Jakarta, Optimaise News – Review MSCI Agustus 2026 berpotensi melanjutkan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah indeks ditutup turun 97,49 poin atau 1,53 persen ke level 6.267,88 pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Selain itu, nilai tukar rupiah melemah 0,45 persen ke Rp17.830 per dolar AS di tengah sentimen global yang lemah.
Inti artikel
- Selain itu, nilai tukar rupiah melemah 0,45 persen ke Rp17.830 per dolar AS di tengah sentimen global yang lemah
- Pelaku pasar kini menantikan hasil pengumuman MSCI Inc
- Sementara itu, harga minyak Brent dan WTI naik didorong ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang belum mendapat titik terang penyelesaian
Pelaku pasar kini menantikan hasil pengumuman MSCI Inc. yang dijadwalkan pada Rabu, 12 Agustus 2026 waktu Indonesia Barat, serta rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat periode Juli yang diprediksi melandai menjadi 3,4 persen secara tahunan.
Review MSCI Blansir Arah IHSG dan Aliran Dana Asing
MSCI mempertahankan status freeze terhadap beberapa perubahan indeks bagi saham Indonesia, termasuk pembekuan Foreign Inclusion Factor serta jumlah saham yang diperhitungkan. Hal ini menghindari kenaikan bobot saham nasional dan memberikan ruang bagi penyesuaian estimasi free float berdasarkan kepemilikan di atas 1 persen.
Optimaise News merangkum bahwa kondisi ini membuat investor asing semakin berhati-hati sebelum ada kepastian aliran dana masuk. Sebelumnya, net foreign outflow tercatat Rp687,84 miliar sepanjang Selasa kemarin.
Data Inflasi AS dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Rupiah

Data inflasi konsumen AS Juli diprediksi turun dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen secara tahunan, dengan inflasi inti diperkirakan menyusut ke 2,5 persen. Sementara itu, harga minyak Brent dan WTI naik didorong ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang belum mendapat titik terang penyelesaian.
Indeks dolar Amerika Serikat juga menguat 0,07 persen ke 99,883 saat pelemahan IHSG berlangsung. Rupiah yang menguat empat hari berturut-turut terpaksa mempertimbangkan risiko inflasi global yang masih terbuka.
Top Stock Penekan IHSG di Tengah Net Sell Asing
Sebagian besar sektor saham tercatat merah, kecuali kesehatan yang mencatat kenaikan tipis. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi penekan utama dengan kontribusi penurunan sekitar 11 poin setelah sahamnya terkoreksi 4,66 persen di level Rp196.500.
Selain DCII, saham bank besar dan tambang ikut mengalami tekanan. Indosat, Kalbe Farma, serta Indah Kiat Pulp & Paper memberikan kontribusi positif terbesar di sisi lain.
Langkah Pemerintah Atasi Dampak Review MSCI
Pemerintah menyiapkan pelonggaran melalui ekspansi pembiayaan bagi UMKM menjadi Rp2.000 triliun dari sebelumnya Rp1.500 triliun. Langkah ini bertujuan menutup kesenjangan pendanaan yang selama ini menjadi hambatan pelaku usaha kecil dan menengah.
Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pembatasan subsidi Pertalite bagi desil 9 dan 10 guna menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta membantu mitigasi dampak dari ketidakpastian pasar.
Proyeksi Pergerakan IHSG Besok
IHSG berpeluang tes level 6.377 dengan breakout yang membuka ruang penguatan hingga 6.463-6.500. Sebaliknya, pelemahan di bawah 6.264 berisiko menguji 6.233 kemudian 6.186 dan 6.106.
Optimaise News mencatat investor juga memantau reaksi terhadap data inflasi AS Rabu beserta keputusan MSCI yang berpotensi berlaku efektif 1 September 2026. Pasar masih mengevaluasi reformasi yang dilakukan OJK, BEI, dan KSEI untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham.







