Bukan sekadar komedi alien, Foufo justru terasa seperti kelas multi-ilmu berlatar pengepul besi Surabaya Utara. Film Bayu Skak ini lebih sering bikin terharu ketimbang ngakak. Rating 7,5 dari Kapanlagi dan dorongan kuat untuk film kedua langsung terasa di akhir.
Inti artikel
- Bukan sekadar komedi alien, Foufo justru terasa seperti kelas multi-ilmu berlatar pengepul besi Surabaya Utara
- Film Bayu Skak ini lebih sering bikin terharu ketimbang ngakak
- Rating 7,5 dari Kapanlagi dan dorongan kuat untuk film kedua langsung terasa di akhir
Tretan Muslim berperan sebagai pengepul yang ingin memberangkatkan ibunya, Saiqonah, menunaikan haji. Review Film Foufo di Optimaise News menyoroti dimensi edukatif dan subplot berlapis yang jarang dibahas media lain, sekaligus menempatkan Film Foufo Angkat Kasih Sayang Keluarga dalam Balutan sci-fi yang membumi.
Surabaya Utara, Bukan Madura Murni: Setting yang Membumi
Banyak yang mengira latar Foufo murni kampung Madura. Padahal sutradara Bayu Skak memilih Surabaya Utara dengan kehidupan sehari-hari warga pengepul besi.
Open casting menyerap sekitar 2.500 pendaftar dan hampir 80 persen pemain lokal. Suasana Kampung Rombeng terasa nyata lewat tumpukan rongsokan dan detak ekonomi informal yang jadi nafas cerita.
Keputusan ini membuat budaya Madura dan Jawa bercampur alami tanpa terasa dipaksakan. Penonton langsung merasakan ambient kota pesisir yang padat dan hangat.
Kelas Tak Terduga di Bioskop: Bahasa, Kimia, Astronomi, Akuntansi

Foufo mengubah kursi bioskop menjadi ruang kelas. Penonton diajak belajar kosakata Madura dan Jawa lewat dialog sehari-hari.
Bahkan suara batuk saja dilengkapi subtitle. Unsur kimia muncul lewat eksperimen yang bikin tertawa, sementara astronomi dan akuntansi masuk tanpa terasa menggurui.
Nilai agama juga hadir sebagai jangkar moral. Hasilnya, film ini terasa seperti kursus multi-ilmu berdurasi 120 menit dengan rating usia R13.
Cerita Berlapis: Romansa SMP, Kredit Bank, hingga Jamaah Haji Jalan Kaki

Plot tak berhenti di dilema alien tersesat. Foufo ingin pulang ke planetnya, sementara tokoh utama bergulat dengan urusan keluarga dan impian haji ibu.
Subplot romantika anak SMP, tukang kredit bank, serta rombongan jamaah haji yang berjalan kaki memperkaya lapisan cerita. Kritik sosial tipis terhadap sistem ikut menempel tanpa menggurui.
Semua jalur ini bertemu di momen-momen yang mengubah tawa bioskop menjadi hening emosional. Kehangatan keluarga tetap jadi benang merah yang tak terputus.
Siapa yang Mencuri Perhatian: Ipul, Ibu Saiqonah, dan Scene Stealer
Fuad Sasmita sebagai Ipul, guru honorer adik ipar, tampil paling menonjol. Chemistry-nya dengan Tretan Muslim dan Kacong terasa solid di setiap adegan berat.
Siti Kamariyah memainkan Ibu Saiqonah dengan tenang dan berwibawa. Inayah Wahid sebagai Ibu Suci dari biro haji jadi scene stealer yang bikin penonton tersenyum lebar.
Adegan niat mencuri besi rel kereta jadi salah satu puncak ketegangan yang diingat. Suara Foufo oleh Ade Bibier menambah warna alien yang ramah dan konyol.
Verdict 7,5: Untuk yang Cari Tawa plus Kehangatan Keluarga
Foufo cocok bagi penonton yang ingin tertawa sambil terharu. Rating 7,5 pantas disandang karena campuran sci-fi, budaya lokal, dan pesan pengorbanan ibu berjalan seimbang.
Humor memang tak selalu mengena di tiap adegan, tapi momen kehangatan keluarga menutupi kekurangan itu. Harapan film kedua sudah terasa sejak kredit terakhir bergulir.
Tayang 9 Juli 2026, karya Bayu Skak ini menjadi angin segar di tengah dominasi horor. Optimaise News menilai film ini layak ditonton bareng keluarga besar.
Tanya Jawab Seputar Review Film Foufo
Siapa sutradara dan pemeran utama Film Foufo?
Bayu Skak menyutradarai, Tretan Muslim berperan sebagai pengepul besi yang ingin memberangkatkan ibunya haji.
Mengapa setting disebut Surabaya Utara, bukan Madura murni?
Latar utama adalah kehidupan pengepul besi di Surabaya Utara. Budaya Madura dan Jawa bercampur alami di sana, didukung pemain lokal hasil open casting besar-besaran.
Apa saja pelajaran tak terduga yang didapat penonton?
Bahasa Madura-Jawa, subtitle ekstrem bahkan untuk batuk, plus cuplikan kimia, astronomi, akuntansi, dan nilai agama yang disisipkan organik dalam cerita.
Berapa rating dan apakah ada isyarat film kedua?
Kapanlagi memberi 7,5. Chemistry kuat para pemain plus ending yang menggantung membuat harapan sequel terasa wajar.







