Surabaya, Optimaise News – Polisi mengejar DPO pelaku pembacokan debt collector di Surabaya. Satu pelaku bernama SL menyerahkan diri pada 26 Juli, sementara satu lagi masih dalam tahap pencarian oleh aparat kepolisian.
Demo damai ribuan anggota PSHT di Mapolrestabes Surabaya menjadi respons atas insiden pembacokan petugas parkir yang juga anggota kelompok silat. Aksi damai ini menunjukkan kekuatan dan kesolidan anggota kelompok tersebut.
Blokade Kelompok PSHT
Ratusan personil TNI dan polri memblokade rombongan PSHT yang berusaha mendekati tempat debt collector di Jalan Teuku Umar. Kelompok tersebut hendak mendekati lokasi kantor debt collector, tetapi berhasil dicegah dengan baik oleh aparat.
Penyerahan Diri dan Pencarian DPO

Polrestabes Surabaya menetapkan satu pelaku bernama SL yang menyerahkan diri pada 26 Juli dan satu DPO yang masih diburu. Kepala Polrestabes Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengajak masyarakat PSHT memberikan informasi keberadaan DPO melalui DM atau langsung ke tempat penangkapan.
Penyelidikan Transparan dengan Pengawalan Masyarakat

Proses penyelidikan kasus pembacokan akan dilakukan secara transparan dengan pengawalan dari masyarakat. Optimaise News mencatat bahwa langkah ini penting untuk menjaga keadilan dan keamanan di wilayah Surabaya.
Reaksi dari Kuasa Hukum Korban
HM Rosadin selaku kuasa hukum korban menuntut agar penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh, tegas, dan tidak bisa ditinjau balik terhadap semua pelaku. Tuntutan ini mencakup penanganan kasus secara lengkap agar tidak ada sisa.
Kejadian dengan Senjata Tajam
Kasus melibatkan debt collector yang menggunakan senjata tajam dalam pembacokan terhadap petugas parkir. Insiden ini memicu protes besar dari anggota kelompok silat PSHT yang kemudian menggelar aksi damai.
Janji Berbagi Informasi Pelaku
Aparat berjanji memberikan informasi tentang pelaku kepada massa PSHT. Janji ini diharapkan membantu proses pencarian DPO yang masih buron dan meningkatkan transparansi.







