Mobilitas dana lintas negara kini berlangsung sangat cepat, hanya butuh hitungan detik untuk berpindah lokasi. Sementara itu, inovasi teknologi finansial mudah ditiru dalam tempo hitungan bulan sehingga fondasi kepercayaan jadi elemen paling strategis bagi setiap pusat keuangan modern.
Di Investor.id Jakarta pada 18 Juli 2026 pukul 16:55 WIB, Dr. Setiawan Budi Utomo yang merupakan pengamat keuangan sekaligus penelaah kebijakan ekonomi memaparkan pandangannya. Ia menyoroti RUU yang mengatur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai titik penentu arah investasi jangka panjang negeri ini.
Pusat Finansial Internasional: Lebih dari Sekadar Zona Jasa
PFII tak dapat direduksi menjadi penambahan kawasan layanan keuangan semata. Inisiatif tersebut merepresentasikan pilihan strategis atas peran Indonesia dalam peta aliran modal dunia.
Negara ini sedang memutuskan nasibnya: berfungsi sebagai lokasi transit sementara bagi dana spekulatif, atau berkembang menjadi hub penanaman modal global yang produktif dan berkesinambungan.
Keputusan tersebut berdampak langsung pada kualitas pertumbuhan ekonomi, stabilitas pasar, dan daya tarik bagi investor institusional yang berorientasi jangka panjang.
Membangun Trust, Bukan Sekadar Modal di Blueprint PFII

Konsep Membangun Trust, Bukan Sekadar Modal menjadi inti blueprint menuju trusted international financial centre. Ketersediaan dana besar atau perangkat digital mutakhir belum menjamin sukses tanpa dukungan kelembagaan yang kuat.
Kepercayaan terbentuk berkat lembaga tepercaya, jaminan kepastian hukum, praktik tata kelola unggul, serta arah kebijakan yang ajek dari waktu ke waktu. Komponen-komponen ini tidak bisa dibangun dalam semalam.
Tanpa keempat pilar itu, aliran masuk berisiko bersifat hot money yang mudah meninggalkan pasar saat terjadi guncangan. Sebaliknya, kehadiran fondasi solid membuka peluang investasi yang mendukung sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
Optimaise News mengamati wacana sejenis juga muncul di Threads maupun situs jurnalindonesia.co.id. Diskusi lintas platform itu menegaskan bahwa isu kepercayaan di pusat keuangan internasional telah menjadi perhatian bersama.
Dampak bagi Posisi Indonesia di Pasar Global

Jika berhasil membangun reputasi sebagai destinasi tepercaya, Indonesia dapat menarik modal produktif yang mendukung pembangunan infrastruktur, industri, dan inovasi. Hal ini berbeda dengan status sekadar tempat parkir dana jangka pendek.
Regulator, pelaku pasar, dan pembuat kebijakan perlu bergerak serempak menjaga konsistensi aturan. Setiap perubahan mendadak berpotensi merusak persepsi yang baru terbentuk.
Proses legislasi RUU PFII menjadi kesempatan untuk menanamkan standar tata kelola tinggi sejak awal. Keberhasilan implementasi akan diukur dari seberapa kuat kepercayaan yang berhasil ditanamkan kepada pelaku global.
Tanya Jawab Seputar RUU PFII dan Trust
Siapa yang menulis opini tentang pentingnya trust di PFII?
Dr. Setiawan Budi Utomo, pengamat keuangan yang juga menelaah kebijakan ekonomi, memublikasikan pandangannya di Investor.id pada 18 Juli 2026.
Mengapa trust lebih menentukan dibanding modal atau teknologi?
Modal global berpindah dalam hitungan detik. Teknologi dapat ditiru dalam hitungan bulan. Kepercayaan investor hanya dibangun lewat lembaga tepercaya, jaminan kepastian hukum, praktik tata kelola unggul, dan kebijakan yang konsisten.
Apa yang membedakan PFII dari kawasan jasa keuangan biasa?
PFII menyangkut penentuan karakter Indonesia sebagai tujuan investasi, bukan sekadar penambahan zona layanan keuangan baru.
Bagaimana Indonesia menghindari status sebagai tempat transit modal?
Dengan memprioritaskan pembangunan lembaga yang tepercaya dan menjaga konsistensi kebijakan agar mampu menarik investasi global produktif yang berkelanjutan.







