Remaja berusia 15 tahun berinisial R.K.C. asal Florida mencabut gugatan kecanduan media sosial terhadap Meta. Ia memilih fokus pada terapi pemulihan mental ketimbang menghadapi sidang juri panjang di Los Angeles yang dijadwalkan pekan depan.
Inti artikel
- Remaja berusia 15 tahun berinisial R.K.C
- asal Florida mencabut gugatan kecanduan media sosial terhadap Meta
- Ia memilih fokus pada terapi pemulihan mental ketimbang menghadapi sidang juri panjang di Los Angeles yang dijadwalkan pekan depan
Keputusan itu diambil setelah ia meraih kesepakatan penyelesaian dengan TikTok, Snapchat, dan YouTube. Tidak ada kompensasi sama sekali dari Meta. Alasan utamanya sederhana: hindari persidangan berminggu-minggu agar bisa kembali ke kehidupan normal.
Profil Penggugat dan Klaim Fitur Adiktif yang Dilayangkan
R.K.C. adalah remaja Florida yang menuntut sejumlah platform besar. Gugatan itu menuduh fitur gulir tanpa batas dan autoplay memicu penggunaan kompulsif. Ia mengklaim fitur tersebut membuat sulit berhenti membuka aplikasi.
Gejala spesifik yang dilayangkan mencakup kecemasan meningkat dan kurang tidur. Menurut klaim, paparan berulang konten membuat pola tidur terganggu dan emosi tidak stabil. Pengacara semula mendorong akuntabilitas perusahaan agar melindungi anak-anak lain dari risiko serupa.
Gugatan ini menjadi bagian dari gelombang tuntutan di Pengadilan Tinggi Los Angeles. Meta dan YouTube sudah pernah kalah di juri pada kasus sejenis sebelumnya. Posisi R.K.C. memperkuat narasi bahwa fitur desain platform berpotensi merugikan remaja.
Mengapa Cabut dari Meta Meski Sudah Damai dengan Platform Lain
R.K.C. sudah menyelesaikan masalah dengan tiga platform lain lewat kesepakatan di luar pengadilan. Proses itu relatif cepat dan tidak memaksa ia hadir di ruang sidang berhari-hari. Untuk Meta, jadwal sidang juri justru memakan waktu jauh lebih lama.
Prioritas pemulihan lewat terapi menjadi penentu. Sidang yang melelahkan dinilai menghambat kemajuan mentalnya. Ia dan tim hukum menolak risiko stres tambahan tanpa jaminan hasil. Optimaise News mencatat bahwa pilihan ini menempatkan kesehatan pribadi di atas potensi ganti rugi materi.
Tidak ada pembayaran yang diterima terkait pencabutan terhadap Meta. Fokus kembali ke sekolah dan rutinitas sehari-hari dianggap lebih berharga daripada bertarung di pengadilan. Langkah itu menunjukkan batasan stamina remaja yang terlibat sengketa panjang.
Putusan USD 6 Juta Sebelumnya dan Status Banding Meta-YouTube

Sebelum kasus R.K.C., Meta dan YouTube kalah di juri pada gugatan serupa. Pengadilan menjatuhkan ganti rugi USD 6 juta atau setara Rp 107,5 miliar. Putusan itu menjadi preseden pertama yang memenangkan pihak penggugat remaja.
Kedua perusahaan saat ini mengajukan banding. Proses banding masih berjalan dan bisa memengaruhi arah ratusan kasus lain. Status banding ini membuat hasil pencabutan R.K.C. tidak otomatis melemahkan posisi penggugat di masa depan.
Timeline utuh terlihat jelas: klaim fitur adiktif diajukan, settle tercapai dengan TikTok serta Snapchat dan YouTube, putusan USD 6 juta muncul lalu diband, hingga R.K.C. mencabut tuntutan Meta demi terapi. Kronologi itu memberi gambaran lengkap gelombang litigasi media sosial di Amerika.
Dampak pada Ratusan Gugatan Serupa di Pengadilan Los Angeles
Pengadilan Tinggi Los Angeles menangani ratusan gugatan sejenis dari remaja dan orang tua. Sidang berikutnya dijadwalkan pada Oktober. Pencabutan R.K.C. tidak menghentikan alur itu, justru menyoroti tantangan emosional yang dihadapi penggugat remaja.
Hasil ini berpotensi memengaruhi strategi platform global. Perusahaan bisa mempercepat penyesuaian fitur keamanan dan kontrol waktu layar. Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan serupa dapat mendorong kebijakan lebih ketat pada aplikasi media sosial yang sama.
Pengacara penggugat menekankan tujuan awal mendorong akuntabilitas demi anak-anak lain. Meski satu kasus berakhir tanpa putusan, ratusan berkas lain tetap menanti. Proses bellwether sebelumnya sudah menunjukkan juri bersedia memberi hukuman finansial.
Pernyataan Resmi Meta soal Kekuatan Gugatan
Meta menyatakan gugatan R.K.C. lemah dari awal. Perusahaan menyambut baik pencabutan tanpa pembayaran apa pun. Pihak Meta menilai klaim fitur adiktif tidak berdasar kuat di hadapan hukum.
Pernyataan itu menegaskan posisi perusahaan yang sudah digariskan sejak awal sengketa. Meta terus mempertahankan bahwa desain platform aman dan pengguna punya kendali penuh. Kutipan resmi itu menjadi penutup babak sidang yang sempat dijadwalkan pekan depan.







