chocó serta Kota-Kota yang Terguncang
Gempa terjadi Senin, 10 Agustus 2026, pukul 07.34 waktu setempat. USGS menempatkan pusat di San José del Palmar, departemen Chocó, sekitar 280 kilometer barat Bogotá, dengan kedalaman 107 kilometer.
Guncangan terasa kuat di Bogotá, Cali, Medellín, Pereira, Manizales, dan Ibagué, serta merambat hingga negara tetangga. Wilayah Chocó diliputi hutan lebat dan banyak bagian hanya bisa dijangkau perahu atau pesawat, sehingga penilaian korban di sana masih menantang. Otoritas penerbangan menunda operasi di bandara Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura untuk sementara.
Langkah Tanggap Darurat Pemerintah Kolombia dan Imbauan untuk WNI
Pemerintah Kolombia mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional dan membentuk Pos Komando Terpadu untuk koordinasi penanganan serta penilaian kebutuhan di wilayah terdampak. Status bencana nasional memudahkan pengerahan sumber daya tambahan ke zona paling parah.
Amerika Serikat melalui Kementerian Luar Negeri mengumumkan bantuan 15,5 juta dolar AS untuk penampungan, pangan, dan respons darurat. Presiden El Salvador Nayib Bukele dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menawarkan dukungan tim penyelamat dan medis. Dalam rangkuman Optimaise News, perbandingan antara angka korban setempat yang masih naik dengan konfirmasi Kemlu soal WNI yang aman memberi kepastian praktis bagi keluarga di Indonesia.
WNI diminta tidak panik, menghindari bangunan yang retak, dan hanya mengandalkan informasi resmi. KBRI Bogota menekankan kesiapan langkah darurat jika susulan terus terjadi.
Hotline KBRI Bogota untuk Situasi Darurat
Dalam kondisi darurat, WNI di Kolombia dapat menghubungi hotline KBRI Bogota di nomor +57 301 9061706. Nomor itu dimaksudkan agar warga maupun keluarga di tanah air punya jalur langsung ketika situasi berubah.
Paket praktis yang dihimpun dari sumber resmi: konfirmasi aman WNI, hotline di atas, daftar kota yang terasa guncang, serta imbauan waspada. Timeline singkatnya: gempa Senin pagi, pengumuman korban oleh presiden, status bencana nasional, lalu konfirmasi Kemlu Selasa pagi bahwa WNI aman.







