Ratu Tisha Perkenalkan Liga Universitas di Forum PBB di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York. Waketum PSSI sekaligus founder Grha Gemah Nusa Foundation hadir dalam acara United Nations Youth Office pada Jumat 17 Juli 2026, bertepatan dengan Sabtu 18 Juli 2026 pagi di Indonesia.
Inti artikel
- Ratu Tisha Perkenalkan Liga Universitas di Forum PBB di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York
- Beliau membawa model Indonesia yang menempatkan sepak bola sebagai medium penopang kesehatan mental pemuda
- Inisiatif bermula dari upaya menemukan lokasi di mana orang merasa terlindungi untuk mengekspresikan diri secara leluasa
Beliau membawa model Indonesia yang menempatkan sepak bola sebagai medium penopang kesehatan mental pemuda. Optimaise News melihat langkah ini relevan bagi kampus dan komunitas mahasiswa di tanah air yang mencari cara merangkai olahraga dengan kesejahteraan jiwa secara berkelanjutan.
Inisiatif bermula dari upaya menemukan lokasi di mana orang merasa terlindungi untuk mengekspresikan diri secara leluasa. Lapangan sepak bola muncul sebagai solusi nyata yang mampu memenuhi kebutuhan akan rasa aman tersebut di tengah masyarakat luas.
Pendekatan yang ditawarkan bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama pendidikan tinggi. Kedua kajian ilmiah di lingkungan kampus. Ketiga pelibatan komunitas mahasiswa dalam gerakan yang dirancang untuk jangka panjang.
Ratu Tisha Perkenalkan Liga Universitas di Forum PBB lewat Model Tiga Pilar
Liga Universitas Coca-Cola menjadi wujud nyata dari model tersebut. Kompetisi antarmahasiswa dipadukan dengan kegiatan riset di bidang ilmu olahraga serta upaya penyadaran tentang kesehatan jiwa. Format ini memungkinkan setiap laga berjalan sebagai ruang produksi pengetahuan sekaligus sarana edukasi.
Mahasiswa yang turun ke lapangan tidak hanya bersaing meraih kemenangan. Mereka juga menjadi bagian dari proses pengumpulan data ilmiah. Pada saat yang sama, suasana yang dibangun mendorong mereka agar lebih terbuka saat membutuhkan bantuan profesional atau teman sebaya.
Unsur pendukung yang menyatu dalam penyelenggaraan meliputi Mind Corners sebagai sudut khusus bagi peserta. Ada pula kampanye Play for Peace yang menanamkan nilai damai. Selain itu diterapkan pendekatan yang menyentuh aspek raga dan batin yang berakar pada permainan sepak bola.
Setiap Laga Jadi Wadah Riset dan Keterbukaan Mental

Fungsi ganda ini menjadikan liga bukan sekadar hiburan atau ajang prestise kampus. Data yang dihasilkan dapat memperkaya pemahaman tentang hubungan antara aktivitas fisik terstruktur dan kondisi psikologis mahasiswa. Hasilnya diharapkan memberi dasar bagi kebijakan kesehatan di lingkungan pendidikan tinggi.
Di sisi lain, kehadiran Mind Corners memberi akses langsung bagi yang ingin berbagi atau sekadar menenangkan diri. Kampanye Play for Peace memperluas pesan agar sepak bola juga menjadi alat merawat hubungan sosial yang sehat. Kombinasi ini sejalan dengan kebutuhan generasi muda yang kerap menghadapi tekanan akademik dan sosial.
Bagi pengelola kampus, pola tersebut bisa diadaptasi dengan sumber daya lokal. Turnamen internal atau antarfakultas dapat dilengkapi sudut konseling ringan. Dengan begitu, olahraga tidak berhenti di skor, melainkan menjadi pintu masuk merawat kesejahteraan bersama.
Visi Melampaui Pertandingan Menuju Keterlibatan Komunitas

Program ini membawa visi yang melampaui lapangan hijau dan menyasar komunitas yang lebih luas. Pelaksanaan melibatkan kolaborasi antara pemerintah Indonesia, perwakilan United Nations di Indonesia, serta sektor swasta. Sinergi tersebut memperkuat jangkauan dan keberlanjutan inisiatif di dalam negeri.
Dengan melibatkan mahasiswa sebagai aktor utama, gerakan diharapkan tumbuh dari bawah. Kampus-kampus dapat meniru pola yang sama sesuai konteks lokal masing-masing. Kolaborasi lintas sektor memberi peluang sumber daya dan legitimasi yang lebih besar bagi upaya merawat kesehatan mental lewat olahraga.
Bagi pembaca di Indonesia, model ini memberi inspirasi praktis. Pelaku usaha mikro di sekitar kampus atau pengelola komunitas olahraga bisa menjalin kerja sama serupa. Tujuannya menciptakan ekosistem di mana sepak bola berlanjut sebagai media merawat kesejahteraan bersama.
Tanya Jawab Seputar Kehadiran di Forum PBB
Siapa Ratu Tisha Destria dalam konteks forum ini?
Ia adalah Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus pendiri Grha Gemah Nusa Foundation. Kehadirannya di Markas Besar PBB membawa model Liga Universitas sebagai kontribusi Indonesia.
Apa yang menjadi titik berangkat inisiatif Liga Universitas?
Pencarian tempat yang membuat masyarakat merasa aman untuk berekspresi. Lapangan sepak bola kemudian dipahami sebagai jawaban yang paling konkret dan mudah diakses.
Bagaimana Liga Universitas Coca-Cola dijalankan sehari-hari?
Setiap laga dimanfaatkan untuk dua tujuan sekaligus. Satu untuk menghasilkan kajian ilmu olahraga. Lainnya untuk mendorong keterbukaan mahasiswa dalam mencari bantuan ketika menghadapi persoalan mental.
Siapa saja mitra kolaborasi visi program tersebut?
Visi yang mengarah ke komunitas dijalankan melalui kerja sama pemerintah Indonesia, United Nations di Indonesia, dan sektor swasta. Kolaborasi ini memastikan dukungan multi pihak untuk jangkauan yang lebih luas.







