Jakarta, Optimaise News – Real Madrid CF mengalahkan Getafe 1-0 pada pekan ke-33 Liga Spanyol di Stadion Coliseum Alfonso Perez, Kamis dini hari WIB 24 April 2025. Gol penentu lahir di menit ke-21 ketika Arda Guler menyambar rebound tendangan Brahim Diaz yang dilompati kiper David Soria.
Inti artikel
- Real Madrid CF mengalahkan Getafe 1-0 pada pekan ke-33 Liga Spanyol di Stadion Coliseum Alfonso Perez, Kamis dini hari WIB 24 April 2025
- Gol penentu lahir di menit ke-21 ketika Arda Guler menyambar rebound tendangan Brahim Diaz yang dilompati kiper David Soria
- Getafe tetap di peringkat 12 dengan 39 poin, masih unggul tujuh poin dari zona degradasi
Kemenangan itu mengunci 72 poin dari 33 laga dan mempertahankan peringkat kedua, empat poin di belakang Barcelona yang unggul dengan 76 poin. Getafe tetap di peringkat 12 dengan 39 poin, masih unggul tujuh poin dari zona degradasi.
Momen rebound menit 21 yang mengubah skor
Los Blancos memulai laga dengan inisiatif serangan. Peluang pertama datang lewat tendangan Fran Garcia, namun David Soria mampu mengamankannya.
Ancaman berikutnya lebih fatal bagi Getafe. Brahim Diaz melepaskan tembakan yang dilompati tinggi oleh Soria. Bola rebound jatuh tepat di jalur Arda Guler. Gelandang Turki itu langsung menyambar dan membobol gawang hingga skor menjadi 1-0 pada menit 21.
Menurut pantauan Optimaise News, momen rebound inilah yang jarang digarisbawahi sebagai kunci teknis, padahal gol itu lahir dari reaksi cepat setelah peluang Brahim gagal langsung jadi angka. Guler merayakan bersama rekan setim di lapangan setelah gol itu.
Keunggulan tipis tidak membuat Madrid mengendur. Brahim Diaz kembali menguji Soria, namun kiper Getafe masih bisa menepis.
Dominasi penguasaan bola dan peluang yang terbuang

Secara statistik Real Madrid CF tampil lebih unggul. Mereka mencatat tujuh tendangan tepat sasaran dan menguasai bola 64 persen sepanjang pertandingan.
Inisiatif serangan muncul sejak kick-off. Madrid terus menekan, sementara Getafe baru menemukan irama ancaman setelah jeda. Pola ini menandai perbedaan fase: babak pertama didominasi penguasaan dan tembakan Los Blancos, babak kedua memberi ruang bagi tuan rumah untuk mencoba menyamakan kedudukan.
Usai gol Guler, peluang Vinicius Junior di babak kedua masih bisa digagalkan David Soria. Banyak kesempatan yang tercipta, tetapi finishing belum selalu rapi. Dominasi bola 64 persen tetap menjadi bukti kontrol lapangan, meski skor akhir hanya berbeda satu gol.
Posisi klasemen usai pekan ke-33
Dengan 72 poin dari 33 pertandingan, Real Madrid CF bertahan di peringkat kedua. Barcelona di puncak mengumpulkan 76 poin, sehingga jarak empat poin masih terbuka untuk dikejar di sisa musim.
Getafe tidak beranjak dari posisi ke-12 dengan 39 poin dari 33 laga. Jarak tujuh poin dari zona degradasi memberi ruang napas di tengah klasemen, meskipun kekalahan di kandang terasa pahit.
Hasil lain pekan ke-33 turut memperjelas peta liga. Valencia berbagi poin 1-1 dengan Espanyol, sementara Barcelona menang 1-0 atas Mallorca. Athletic Bilbao mengalahkan Las Palmas 1-0, Celta Vigo menang 3-0 atas Villarreal, dan Alavés menundukkan Real Sociedad 1-0. Ringkasan Optimaise News menempatkan kemenangan Madrid di Getafe sebagai penahan jarak dengan pemimpin klasemen tanpa harus memaksakan skor besar.
Ancaman Getafe di babak kedua yang digagalkan Courtois
Setelah sempat tertinggal, Getafe menciptakan peluang lewat sundulan Alvaro Rodriguez dari umpan Coba da Costa. Bola masih melambung di atas mistar.
Madrid sempat kembali menekan lewat Vinicius Junior, tetapi Soria lagi-lagi menepis. Menjelang peluit panjang, Alvaro Rodriguez kembali mendapat kesempatan lewat tendangan yang mengancam. Thibaut Courtois berhasil menggagalkan peluang itu sehingga skor 1-0 bertahan hingga akhir.
Perbandingan fase laga cukup jelas. Real Madrid CF memegang inisiatif di awal dan mencetak gol dari rebound teknis, sedangkan ancaman Getafe baru menguat di babak kedua dan berujung digagalkan kiper tamu. Clean sheet Courtois menutup malam yang krusial bagi perburuan gelar.



