Ruben Onsu berkomitmen hadir langsung dalam mediasi hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Langkah ini diposisikan sebagai penegas kepastian hukum bagi ketiga anaknya sekaligus jawaban atas spekulasi ketidakhadiran di tahap awal proses.
Inti artikel
- Ruben Onsu berkomitmen hadir langsung dalam mediasi hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
- Kuasa hukum Minola Sebayang memastikan prinsipalnya siap datang jika tak berhalangan
- Pernyataan itu disampaikan Senin 20 Juli 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, menjelang agenda Rabu 22 Juli pukul 10.00 WIB
Kuasa hukum Minola Sebayang memastikan prinsipalnya siap datang jika tak berhalangan. Pernyataan itu disampaikan Senin 20 Juli 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, menjelang agenda Rabu 22 Juli pukul 10.00 WIB. Optimaise News mencatat penekanan pada kepatuhan prosedur hukum sebagai prioritas Ruben saat ini.
Agenda Mediasi Wajib di PN Jakarta Selatan 22 Juli
Mediasi digelar Rabu 22 Juli 2026 pukul 10.00 WIB di PN Jakarta Selatan. Tahap ini bersifat wajib dilalui sebelum pemeriksaan pokok perkara perdata dimulai.
Kehadiran prinsipal sangat dibutuhkan agar mediator bisa fasilitasi pertemuan tatap muka. Tanpa kehadiran langsung, proses fasilitasi sulit mencapai titik temu yang produktif.
Agenda sidang sebelumnya belum mewajibkan kehadiran penggugat. Itu sebabnya Ruben belum hadir di tahap awal. Kini mediasi menuntut partisipasi penuh kedua belah pihak demi efisiensi.
Kuasa Hukum Jelaskan Absen Tahap Awal Bukan Penghindaran

Minola Sebayang membantah isu mangkir atau takut menghadapi Sarwendah. Ia tegaskan absen di sidang sebelumnya murni karena aturan belum mewajibkan kehadiran prinsipal.
Pernyataan di Kuningan Senin 20 Juli itu merespons spekulasi yang beredar. Kuasa hukum menekankan Ruben memprioritaskan kepatuhan prosedur hukum di atas spekulasi publik.
Kehadiran di mediasi nanti akan memfasilitasi dialog langsung. Mediator berharap pertemuan tatap muka membuka ruang kompromi yang lebih realistis bagi kedua pihak.
Target Gugatan: Kepastian Pengasuhan Tiga Anak

Gugatan menyangkut hak asuh tiga anak pasca perceraian dengan Sarwendah. Fokus utama adalah kepastian pengasuhan jangka panjang yang melindungi kepentingan anak.
Di tengah polemik rumah Cilandak, nafkah anak, dan biaya renovasi yang sempat mencuat, Ruben menempatkan kepastian hukum pengasuhan sebagai prioritas utama. Mediasi menjadi ruang untuk merapikan isu-isu tersebut secara terstruktur.
Kuasa hukum berharap proses ini menghasilkan kesepakatan yang menenangkan semua pihak. Kepentingan anak digarisbawahi sebagai titik tolak utama setiap pembicaraan di meja mediasi.
Dua Skenario Hasil: Akta Perdamaian atau Lanjut Pokok Perkara
Jika mediasi berhasil mencapai kesepakatan, perkara dapat dihentikan lewat akta perdamaian. Akta itu memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan menutup proses lebih lanjut.
Sebaliknya, bila mediasi gagal, perkara akan berlanjut ke pemeriksaan pokok. Tahap itu menuntut pembuktian lebih panjang dan waktu yang jauh lebih banyak.
Mediasi diposisikan sebagai tahap prosedural wajib yang memberi ruang penyelesaian damai lebih dulu. Ruben menjadikan kepatuhan pada jalur ini sebagai langkah pertama demi kepastian hukum bagi anak-anaknya.
Jalur akta perdamaian menjadi opsi paling efisien jika kedua pihak menemukan titik temu. Optimaise News mencatat harapan kuasa hukum agar proses tetap fokus pada kepentingan anak tanpa berlarut-larut.
Tanya Jawab Mediasi Hak Asuh Ruben Onsu
Kapan mediasi hak asuh digelar dan di mana lokasinya?
Mediasi dijadwalkan Rabu 22 Juli 2026 pukul 10.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kehadiran prinsipal diwajibkan agar mediator dapat memfasilitasi pertemuan tatap muka.
Mengapa Ruben Onsu absen di sidang sebelumnya?
Agenda sidang sebelumnya belum mewajibkan kehadiran penggugat atau prinsipal. Kuasa hukum Minola Sebayang menjelaskan itu bukan bentuk penghindaran, melainkan mengikuti aturan prosedural yang berlaku saat itu.
Apa yang terjadi jika mediasi berhasil mencapai kesepakatan?
Kesepakatan dapat dituangkan dalam akta perdamaian yang menghentikan perkara. Jika gagal, proses berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara perdata.
Apa target utama gugatan hak asuh ini?
Target utamanya adalah kepastian pengasuhan tiga anak pasca perceraian. Isu lain seperti rumah Cilandak dan nafkah diharapkan ikut terklarifikasi di ruang mediasi.







