Ketakutan di layar lebar tidak selalu butuh hantu atau monster. BACKROOMS justru menguji rasa cemas lewat ruang kosong yang seolah tak punya jalan pulang.
Dalam ringkasan Optimaise News, review film BACKROOMS ini menempatkan debut layar lebar Kane Parsons sebagai adaptasi berani dari serial found footage YouTube yang meledak pada 2022, kini dibesarkan A24 dengan narasi lebih kompleks.
Dari YouTube viral ke produksi A24
Kane Parsons dikenal sebagai kreator The Backrooms (Found Footage) yang viral di YouTube. BACKROOMS menjadi debutnya di layar lebar, diproduksi A24 dan dibintangi Chiwetel Ejiofor serta Renate Reinsve.
Adaptasi ini memperluas konsep yang semula video pendek menjadi film horor dengan lapisan cerita lebih tebal. Fokusnya tetap pada rasa tersesat, bukan pamer sosok mengerikan.
Premis gedung perkantoran yang tak berujung

BACKROOMS ketika tersesat terasa menekan karena premisnya sederhana: sekelompok orang secara misterius terjebak di gedung perkantoran kosong yang seakan tak habis. Labirin itu memaksa mereka menghadapi ancaman yang lebih mengganggu daripada setan biasa.
Baca juga: Movieverse Review Film CERITA LILA: Horor Tanpa Jumpscare · Movieverse Review Film MANIS DI BIBIR dari 35 Member
Dinding kuning kusam, lampu neon berdengung, dan lorong temaram membentuk atmosfer aneh penuh kecemasan. Pertanyaannya menggelitik: bagaimana jika kamu tersesat dan tak bisa pulang selamanya?
Ketegangan tanpa mengandalkan jumpscare

Uniknya, BACKROOMS tidak bertumpu pada jumpscare atau kemunculan sosok mengerikan. Yang dihadirkan justru gelisah dan ketegangan yang membuat jantung tak tenang sepanjang 1 jam 45 menit.
Suara lampu neon, lorong kosong, dan ruangan luas yang terasa mencurigakan menjadi sumber tekanan konstan. Itulah kekuatan terbesar film ini menurut pantauan Optimaise News.
Film horor unik yang tidak untuk semua orang
Bagi penonton yang mengharapkan horor konvensional dengan teror cepat dan hantu yang sering muncul, BACKROOMS mungkin terasa membingungkan. Temponya lambat, narasinya cenderung abstrak, dan pengembangan karakter belum maksimal sehingga pergolakan emosi terasa ngambang.
Meski begitu, film ini tetap unik karena mengubah ketakutan sederhana menjadi mimpi buruk yang sulit dilupakan. Ruang kosong dan sunyi justru memicu kepanikan yang membuat penonton menahan napas.
Rating 8,4 dan siapa yang layak menonton
Sumber review memberi BACKROOMS rating 8,4 dari 10. Film ini bukan sajian horor untuk semua selera, tapi cocok bagi penggemar ketakutan psikologis.
Area kosong bisa jauh lebih menyeramkan daripada setan. Kalau kamu mencari ketegangan abstrak alih-alih kejutan murahan, BACKROOMS layak masuk daftar tontonan.






