Jakarta, Optimaise News – Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menegaskan setidaknya 111 orang tewas setelah gempa magnitudo 7,4 mengguncang barat negeri itu. Ia juga siap terbang ke wilayah paling parah untuk memimpin evaluasi darurat.
Inti artikel
- Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menegaskan setidaknya 111 orang tewas setelah gempa magnitudo 7,4 mengguncang barat negeri itu
- Ia juga siap terbang ke wilayah paling parah untuk memimpin evaluasi darurat
- Jumlah itu diumumkan Selasa (11/8/2026) dan dilengkapi catatan 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, serta 1.575 rumah rusak
Jumlah itu diumumkan Selasa (11/8/2026) dan dilengkapi catatan 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, serta 1.575 rumah rusak. Pemerintah pusat menetapkan status bencana nasional agar bantuan dan logistik bisa digeser lebih cepat ke zona kritis.
Pengumuman korban dan kerusakan imbas gempa
Menurut pernyataan yang dikutip CNN, Abelardo menyebut gempa dahsyat itu menewaskan setidaknya 111 jiwa pada hari yang sama dengan pengumuman. Ia merinci juga 87 orang luka, 61 bangunan ambruk, dan 1.575 rumah yang terdampak kerusakan.
Optimaise News merangkum, angka korban bergerak naik dibanding estimasi awal di media, menandakan operasi pencarian masih aktif di sejumlah departemen. Sintesis data yang dihimpun menunjukkan fokus kerusakan terpusat di barat daya, termasuk wilayah di sekitar pusat guncangan Chocó.
Beberapa catatan tambahan menyebutkan sebaran kematian lebih tinggi di Risaralda dan Valle del Cauca, sementara gubernur Chocó melaporkan empat tewas di wilayahnya. Tim penyelamat masih bekerja di Pasto-related corridors, Valle del Cauca, dan Chocó untuk memastikan tidak ada korban terjebak puing.
Rencana kunjungan presiden ke wilayah terdampak

Abelardo de la Espriella mengumumkan akan segera bertolak ke lokasi paling terdampak. Kehadiran langsung diharapkan mempercepat keputusan operasional penanganan dan memperluas jangkauan pencarian-penyelamatan.
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, langkah ke lapangan itu sejalan dengan kebutuhan koordinasi antar-lembaga setempat setelah status darurat nasional diaktifkan. Pejabat lokal dan tim teknis diperkirakan menyiapkan laporan kerusakan bandara serta akses jalan sebelum kedatangan.
Di Bogotá, wartawan AFP mencatat warga berlarian ke jalanan masih memakai pakaian tidur ketika sirene darurat berbunyi. Suasana panik di ibu kota menggarisbawahi jangkauan guncangan meski pusat gempa berada ratusan kilometer jauhnya.
Status bencana nasional yang ditetapkan
Pemerintah Kolombia menetapkan status situasi bencana nasional. Status itu membuka saluran sumber daya tambahan ke daerah yang paling parah, termasuk personel, alat berat, dan logistik medis.
Dengan status resmi, distribusi bantuan tidak lagi bergantung hanya pada kapasitas regional. Provinsi di barat daya Kolombia yang rawan longsor dan putusnya akses jalan menjadi prioritas alokasi.
Kejadian gempa dan respons otoritas
Gempa terjadi Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat. USGS menempatkan pusat di San José del Palmar, departemen Chocó, sekitar 280 kilometer di barat Bogotá, dengan kedalaman 107 kilometer.
Kedalaman itu relatif dalam, tetapi magnitudo tinggi tetap merusak struktur di beberapa kota dan mengganggu operasi bandara sipil. Sejumlah bandara, termasuk fasilitas di Cali, dilaporkan mengalami kerusakan dan penutupan sementara.
Data USGS juga mencatat gempa susulan berkekuatan M 5,0 sekitar 44 menit setelah guncangan utama. Otoritas terus memantau rangkaian aftershock sambil melanjutkan pencarian di wilayah berisiko.
Update dari kepresidenan Kolombia
Kepresidenan menegaskan komitmen ke zona dampak setelah pengumuman korban terbaru. Fokus jangka pendek meliputi verifikasi korban, penyaluran bantuan, dan stabilisasi fasilitas kritis seperti bandara serta jaringan listrik lokal.
Bagi pembaca di Indonesia, pola respons serupa gempa besar di wilayah lain, mobilisasi nasional, kunjungan pejabat tertinggi, dan penutupan fasilitas transportasi, menjadi contoh bagaimana pemerintah mengunci koordinasi di 48 jam pertama.







