Protelindo resmi membuka tender offer saham SUPR hari ini, 24 Juli 2026. Langkah itu menargetkan sisa saham publik agar kepemilikan langsung dan tidak langsung mencapai 100 persen dalam 30 hari bursa.
Inti artikel
- Protelindo resmi membuka tender offer saham SUPR hari ini, 24 Juli 2026
- Langkah itu menargetkan sisa saham publik agar kepemilikan langsung dan tidak langsung mencapai 100 persen dalam 30 hari bursa
- Kepemilikan gabungan Protelindo dan Iforte sudah 99,91 persen
Kepemilikan gabungan Protelindo dan Iforte sudah 99,91 persen. Harga penawaran Rp45 ribu per lembar dilengkapi jadwal bayar paling lambat 4 September 2026, melanjutkan restu RUPSLB 20 Mei untuk go private dan delisting.
Peta Kepemilikan Protelindo-Iforte di SUPR Menjelang 100%
Protelindo memegang langsung 1.107.187.889 saham SUPR atau 97,33 persen. Anak usahanya Iforte, yang dikendalikan penuh Protelindo, menambah 29.411.765 saham setara 2,58 persen.
Gabungan keduanya mencapai 1.136.599.654 saham atau 99,91 persen. Target pasca-VTO adalah 1.137.579.698 saham agar menyentuh 100 persen penuh.
Optimaise News merangkum data ini sebagai peta paling rinci sebelum penawaran resmi. Afiliasi Grup Djarum di balik Protelindo memperkuat motif restrukturisasi aset menara telekomunikasi.
| Entitas | Jumlah Saham | Persentase |
|---|---|---|
| Protelindo | 1.107.187.889 | 97,33% |
| Iforte | 29.411.765 | 2,58% |
| Total saat ini | 1.136.599.654 | 99,91% |
| Target VTO | 1.137.579.698 | 100% |
Harga Rp45.000 di Atas Ambang Minimum Rp42.295

Harga penawaran ditetapkan Rp45.000 per saham. Angka itu berada di atas ambang minimum hasil formula rata-rata harga tertinggi harian sebesar Rp42.295.
Kepatuhan terhadap aturan OJK dan BEI jadi dasar utama. Saham supr harga penawaran ini memberi premi wajar bagi pemegang publik yang ingin keluar sebelum delisting.
Motif di balik angka tersebut mencakup free float yang sudah di bawah ketentuan bursa. Grup Djarum tender offer saham SUPR di harga ini juga menopang efisiensi aset grup secara keseluruhan.
Jadwal 30 Hari Bursa dan Cara Ikut Penawaran

Periode VTO berjalan 24 Juli hingga 24 Agustus 2026. Penawaran dibuka setiap hari kerja pukul 08.30 sampai 16.00 WIB.
Pemegang saham publik yang ingin ikut harus mengisi formulir lewat sekuritas peserta FPTS. Setelah itu, saham dialihkan melalui mekanisme crossing di BEI lalu diselesaikan di KSEI.
Timeline berurutan ini bisa jadi checklist harian. Buka 24 Juli, tutup 24 Agustus, lalu pembayaran maksimal 12 hari bursa setelah penutupan.
Mekanisme Crossing BEI serta Batas Pembayaran
Setelah FPTS diterima, transaksi masuk sistem crossing BEI. Penyelesaian final dilakukan KSEI agar kepemilikan berpindah rapi.
Batas pembayaran paling lambat jatuh pada 4 September 2026. Dana langsung ditransfer ke rekening investor yang menjual tanpa potongan tambahan di luar ketentuan.
Proses ini beda dari proyeksi awal beberapa media yang menyebut Juni-Juli. Jadwal aktual Juli-Agustus memberi ruang lebih longgar bagi pemegang sisa saham.
Nasib Pemegang Saham Publik yang Tidak Menjual
Pemegang yang menolak penawaran tetap menjadi pemilik saham perusahaan tertutup. Setelah go private dan delisting, likuiditas bursa hilang total.
Mereka tidak lagi bisa jual-beli di pasar reguler. Hak residual tetap ada, tapi exit hanya lewat negosiasi privat di kemudian hari.
Optimaise News menekankan opsi ini sebagai pertimbangan praktis. Pilih jualan sekarang di harga premium atau tahan tanpa akses bursa.







