Jakarta, Optimaise News – Pejabat senior Mossad Roman Gofman memecat dua rekan utamanya karena rencana operasional yang gagal untuk menjatuhkan Republik Islam Iran. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari reorganisasi luas di dalam organisasi intelijen Israel. Kejadian ini menunjukkan adanya gesekan internal yang berlangsung sejak awal dan berpotensi memengaruhi arah strategi negara terhadap negara tetangga.
Inti artikel
- Pejabat senior Mossad Roman Gofman memecat dua rekan utamanya karena rencana operasional yang gagal untuk menjatuhkan Republik Islam Iran
- Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari reorganisasi luas di dalam organisasi intelijen Israel
- Roman Gofman memutuskan memecat kepala Direktorat Intelijen Mossad yang menjabat sejak Desember lalu
Kedua Pejabat yang Dipecat
Roman Gofman memutuskan memecat kepala Direktorat Intelijen Mossad yang menjabat sejak Desember lalu. Selain itu, ia juga mengeluarkan surat pemecatan untuk kepala divisi lain di organisasi yang sama. Keduanya merupakan arsitek utama dari rencana tertulis yang melibatkan bantuan kelompok minoritas di Iran untuk mencapai tujuan gulingkan rezim.
Sumber keamanan menyebutkan bahwa ketiganya, termasuk Gofman, sejak awal sudah berselisih paham mengenai pendekatan tersebut. Pemecatan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama di kalangan pimpinan. Ini menjadi bagian dari upaya menyegerai struktur internal agar lebih efisien menghadapi berbagai ancaman regional.
Detail Rencana Operasional yang Gagal
Rencana yang dimaksud menyasar posisi pasukan pengawal revolusi islam di perbatasan antara Iran dan Irak. Lokasi tersebut terletak di wilayah Kurdistan Iran. Serangan dirancang untuk membuka jalur gerakan bagi pejuang kurdi yang akan menyeberang ke wilayah tersebut dan maju ke beberapa kota kurdi di bagian barat laut.
Perencanaan ini mencakup berbagai aspek termasuk pengumpulan informasi dan koordinasi lintas kelompok. Namun, kesalahan dalam pelaksanaan membuat rencana tersebut tidak tercapai. Laporan dari Channel 12 yang dikutip media Israel pada Jumat 7 Agustus 2026 menjelaskan latar belakang kesulitan tersebut.
Konteks Pembicaraan Netanyahu dan Trump
Benjamin Netanyahu pernah membahas rencana operasional itu saat berusaha meyakinkan Donald Trump untuk menyatakan perang terhadap Republik Islam Iran pada Februari tahun lalu. Diskusi tersebut berlangsung dalam periode yang menegang antara kedua negara. Keputusan pemecatan pejabat Mossad dapat dilihat sebagai respons terhadap kegagalan yang berulang dalam operasi serupa.
Reorganisasi ini kemungkinan akan memengaruhi kinerja Mossad secara keseluruhan. Organisasi intelijen Israel saat ini berada di bawah tekanan untuk menyesuaikan strategi menghadapi berbagai aktor regional yang kompleks. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi pemimpin untuk lebih mempertimbangkan faktor keselarasan internal sebelum melanjutkan rencana besar.
Optimaise News mencatat bahwa kasus ini menunjukkan dinamika internal yang dapat memengaruhi stabilitas operasi jangka panjang di wilayah yang rawan konflik. Pemerintah Israel perlu memantau perkembangan selanjutnya guna memastikan konsistensi dalam pendekatan keamanan nasional. Berbagai pihak terkait akan terus mengawasi apakah reorganisasi ini berhasil membawa perubahan positif di kemudian hari.






