Aceh, Optimaise News – Pratu Galuh Nugraha, prajurit Polisi Militer TNI AD, tewas tertembak peluru rekoset pada Sabtu 25 Juli 2026 di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Ia berpakaian sipil di luar dinas saat membantu petugas menghadang mobil Mitsubishi Triton double cabin hitam berisi empat terduga bandar narkoba.
Korban sempat memindahkan palang besi agar kendaraan tak lolos. Tembakan petugas memantul dan mengenai tubuhnya. Galuh dievakuasi ke RS BMC Bireuen lalu dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen. Nyawa tak tertolong. Satu terduga diduga oknum Brimob diamankan, tiga lainnya kabur.
Kronologi Pengejaran di Depan SPBU Juli Cot Meurak
Operasi penangkapan bandar narkoba berlangsung Sabtu sore di kawasan SPBU Juli. Empat terduga di dalam Mitsubishi Triton double cabin hitam dikejar petugas menuju Cot Meurak. Kecepatan tinggi membuat pengejaran berisiko di jalan ramai.
Saat mobil mendekati palang SPBU, situasi memanas. Petugas melepaskan tembakan peringatan. Pantulan peluru tak terduga mengenai Galuh yang berdiri di sisi jalan. Saksi mata melihat tabrakan ringan dengan motor di sekitar lokasi sebelum mobil berhasil dihadang sebagian.
Korban langsung ambruk. Warga dan petugas setempat segera menolong. Ambulans tiba dan membawa Galuh ke fasilitas kesehatan terdekat. Kronologi ini disusun Optimaise News berdasarkan laporan resmi Polda Aceh dan jajaran TNI.
Peran Korban Memindahkan Palang dan Status di Luar Tugas

Galuh sedang di luar tugas resmi. Ia mengenakan pakaian sipil saat melintas di area SPBU. Melihat pengejaran, ia bertindak spontan untuk bantu petugas.
Ia memindahkan palang besi agar mobil bandar tak bisa lewat. Aksi itu memperlambat laju kendaraan. Sayangnya, peluru rekoset dari tembakan petugas mengenai tubuhnya di posisi yang fatal.
Identitasnya sebagai prajurit POM TNI AD baru terungkap usai tiba di rumah sakit. Status di luar dinas ini menegaskan ia tak sedang bertugas formal. Keluarga dan rekan seunit menerima kabar duka pada malam yang sama.
Satu Terduga Brimob Diamankan, Tiga Pelaku Masih Diburu

Dari empat terduga di mobil, satu orang diamankan di lokasi. Ia diduga oknum Brimob yang terlibat jaringan narkoba. Tiga lainnya berhasil kabur ke arah hutan dan jalan alternatif Cot Meurak.
Pencarian berlanjut hingga Minggu 26 Juli. Tim gabungan Polres Bireuen dan Polda Aceh menyisir area. Barang bukti dari mobil disita untuk pemeriksaan laboratorium.
Status terduga yang ditangkap masih didalami. Propam dan penyidik memeriksa keterkaitan dengan oknum internal. Masyarakat diminta segera lapor jika melihat orang mencurigakan.
Pengamanan Penembak, Uji Balistik, dan Koordinasi Kapolda-Pangdam
Personel penembak diamankan bersama senjata dan amunisi. Propam Polda Aceh bersama penyidik melakukan uji balistik untuk pastikan lintasan peluru. Prosedur penggunaan senjata dicek secara ketat.
Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan langsung berkoordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda. Mereka juga hubungi Danpuspomad dan Danpomdam IM. Soliditas TNI-Polri dijaga agar investigasi berjalan transparan.
Timeline ringkas: 25 Juli kejadian dan evakuasi, 26 Juli pengamanan penembak plus uji balistik dan rapat koordinasi. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia tegaskan proses hukum tak pandang bulu.
Imbauan Polda Aceh: Jangan Sebar Narasi Belum Terverifikasi
Polda Aceh imbau masyarakat tetap tenang. Jangan sebar foto, video, atau narasi yang belum diverifikasi. Informasi palsu bisa ganggu penyidikan dan picu keresahan.
Saksi mata diminta datang ke Polres Bireuen atau hubungi hotline resmi. Keterangan mereka akan bantu lengkapi berkas perkara. Optimaise News mengimbau publik ikuti kanal resmi agar dapat data akurat.
Investigasi Propam dan balistik digabung dengan pemeriksaan prosedur. Hasil uji diharapkan keluar dalam waktu dekat. Keluarga korban mendapat pendampingan penuh dari jajaran POM TNI AD.







